Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 29 Desember 2008

1430 H

Diantara kesusahan yang di alami banyak saudara kita di seluruh dunia karena penindasan baik secara langsung atau secara tersembunyi (seperti di negara kita), mari kita rayakan pergantian tahun.
Selamat datang tahun 1430 H. Selamat datang semangat baru.
Semangat untuk lebih baik lagi. Semangat yang lebih besar untuk berjuang. InsyaAlloh.
Janganlah kejahatan-kejahahatan mereka membuat kita takut.
Jadikan semuanya sebagai cambuk untuk terus berjuang.
Berjuang demi Alloh, tidak demi apa-apa.
Berhasil atau pun gagal, semuanya hanya milik Alloh.
Hak kita hanyalah untuk mendapatkan rohman dan rahim nya. InsyaAlloh.
Allohu Akbar!! Allohu Akbar!! Allohu Akbar!!

Ya Alloh kabulkanlah do'a kami...


Ya Alloh tolong lah saudara-saudara kami yang berjuang di Palestina. Amin!

Meminang Bidadari…

Cerpen by: Asma Nadia, dari Sabili No. 01 Th X Juli 2002.


Menikah ?”
“Ya..”
“Tentu”, jawab Ayesha tanpa ragu.
“Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan.”
Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.
“Dengan siapa, Ammah ?”
Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung.

Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah,karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ?

Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.
“Ammah….dengan siapa ?”
Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah.
Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.
“Dengan Ayyash !”
Ayyash ?
Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega.

Biarlah…..biarlah Ayesha yang memutuskan….ini hidupnya.
Suara hati wanita itu bicara.

Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi …juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ?

“Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik.”

Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah-rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.

Pernikahan….sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina.

Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!
***

Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.

Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah. Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup.

Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.

Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.

Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu.

Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang
bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.

Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom syahid, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah dan mengabarkan berita itu pada umminya.

Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik.
Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.

Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.
****

Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.

Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah….nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali.

Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
“Ayyash mencari istri ?”
“Ia akan menikah secepatnya, akhirnya ”
“Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?”
Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
“Kenapa sehari semalam ?”, tanyanya pada ammahnya.
“Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis.”

Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri,seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah.

“Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama.
Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya.

Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan.
“Ya….”jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha.

Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.
Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah.

Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha.

Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang
Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash.
Pengantinnya, bidadarinya…..kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya.
“Ayesha…..saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu.”
Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha,lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati.
Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ?

Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati istrinya.

“Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya.”

Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. “Tak apa. Saya mengerti.” Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash.

Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.

“Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik.” Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. “Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha.”

Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.

Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi.

Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash,dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash,membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.

Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan.
Saat ia merebahkan diri di dada Ayyash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.
“Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash”
Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya.

Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya.

Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.

***

Ayyash terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ?
“Ayyash….istrimu, Ayesha.”
Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.
“Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan…Ayesha yang melakukannya…”
“Gudang peluru itu. Bunyi…bagaimana kau bisa tak mendengar ?”
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya…..Ayesha mendahuluinya ?
Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya,serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi….Masya Allah !
Istrinya kini….benar-benar bidadari.

Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.
Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.

Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.

Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.

Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan…

Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.

Rabu, 24 Desember 2008

24 Desember 2006


Tepat 2 tahun lalu, ada peristiwa peting dalam hidup ku.

Bahagia menyelimuti hati ku.
Hari yang selalu ku ingat dalam jiwa.
Hari dimana cinta sejati bersatu
Dilandasi cinta kepada sang pencipta

Ya Alloh, lapangkan lah jalan kami
Berikan barokah mu atas keluarga ku
Jadikan kami menjadi calon penghuni surga Mu
Selamatkan kami dari siksa neraka Mu yang pedih

Jalan kami masih panjang
Masih banyak kesalahan-kesalahan kami
Masih sedikit amal yang kami kumpulkan untuk hari nanti
Ya Alloh, mudahkanlah dalam meniti jalan Mu

Untuk Honey:
Hai sayang... apa kabar, wah kita dah 2 tahun loh jadian.
Masih panjang jalan kita
Maaf jika banyak kesedihan yang kuberikan
Maaf jika belum membuat mu selalu bahagia
Tapi...kita sudah berbahagia kan....
Setelah datangnya Nizar, setelah semua yang kita alami
Ber sama

SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN

Selasa, 23 Desember 2008

Siapa yang boleh memiliki "bedhil?"




Baru-baru ini lagi rame tentang bolehnya ketua RT/RW boleh memiliki senjata api. Trus saya coba cari info, siapa sih yang sebenarnya boleh memiliki dan menggunakan senjata api.
Dari situs:
http://www.jogja.polri.go.id/index.php?menu=layanan&sub=administrasi&submenu=ijinsenjata

IJIN DIBERIKAN KEPADA

  1. Pejabat Pemerintah
    • Menteri / Ketua / Dirjen / Sek. Kabinet
    • Gubernur / Wa Gub / Sekwilda / Itwilprop / Ketua DPRD I
    • Anggota DPR / MPR Pusat
    • Bupati / Walikota
    • Instansi Pemerintah Gol IV B
  2. Pejabat TNI / POLRI
    • Pati
    • Pamen serendah-rendahnya KOMPOL / Mayor yg mempunyai tugas khusus
  3. Pejabat Bank / Swasta
    • Presiden Direktur
    • Presiden Komisaris
    • Komisaris
    • Direktur Utama
    • Direktur
    • Direktur Keuangan
  4. Purnawirawan ABRI
    • Pangkat terakhir PATI
    • Pamen serendah-rendahnya Mayor / KOMPOL
  5. Profesi
    • Pengacara senior dgn Skep
    • Menteri Kehakiman / Pengadilan
    • Dokter praktek dgn skep dari Menteri Kesehatan / Dep. Kes.

Jumat, 19 Desember 2008

20 Capres Minta Doa

Baru baca berita di dekit news , dan ingin mengomentarinya.
Wah sepertinya negara ini masih lama majunya. Belum jadi pemimpin aja dah tunduk sama mbah Dur. Gimana nanti klo dah jadi presiden...bisa-bisa malah jadi penjilat. Biar tetep langgeng jadi presiden
20 Capres Minta Doa
Gus Dur: Saya Doain, Itu Juga Kalau Saya Nggak Maju Jadi Capres
Nala Edwin - detikNews


Foto: Dok detikcom
Jakarta - Menyandang predikat kiai membuat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selalu dimintai doa. Terlebih saat menjelang Pilpres 2009. Gus Dur mengaku didatangi 20 calon presiden (capres) untuk dimintai doa agar maju dalam Pilpres.

"Sampai saat ini saya sudah didatangi 20 orang capres. Semuanya minta restu dan didoain," kata Gus Dur dalam acara Kongkow Bareng Gus Dur di Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/12/2008).

Gus Dur mengaku akan mendoakan para capres yang akan berlaga di Pilpres 2009 mendatang. "Ya ya saya doain. Itu juga kalau saya nggak maju jadi capres," tandas cucu pendiri NU KH Hasyim Asy‘ari ini.

Beberapa capres sudah sering menyambangi Gus Dur di kantornya Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Mereka di antaranya Yusril Ihza Mahendra dan Rizal Ramli.

(nik/gah)

Minggu, 14 Desember 2008

enPeWePe...

Hari ini gw dah punya NPWP.
Gara-gara semua orang ribut buat NPWP akhirnya gue juga ter bujuk untuk membuat NPWP. Pertama gue cari inpo gimana cara bikinnya. Dan cara paling mudah dan murah adalah lewat interent. Coba deh buka www.pajak.go.id trus masuk ke menu e-regisration Nah kita tinggal masukin data-data. Klo kesulitan mending konsultasi ke orang pajak di kantor.
Setelah proses isi from selesai, tinggal di pencet tombol "Daftar" maka data kita akan ter simpan di pusat data. Sayangnya, kadang koneksi ke situs pajak sangat lambat. Mungkin karena banyak yang akses. Coba daftar di pagi hari atau malam hari.
Setelah daftar, kita dapat mencetak form tersebut. Coba log out trus login lagi, maka akan tampil menu Perbaharui Data dan Cetak Data. Setelah cetak, kita dapat mengirimkan ke KPP yang bersangkutan yang tertulis di form. Alamat lengkap KPP dapat di cari di situs pajak. Jika KPP dekat dengan tempat tinggal atau kantor, kita juga dapat langsung datang ke KPP sambil membawa form hasil cetak dan copy KTP.
Saya datang ke KPP jam 8.05, saat ini masih sepi. Masuk ke ruangan, trus tanya ke bapak-bapak yang jaga di situ, gimana cara buat NPWP. Ternyata bapak itu yang mengurusi pembuatan NPWP. Saya langsung serahkan form cetakan tersebut dan copy KTP. Nunggu 10 menitan, dan jadi lah kartu NPWP. ^_^
Semuanya gratis, kecuali parkir Rp. 1000
Trus, what next????

Selasa, 09 Desember 2008

libjvm.so: cannot open shared object file: No such file or directory


Ceritanya, ubuntu 7.04 di PC kantor tempat saya kerja tiba-tiba rusak. Gak ada angin atau hujan, tiba-tiba tidak bisa connect ke server-server, dan ketika di restart malah hang. Akhirnya, setelah membackup directory HOME, saya install ulang. Kali ini menggunakan Ubuntu 7.10
Seperti biasanya, kita harus install ulang juga aplikasi-aplikasi yang kita pakai, termasuk postgres. Postgres 8.2 tinggal instal via apt-get install, dan sukses. Nah masalahnya, karena saya pake Adempiere, maka saya juga harus install PL Java di postgres tersebut. Ada banyak tutorial di internet untuk install PL java, termasuk juga di blog ini. Namun tetap saja ada kesulitan.
Setelah mengikuti langkah-langkah, ternyata ada error :

could not load library "/opt/pljava/pljava.so": libjvm.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Padahal cara sudah bener. Akhirnya cari-cari lagi di internet. Ketemu situs:
http://www.nabble.com/org.postgresql.util.PSQLException:-ERROR:-could-not-load-library-%22-opt-pljava-pljava.so%22:-libjvm.so:-cannot-open-shared-object-file:-No-such-file-or-directory-td19792277.html
Di situ di jelaskan, masalah libjvm.so karena path yang tidak dikenali. Pertama cek dulu, pljava.so itu membutuhkan library apa aja.

ldd /opt/pljava/pljava.so

Setelah eksekusi perintah di atas maka akan terlihat

root@MIS02:/opt/pljava# ldd /opt/pljava/pljava.so
linux-gate.so.1 => (0xffffe000)
libjvm.so => not found
libc.so.6 => /lib/tls/i686/cmov/libc.so.6 (0xb7e7a000)
/lib/ld-linux.so.2 (0x80000000)


Untuk itu coba cek
ld.so.conf
Di situ harusnya berisi path untuk java
Saya ganti sesuai dengan lokasi java:

/usr/lib/j2re1.5-sun/bin
/lib:/usr/lib/j2re1.5-sun/lib/i386/
/usr/lib/j2re1.5-sun/lib/i386/client
/usr/lib/j2re1.5-sun/lib/i386/client/native_threads
/usr/lib/j2re1.5-sun/lib/i386/server


Kemudian saya save, dan jalan kan perintah ldconfig
Cek kembai dengan ldd


root@MIS02:/etc# ldd /opt/pljava/pljava.so
linux-gate.so.1 => (0xffffe000)
libjvm.so => /usr/lib/j2re1.5-sun/lib/i386/client/libjvm.so (0xb7731000)
libc.so.6 => /lib/tls/i686/cmov/libc.so.6 (0xb75e7000)
libm.so.6 => /lib/tls/i686/cmov/libm.so.6 (0xb75c1000)
libdl.so.2 => /lib/tls/i686/cmov/libdl.so.2 (0xb75bd000)
libpthread.so.0 => /lib/tls/i686/cmov/libpthread.so.0 (0xb75a5000)
/lib/ld-linux.so.2 (0x80000000)


Ternyata sudah ok. Selanjutnya kita lakukan proses install


postgres@MIS02:/opt/pljava$ psql <>

Selasa, 25 November 2008

Lapindo...

Tragedi lumpur lapindo memang menyisakan kesedihan dan kekecewaan. Sampai saat ini proses ganti rugi memang masih simpang siur. Pihak Lapindo sendiri terkesan tidak mau disalahkan atas tragedi ini. Mereka menganggap sebagai bencana alam. Namun terlepas masalah ini, yang pasti tragedi ini mengubah jalan hidup ribuan orang. Mungkin tidak ada di mimpi mereka jika suatu saat mereka akan ter-usir dari rumahnya tempat mereka dilahirkan.
Masih ku ingat dulu saat membeli film di salah toko pinggir jalan raya Porong. Tapi tempat itu sekarang menjadi seperti kota mati.


Warung padang ini tersisa sebagai saksi bisu kekejaman lumpur lapindo.

CM.021A1

Sejak dulu saya ingin sekali mengkoleksi airsoft gun. Mungkin karena ketertarikan saya pada pernak pernik militer (tapi gak ingin jadi orang militer loh). Ketika usia SD saya sudah memiliki pistol mainan full metal, tapi bukan ari soft. Kemudian ketika SMP saya beli spring airsoft gun berbentuk pistol. Dari plastik memang, tapi cukup bagus. Saya sudah beberapa kali "ditembak" oleh pistol itu. Kemudian ketika sma malah saya beli spring airsoft gun yang murahan. Gampang rusak, dan pelurunya gampang pecah.
Akhirnya setelah kerja, impian saya untuk memiliki airsoftgun dengan ukuran 1:1 ter capai. Saya membeli CM.021A1! Memang sih masih kategori LPEG alias Low Power Electric Gun. Tapi buat punya punyaan sih ok.

Commennya? Belum pake sering, jadi belum bisa comment.

Sabtu, 15 November 2008

Harga pertamax turun

Akibat gonjang-ganjing ekonomi global, imbasnya harga minyak turun karena daya beli negara "pemakan" minyak turun. Dikarenakan negara Indonesia (ex OPEC) adalah peng-import minyak maka tentu harga minyak non-subsidi "diwajibkan" turun pula. Memang sih nilai tukar Rupiah terhadap Dolar amerika turun, namun penurunan harga minyak dan penurunan nilai tukar tidak sebanding lurus.

Harga minyak dan Nilai tukar US dolar - Rp

Coba bandingkan saat harga pertamax 10ribu, pada saat itu (bulan Juli 2008) harga minyak mentah adalah US$ 125. Berarti turunnya adalah 50%. Sedangkan nilai tukar dolar pada bulan Juli sekitar 9.236,60 berarti naik 19%.

Nah, harga pertamax sekarang turun menjadi Rp 7000, seperti yang dilansir liputan 6 (untuk masalah ini kayaknya gak boong koq)

Wah cuma beda 1000 dengan harga premium. Hmmm, gimana ya, enaknya kembali ke pertamax apa nunggu dulu? Karena klo cuma make 1 bulan trus balik lagi ya eman-eman. Minimal 3 bulan gitu.


Update:

Harga Pertamax Turun Lagi

Liputan6.com, Jakarta: Harga pertamax kembali turun. Kali ini pertamax dijual Rp 6.800 per liter. Penurunan harga pertamax ini tentu saja disambut gembira konsumen karena harganya hanya berselisih Rp 800 dibanding premium yang masih disubsidi.


Minggu, 09 November 2008

As Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada’

Berita di Arrahman.com:

Serang, Banten (arrahmah.com) - Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Sejak kedatangan jenazah Mujahid Imam Samudera yang diterima dirumah istri beliau Zakiah Derajat, keluarga besar tampak tabah dan meyakini akan syahidnya As Syahid Imam Samudera.

Wajah as syahid Imam Samudera yang sempat dibuka keluarga tampak putih segar, tersenyum dan berpaling kekanan sebagaimana ekspresi raut kebahagiaan dan kepuasan bertemu dengan Sang Khalik. As Syahid Imam Samudera membawa luka yang akan menjadi bukti di hadapan Allah untuk menjadi salah satu pengikut rombongan kafilah syuhada.
Setelah disholatkan keluarga, jenazah dibawa menuju masjid Al Manar Serang Banten diiringi ribuan masyarakat pada kanan kirinya jalan. Sholat jenazah diikuti ribuan umat muslim sehngga memerlukan 3 kali kesempatan sholat jenazah.
Walaupun dengan penjagaan yang sangat ketat dari aparat, hal ini tidak menyurutkan ribuan kaum muslimin mengiringi as syahid Imam Samudera untuk mengantarkan ke kuburnya. Gema takbir terus membahana mengiringi As Syahid Imam Samudera menjemput bidadari.
Sungguh,As Syahid memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para mujahid bagaimana wujud Iskariman au mut syahidan (Hidup Mulia, Atau Mati Syahid).(Prince of jihad/arrahmah.com)




Jumat, 31 Oktober 2008

Lagu cinta ku...



Aku Butuh Cinta

oleh: After

lelah ku selalu memandangmu
namun ku hanya bisa tersenyum
lelah ku selalu menunggumu
tiada satu kata untukku

*
Semua yg terasa bahagiakanku
Mungkin kau yg bisa
Sejukkan aku selamanya

Kau selalu temani diriku
Di saat selimutiku
Kau berikan semua hatimu
Yang datang mengalir dalam jiwa

Repeat *

Reff:
Ungkapkanlah semua isi di hatimu
Bila kau inginkan aku
Katakanlah segera jangan terlalu lama
Karna ku butuh cinta

Repeat *
Repeat Reff


The Second You Sleep

oleh: Saybia

You close your eyes
And leave me naked by your side
You close the door so I can’t see
The love you keep inside
The love you keep for me

It fills me up
It feels like living in a dream
It fills me up so I can’t see
The love you keep inside
The love you keep for me

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

I stay awake
I stay awake and watch you breathe
I stay awake and watch you fly
Away into the night
Escaping through a dream

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

Hey
Stay

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

Stay awake
Stay
Stay

I wish by God you’d stay



Crash & Burn
oleh: Savage Garden

When you feel all alone
And the world has turned it's back on you
Give me a moment please to tame your wild wild heart
I know you feel like the walls are closing in on you
It's hard to find relieve and people can be so cold
When darkness is upon your door and you feel like you can't take anymore

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

When you feel all alone
And a loyal friend is hard to find
You're caught in a one way street
With the monsters in your head
When hopes and dreams are far away and
You feel like you can't face they day

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

Because there has always been heartache and pain
And when it's over you'll breathe again
You'll breath again

When you feel all alone
And the world has turned its back on you
Give me a moment please
To tame your wild wild heart

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

Senin, 20 Oktober 2008

Terbilang pada Jasper Server

Kali ini saya mendapat tugas untuk menampilkan terbilang pada report yang dibuat via iReport. Logikanya sih sederhana, kita hanya perlu membuat function untuk mengkonversi dari nilai numerik menjadi kata-kata numerik.
Ada tiga pendekatan dalam kasus ini. Pertama adalah membuat membuat class (java) yang berisi fungsi ini dan menguploadnya ke database postgres (dengan PL Java). Dengan cara ini maka kita tinggal memanggil fungsi tersebut melalu sintaks query.

Select sayNumber(1000.0) as terbilang

Cara kedua, dalam kasus ini source data adalah database Adempeire, tambahkan field terbilang pada tabel yang diharapkan, dan isi field tersebut melalui aplikasi Adempiere. Dengan kata lain data yang dikirimkan ke report telah matang. Contoh fungsi di postgres yang menggunakan PL Java:

CREATE OR REPLACE FUNCTION adempiere.sayNumber(myNumber "numeric")
RETURNS "varchar" AS
'org.compiere.sqlj.Adempiere.sayNumber(BigDecimal)'
LANGUAGE 'java' VOLATILE;
ALTER FUNCTION sayNumber(myNumber "numeric") OWNER TO adempiere;

Cara ketiga adalah dengan menggunakan bantuan scriplet yang memangil fungsi sayInWords. Fungsi ini di simpan di class dan diupload ke JasperServer.


import net.sf.jasperreports.engine.*;
import guescriptlet.utils.*;//kumpulan fungsi untuk, termasuk fungsi sayNumber()

public class FormPembayaranScriptle extends it.businesslogic.ireport.IReportScriptlet {

/** Creates a new instance of JRIreportDefaultScriptlet */
public FormPembayaranScriptlet() {
}
public String sayinwords(double number){
return AmtInWords_IN.sayNumber(number); //fungsi dipanggil dari sini
}
}

Jumat, 17 Oktober 2008

Nah ini dia...

Hari ini dapat email dari salah satu milis, isinya hal yang sudah sangat familiar kita dengar: RUU Pornografi. Sangat familiar karena terjadi pro dan kontra yang sangat hebat. Saya pribadi karena gak ngerti pernak-pernik hukum dan permainan kata-katanya, mendukung adanya peraturan (hukum) untuk membatasi arus pornografi di Indonesia. Menurut saya memang hukum itu dibuat berdasarkan sisi enaknya saja dan licik. Padalah permasalahannya sederhana. Stop pornografi!! Saya sendiri bingung untuk mengungkapkan pendapat saya. Dan akhirnya ada saya mendapatkan email tersebut yang isinya sesuai dengan pendapat saya.
Politik Pornografi di Indonesia
by: Sirikit Syah

Seru juga perdebatan pro-kontra pornografi di tanah air. RUU ini sudah dibahas di DPR sejak awal reformasi. Sudah 10 tahun. Betapa besar biayanya. Memangnya tak ada hal lain yang lebih patut dibiayai? Bukankah persoalan susila sudah dibahas di banyak UU atau aturan lain? Sebut saja KUHP, UU Penyiaran, UU Pers, UU Pelindungan Anak. Lalu, mengapa perlu UU Pornografi?

Pada tahun 2006, saya termasuk menentang RUU yang semula bernama APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi). Dari segi content, misalnya, sepasang suami istri yang berciuman di bandara untuk mengucapkan selamat tinggal, bisa dikenai pasal "melakukan pornoaksi di depan umum". Keberatan saya juga karena adanya pemborosan anggaran negara untuk hal yang para legislatornya saja kurang mengerti. Tidak seperti para aktivis perempuan dan kaum liberal, saya tidak sedang membela kaum perempuan (saya juga membela anak-anak, laki-laki, orangtua, dan gender ketiga).

Manusia berubah, takterkecuali saya. Saya sekarang menyatakan mendukung RUU Pornografi. Saya telah mempelajari dokumen-nya dan melihat kesungguh-sungguhan Pansus di DPR untuk menampung semua keberatan dalam perdebatan dua tahun ini. Draft yang tadinya terdiri dari 96 pasal, sekarang tinggal 48 pasal. Hal-hal aneh-aneh seperti "dugaan pornoaksi" banyak dihapus. Perlindungan terhadap kesenian, ritual adat, dan masyarakat tradisional, tersedia dengan manis di Pasal 14. Bila UU dan aturan lain kurang rinci dalam sanksi pelanggaran, RUU Pornografi ini berfungsi sebagai lex specialis yang dapat diterapkan. Tak ada lagi alasan menolak UU Pornografi ini.

Semua UU/aturan yang diajukan para penentang menggunakan istilah "kesusilaan", bukan "pornografi". Dalam praktiknya, pasal ini akan menjadi pasal karet, tarik ulur atas makna "melanggar kesusilaan". Beberapa kali kasus pornografi gagal dihukum dengan Pasal 282 KUHP karena kelonggaran makna "kesusilaan" ini. Tergantung hakim dan saksi ahli. Awal tahun 2007 majalah Playboy menang pengadilan karena para saksi ahli (wartawan, seniman) menyatakan isi majalah sama sekali tidak porno.

RUU Pornografi juga dituduhsebagai ancaman terhadap masyarakat tradisional.
Para penentang membawa-bawa nama orang Bali (memangnya orang Bali masih suka bertelanjang dada?), dan rakyat pedalaman Papua yang masih menggunakan koteka. Tentu saja pemakai koteka tak akan ditangkap dan dihukum karena pornografi. Lagipula, mari kita bertanya pada diri sendiri: kita akan melanggengkan primitivisme (manusia tak berbusana), atau memajukan peradaban (mem-busana-kan masyarakat pedalaman)?

Masyarakat Papua tentu sajadijamin hak asasinya bila tetap ingin mengenakan koteka. Namun perkembangan alamiah manusia adalah menuju kemajuan. Rasa malu diturunkan secara manusiawi oleh Nabi Adam dan Siti Hawa (yang menutupi aurat dengan daun-daunan di Taman Surga). Secara natural, manusia memiliki rasa malu. Wajar bila pemakai koteka akan memilih mengenakan sarung, rok, atau pantalon untuk menutupi auratnya, terutama setelah mereka berinteraksi dengan masyarakat luas.

Para penentang juga menuntut "kebebasan memiliki dan memutar video porno" di kalangan manusia dewasa, karena manusia dewasa diharapkan/dipercaya dapat bertanggungjawab. Seandainya klaim itu benar, bahwa semua manusia dewasa bertanggungjawab, betapa amannya dunia ini. Dalam perspektif lain, meskipun ditonton secara pribadi, pernahkah mereka berpikir: siapa yang memainkan adegan porno itu? Jangan-jangan anak di bawah umur, atau perempuan yang diperdagangkan? Dimana empati mereka? Para penggemar video porno (sebagai terapi seks) sebaiknya memfilmkan diri sendiri saja.

Banyak sekali tuduhan sangar pada RUU Pornografi, antara lain "tirani mayoritas atas minoritas", "diskriminatif terhadap perempuan", "memasung kreativitas seni", dan yang paling seram "agenda Islamisasi/Talibanisasi". Ini semua kekuatiran berlebihan. Di alam demokrasi, kemenangan mayoritas sangat wajar, dan tidak berarti tirani terhadap minoritas. UU Pornografi jauh dari menindas perempuan, melainkan menjunjung tinggi derajad dan martabat perempuan.

Akan halnya kreativitas seni, sastrawan Taufik Ismail dalam pidatonya saat Uji Publik RUU Pornografi, 17 September di Jakarta, mengatakan: "Apakah seniman betul-betul kering kreativitas, sehingga tak bisa lagi menulis tentang kemiskinan, kebodohan, penindasan ekonomi, budaya, dll?" Dia secara tajam juga menyerang masyarakat seniman SMS (Sastra Madzab Selangkang) dan FAK (Fiksi Alat Kelamin) yang kini marak di kalangan penulis muda dengan sasaran generasi muda.

Apakah RUU Pornografi ini adalah gerakan Islamisasi/Talibanisasi? Di sinilah letak permainan politik para penentang. Mereka menggunakan berbagai cara, dari isu gender (diskriminasi perempuan), isu kedaerahan (mengancam masyarakat Bali dan Papuan), hingga yang paling sensitif: membenturkan Islam vs non-Islam. Padahal, semua agama dan kitab suci tidak menyetujui pornografi.

Gerakan politik penggagalan UU Pornografi ini keras menggema di berbagai media dan forum, berupa kutipan pernyataan maupun artikel, hingga ke seminar-seminar akademik dan politik. Terakhir, para penentang mengusung unsur paling sederhana, yaitu "definisi pornografi", dan mempersoalkan frasa "menimbulkan hasrat seksual". Di berbagai kamus bahasa Inggris tentang definisi 'pornography', memang unsur "sexual arousal" terdapat di situ, bukan semata karangan Pansus UU Pornografi. Akan halnya pertanyaan "siapa yang akan terangsang?", ini tak akan selesai diperdebatkan. Bisa saja para pelapor pornografi adalah kaum yang mudah terangsang. Tapi, bisa juga para penentang RUU adalah kaum frigid atau impoten yang sulit terangsang. Kita serahkan saja pada para ahlinya, melalui proses pengadilan, bila ada kasus yang dilaporkan.

Penulis adalah pengamat media
--
Shindu B Raditya
http://shindu-b-raditya.blogspot.com/


Rabu, 08 Oktober 2008

Akhirnya....


Foto by M.Lutfi

Sejak saya ikut milis keretapi, suatu milis yang isinya kumpulan orang-orang penggila kereta api (edan sepur) dan tentu saja isinya ya mbahas masalah per-sepur-an dari A s/d key ASCII 255, saya selalu iri jika melihat postingan foto-foto kegiatan mereka di dipo-dipo, bengkel, stasiun. Apalagi jika ada kegiatan keluar kota. Ingin rasanya untuk ikut berpartisipasi. Sayang apa daya, waktu tidak mengijinkan untuk itu.
Tetapi, pada hari kemenangan kemarin, keinginan itu akhirnya terkabul! Berawal dari pengumuman adanya kegiatan silaturahmi di rumah Khrisna Karel, anggota IRPS Bandung, yang kebetulan orang tuanya adalah masinis senior di dipo Sidotopo. Membaca undangan itu, saya sangat ingin untuk hadir, tapi masih terbentur jadwal acara lebaran di Kediri. Lah, ndilalah, saya harus kembali ke Surabaya di hari Kamis. Tepak iki, undangan kegiatan adalah hari Sabtu. Akhirnya pun saya bisa menghadiri undangan itu.
Untuk pertamakalinya dalam hidupku, aku menginjakkan kakiku didalam dipo Sidotopo. Berbaur dengan kumpulan lokomotif, ceceran oli, dan bau asap solar mesin diesel lokomotif. Bersama rekan-rekan melihat interior kabin CC20412 yang masih kinyis-kinyis, dan merasakan deru mesinnya yang "merdu".

Foto by Asep


Foto by M.Lutfi

Ah leganya, sampai akhirnya tidak terasa waktu telah mendekati petang. Saya pulang dengan perasaan puas, semoga dapat mengikuti kegiatan semacam ini lain waktu...dan yang lebih seru.

Selasa, 07 Oktober 2008

Command Ubuntu yang Sering Lupa

Walau sering banget command-command ini digunakan, tetapi sering pula juga gw lupa!! Sampe-sampe gw juga lupa untuk catet ^_^

1. Melihat sisa hardisk
du -hs *
Pindah dulu ke direktory tertentu, maka akan terlihat free space dan used space untuk direktori tersebut

df -hl
Untuk melihat sisa hardisk secara keseluruhan (per partisi linux)

2. Setting variabel
PATH=/usr/local/pgsql/bin:$PATH
export PATH
titik dua menandakan PATH akan di append, bukan di replace

3. Ganti JAVA version ubuntu
sudo update-alternatives --config java
secara default ubuntu memiliki java, sehingga jika kita install java baru, maka akan terdapat dua versi java.

Namun ketika kita menginstall bukan dari package deb, maka ketika menggunakan command diatas tidak akan muncul versi java yang baru kita install. Untuk itu kita harus manual mempointing (link) file binary java, javac, javah, javaws, javadoc ke dalam direktori /usr/bin

user@comp:~/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin$ sudo ln -s /home/user/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin/java /usr/bin
user@comp:~/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin$ sudo ln -s /home/user/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin/javac /usr/bin
user@comp:~/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin$ sudo ln -s /home/ProgramFiles/jdk1.5.0_17/bin/javah /usr/bin


4. Enable compile Adempiere
Jika muncul error:

user@xxxx:/media/sda5/Source/320-B2/utils_dev$ ./RUN_build.sh
JAVA_HOME is not set.
You may not be able to build Adempiere

maka dipastikan JAVA_HOME belum di set, untuk itu perlu untuk mengesetnya


JAVA_HOME=[path java JDK]
export JAVA_HOME

5. Uninstall package
pertama cari dulu nama package dengan comand:
dpkg l |grep [nama package]

Setelah detail nama package diketahui, jalankan
apt-get remove [nama package]

Senin, 06 Oktober 2008

Lagi-lagi Novel jadi Film


Tadi malem, di hari ke-dua ku menjadi bujangan karena Istri dan Anak piknik ke Bali, saya sempat kan nonton film yang menurut media fenomenal, Laskar Pelangi. Apa sih yang buat saya tertarik menonton film Indonesia ini? Mungkin yang paling utama ya karena saya sudah (belum selesai sih) membaca Novelnya, kemudian ya gara-gara rumor tentang ke-dasyat-an film ini.
Saya pilih lokasi di SuToS (Surabaya Town Square), dan show time pada pukul 19:00, jadi saya harus menunggu kurang lebih satu jam karena saat itu masih pukul 17:50. Tiga puluh menit sebelum pemutaran, ternyata penonton telah menyebut di lobi XXI cinema. Di dominasi oleh Ibu-ibu dan Anak-anak rasanya seperti mau menonton film Power Rangers the Movie. Agak kikuk juga sih, apakah saya salah menonton film ini. Tapi ternyata penonton dewasa, yang mayoritas berpasangan, masih banyak juga.

Film di buka dengan cover berupa animasi pelangi yang cukup bagus. Kemudian menampilkan suasana Belitong tempo dulu beserta narasinya. Bagi saya, yang telah membaca novelnya, pikiran ini selalu menggali, adegan film ini sesuai dengan bagian novel yang mana. Itu lah sebenarnya yang menggangu keasyikan dalam menonton film ini. Selalu berusaha menghubungkan filmnya dengan novelnya. Jika ada yang tidak sesuai, maka akan merasa film nya tidak sesuai dengan novel. Memang di film itu banyak bagian novel yang di ubah. Tidak mudah tentunya mengubah novel (tanpa gambar) menjadi sebuah seni gambar bergerak. Contohnya adalah bagaimana caranya menjelaskan rasa gatal yang dirasakan Ical dan kawan-kawan ketika memainkan teaterikal tujuh belasan. Di film hanya di jelaskan dengan garukan, yang mungkin sebagian orang tidak mengerti (apalagi yang tidak baca novelnya), dan baru di adegan selanjutnya di sebutkan bahwa rasa gatal itu tidak hilang berhari-hari.

Makanya, gara-gara mebanding-bandingkan itu, akhirnya saya tidak menikmati film ini. Ah ruginya, baru kepikiran sekarang. Kenapa ya koq saya merasa film ini ceritanya terpotong-potong. Seandainya saya belum pernah membaca novelnya, tentu saya dapat menikmati film ini seperti ketika saya menikmati film Da Vici Code, dimana alurnya dapat menghanyutkan pikiran ini.
Yah sudahlah, lain kali mending nonton filmnya dulu baru baca bukunya. ^_^

Kamis, 25 September 2008

Cerita sadis di Jawa Pos

Gue memang agak tidak kuat jika melihat darah. "Agak", karena sebenarnya gw masih kuat untuk lihat adegan-adegan yang menampilkan kekerasan, seperti di film Rambo IV, atau Hanibaal Rising. Tapi ada hal-hal tertentu dimana gw gak akan kuat untuk nontonnya dengan tangan. Contoh film tentang kanibal (gak tau asli apa gak) ato video pembataian di Sampit. Tapi semua itu kan suatu gambar yang bergerak sehingga lagsung kontak dengan mata.
Tapi hari ini ada sebuah tulisan, bukan novel ataupun cerpen. Sebuah berita di Jawa Pos yang bikin gw agak mual, seperti ketika melihat video sadis. Berita tentang pembunuhan juragan Sari Roti di surabaya.
Rasakan sendiri sensasinya:
http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=26296

[ Jum'at, 26 September 2008 ]
Suami Habisi Istri dan Dua Anaknya, lalu Bunuh Diri
SURABAYA - Seminggu menjelang Lebaran, polisi dibuat bekerja ekstrakeras. Ini setelah kemarin pagi satu keluarga penuh (sepasang suami-istri berikut dua anak balita) ditemukan tewas terbunuh di kamar rumah mereka sendiri di Jalan Ngagel Jaya 82, Surabaya.

Kali pertama yang menemukan pembunuhan sadis itu adalah Buriah, salah seorang pembantu di sana. Ketika itu, Buriah -dan pembantu-pembantu lain- heran karena hingga hari terang, sekitar pukul 05.30, sang majikan belum bangun. ''Padahal, biasanya pukul 04.30 sudah bangun,'' kata Siti Humaiyah, seorang baby sitter di rumah itu.

Karena penasaran, Buriah mencoba melongok ke dalam jendela kamar. Baru saja menyingkap gorden jendela, Buriah berteriak histeris dan menangis. Butuh waktu beberapa menit sebelum Buriah mengatakan bahwa dirinya melihat Yanuar Stefanus, 37, nama majikan prianya, tergeletak bersimbah darah.

Buru-buru sejumlah pembantu dan karyawan di situ langsung menghubungi polisi -yang kemudian segera datang. Aparat berbaju cokelat harus mendobrak dulu pintu kamar. ''Teralis jendela dan pintu terkunci dari dalam,'' kata seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut.

Setelah pintu terbuka, pemandangan yang terlihat sungguh menyayat hati. Empat mayat tergeletak bersimbah darah. Yanuar Stefanus, sang juragan dan pemilik rumah, tergeletak di bagian paling barat kasur dengan celana pendek dan kaus hitam. Di pergelangan tangan kiri terdapat dua luka sayat, luka tusuk di perut hingga usus terburai, dan dua luka sayat di leher. Sebilah pisau kecil tergeletak di atas perut Yanuar dan sebilah pisau daging tergeletak menempel di paha pria yang sehari-hari bekerja di pabrik kopi Kapal Api itu.

Persis di samping kanannya tergeletak Yonatan Jansen Sutanto, anak pertama Yanuar yang masih berusia lima tahun. Lehernya terkoyak karena digorok. Di sebelah kanannya lagi tergeletak dalam keadaan tertelungkup Christephen Kevin Sutanto, si bungsu yang berusia tiga tahun. Seperti kakaknya, lehernya menganga setelah digorok. Namun, lukanya lebih lebar dan sebagian tulang lehernya agak rompal.

Sementara Seniwati, istrinya, 36, telentang di sisi berlawanan dengan posisi tidur Yanuar dan kedua anaknya. Lehernya juga tergorok. Tapi, di pipi dan dadanya ada banyak luka gores akibat sayatan benda tajam. Selain itu, di mulutnya ada lebam dan sedikit luka. Saat ditemukan, Seniwati mengenakan baju tidur bermotif batik.

Di tembok kamar maut itu terdapat sebuah tulisan darah. Diduga kuat penulisnya Yanuar. Bunyinya, "Aku diakalin oleh orang saja". Entah apa maksud tulisan tersebut. Petugas masih belum mengetahuinya.

Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), petugas menduga tidak ada barang hilang dari rumah itu. ''Selain karena pintu kamar terkunci dari dalam dan ada tumpukan uang yang masih utuh,'' kata Kapolres Surabaya Timur AKBP Eko Iswantono. Berdasar fakta itu, polisi mengesampingkan motif perampokan dalam kejadian tersebut.

Penyelidikan menjadi agak terang setelah Bid Dokkes Polda Jatim dan tim Labfor (Laboratorium Forensik) Cabang Surabaya melakukan penyelidikan. Hasilnya, diduga kuat bahwa yang terakhir tewas adalah kepala keluarga, Yanuar. ''Ini dilihat dari lukanya. Yanuar menderita tiga luka. Kalau dia mati duluan, pasti posisi mayat tak seperti itu,'' urai sebuah sumber di kepolisian.

Itulah yang memunculkan dugaan kalau Yanuar menghabisi anak dan istrinya terlebih dahulu, baru kemudian bunuh diri. ''Dengan kondisi TKP seperti itu (terkunci dari dalam dan tak ada barang hilang), kemungkinan paling besar adalah seperti itu (Yanuar membunuh sebelum akhirnya bunuh diri, Red),'' paparnya.

Apalagi, di jempol kaki kanan Yanuar ada sobekan kertas koran dan di bawah ada kertas koran yang menjadi pasangan sobekan tersebut. Ada bercak darah pula di kertas koran itu. ''Ini menunjukkan kalau Yanuar berjalan-jalan pada saat pembunuhan itu. Dugaannya, siapa lagi yang berjalan pada saat pembunuhan selain si pembunuh,'' urainya.

Siti Humaiyah, baby sitter keluarga, mengungkapkan, sebagai agen Sari Roti, Seniwati mempunyai 11 karyawan yang selalu berkeliling. Plus, satu karyawati yang mengurusi pembayaran. Total orang luar -selain keluarga pasangan Yanuar- yang menginap di situ ada sebelas. Yakni, delapan pedagang keliling, satu pembantu, satu baby sitter, dan satu karyawati bagian keuangan. Baby sitter menginap di kamar depan, berdekatan dengan kamar anak. Pembantu menginap di belakang. Sedangkan delapan pedagang keliling tidur di sembarang tempat. ''Kadang tidurnya ya di dapur. wWis pokoke sembarang,'' kata Humaiyah.

Dari fakta-fakta tersebut, polisi kemudian merekonstruksi dugaan apa yang terjadi pada malamnya. Dari analisis polisi, yang pertama dibunuh Yanuar adalah Seniwati. ''Secara logika, tentu saja yang dibunuh pertama tentu yang dewasa. Kalau yang kecil dulu, pasti yang dewasa terbangun dan ada perlawanan berat,'' kata Kapolwiltabes Surabaya Kombespol Bambang Suparno.

Polisi menduga bahwa Yanuar membekap istrinya dengan bantal, sebelum menggoroknya dengan pisau kecil yang tajam. Ini bisa dilihat dari lebam dan luka di mulut (karena dibekap) dan luka-luka di pipi dan dada (karena meronta-ronta melawan).

Setelah Seniwati "dibereskan", giliran si bungsu Christephen. Sadisnya, Christephen dieksekusi dalam kondisi masih tidur tertelungkup. Dengan dingin Yanuar sempat mengganti pisau kecilnya (yang baru dipakai untuk mengeksekusi Seniwati) dengan pisau dapur besar.

Tanpa banyak babibu, Yanuar membacokkan pisau besar itu ke leher mungil Kevin. ''Saking kerasnya, semua urat putus dan tulang lehernya sampai sedikit rompal,'' kata orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya itu.

Selanjutnya, Yanuar berjalan ke arah Yonatan, putra sulungnya, yang juga diduga masih tertidur. Leher bagian kanan Yonatan pun digoroknya.

Setelah itu Yanuar memutuskan menghabisi dirinya sendiri. Tidak seperti saat membantai keluarganya yang berlangsung cepat, Yanuar diduga kesulitan menghabisi nyawanya sendiri. Pertama, dia mencoba menyayat pergelangan tangan kirinya. Mungkin, karena takut, Yanuar menghentikan usaha itu. Dia lantas menusuk dadanya dua kali. Lagi-lagi, diduga karena takut, dia tak sanggup menusukkannya begitu dalam. Selanjutnya, dengan mengeraskan tekad, dia menusuk perutnya sendiri hingga ususnya terburai. Namun, tetap saja itu belum mematikannya.

Karena kesakitan, Yanuar sempat berhenti sebentar. Diduga Yanuar kemudian menuliskan kata-kata, "aku diakalin orang saja", dengan darahnya sendiri di tembok. Setelah itu, dia menggorok lehernya sendiri.

Pada gorokan pertama, Yanuar tetap belum juga tewas. Untuk mengakhiri penderitaannya, dia sekali lagi menggorok lehernya. Tak lama kemudian Yanuar tewas.

Apakah urutan kejadian itu sudah menjadi kesimpulan final? Kapolwil mengatakan itu masih dugaan sementara. ''Kalau ada bukti baru lagi, tentu saja arah penyelidikan kami berubah,'' urai lulusan Akpol 1980 tersebut.

Hanya, keterangan sejumlah saksi justru menguatkan dugaan sementara polisi. Menurut seorang karyawan laki-laki yang tidur persis di lantai sebelah kamar tersebut, sekitar pukul 00.00 Yanuar keluar. Setelah itu dia mondar-mandir seperti gelisah, sebelum kemudian masuk kamar lagi.(ano/aga)

Minggu, 21 September 2008

Kenangan gak penting

Lagi cari video tentang ulang tahun di You Tube, eh ketemu video ini

Buat saya video ini memeliki kenangan yang...gak begitu indah sih, cuma ya tetap ingat aja. Waktu itu di Makassar, gue and temen-temen ngikuti acara yang diadakan oleh SoeRabaya Consulting Group, yang dipimpin pak Arif. Di acara itu, seluruh peserta diwajibkan mengikti gerakan di video itu. Cukup membuat terhibur, walau pun sebenarnya tidak ada hubungannya dengan acara utama. Dan bayangkan, gerakan bodoh itu dilakukan pula oleh orang-orang yang memiliki harta dan jabatan, misalnya pak Hendy pemilik Kebab Turki.
http://www.babarafi.com/.

Mungkin saat ini mereka menyesal melakukan hal bodoh itu. Heheheh.

Kamis, 04 September 2008

Dagelan hukum

Berita di kompas Selasa, 01 Juli 2003:
http://64.203.71.11/kompas-cetak/0307/01/utama/402108.htm

Amrozi Dituntut Hukuman Mati

Denpasar, Kompas - Menjelang ulang tahunnya yang ke-41 pada 5 Juli mendatang, Amrozi bin H Nurhasyim mendapat hadiah pahit di persidangan di Aula Gedung Wanita Nari Graha Renon, Denpasar, Bali, Senin (30/6). Dalam berkas tuntutan setebal 269 halaman, Jaksa Penuntut Umum Urip Tri Gunawan meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana mati bagi terdakwa perkara peledakan bom di Bali tersebut.

Setelah melewati 12 kali persidangan sejak 12 Mei 2003 dan mendengar keterangan 55 saksi serta membaca kesimpulan tiga berkas pemeriksaan acara (BAP) dari tiga terdakwa lain, tim jaksa berpendapat, terdakwa dari Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, ini secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana terorisme peledakan bom di Bali pada 12 Oktober 2002.

"Kami, jaksa penuntut umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan ketetapan perundang-undangan yang bersangkutan, menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Amrozi bin H Nurhasyim dengan pidana mati," ujar Urip, kemarin petang. Sidang pembacaan tuntutan ini berlangsung lebih dari tujuh jam, dimulai pukul 09.05 dan berakhir pukul 16.55.

Lima tahun kemudian tepatnya Kamis, 4 September 2008
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/04/12183236/urip.divonis.20.tahun.penjara.dan.denda.rp.500.juta

Urip Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

JAKARTA, KAMIS — Terdakwa kasus dugaan suap jaksa, Urip Tri Gunawan, divonis 20 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Urip terbukti menerima suap 660.000 dollar AS dari kerabat bos Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Artalyta Suryani, dan memeras mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn Jusuf.

"Menyatakan terdakwa Urip Tri Gunawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melanggar Pasal 12 huruf b dan e UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001. Oleh karenanya, menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp 500 juta," ujar Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto sebelum mengetuk palu di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/9).

Hhihihih lucu lucu. Klo gitu waktu nuntut dulu harusnya gak sah. Wong ternyata dia tidak memiliki jiwa yang sehat, ternyata berjiwa penjahat. Tanya ken apaa......

Rabu, 03 September 2008

Komentar atas Tehnik Kepemimpinan Jawa dalam Pribadi Barack Obama

Pada salah satu milis yang saya ikuti, ada kiriman artikel dengan judul Tehnik Kepemimpinan Jawa dalam Pribadi Barack Obama.
Ada beberapa yang menggelitik hati saya untuk mengomentarinya. Namun karena milis tersebut bukan milis politik, maka lebih baik saya mengomentarinya di blog saya sendiri.

Tehnik Kepemimpinan Jawa dalam Pribadi Barack Obama

Ditulis oleh: Vincent Liong dan Anton Widjojo
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Kamis, 4 September 2008

Dalam budaya Jawa, pemimpin itu adalah karena suratan nasib, dan didukung oleh orang-orang yang ingin dipimpin oleh dirinya. Seorang pemimpin dari dalam lubuk hatinya tidak pernah ingin dan merasa layak untuk menjadi pemimpin. Bahkan untuk menghindari bahwa ia diharuskan memimpin, ia akan menceritakan segala kekurangannya, keterbatasannya, dengan harapan tidak dituntut untuk memimpin. Bilamana masyarakat tetap berkehendak agar dia yang memimpin, maka ia akan meminta bantuan dari rakyat agar dirinya dapat memimpin dengan benar.

Dalam kasus calon presiden Amerika yang bernama Barack Obama, yang pernah mengalami sebagian masa kecil di Jakarta dan memiliki ayah tiri yang adalah orang Indonesia; tampak sekali pengaruh pola kepemimpinan budaya Jawa.

Bila dijabarkan lebih jauh, point-pointnya sbb:

* Kedaulatan Rakyat; Dalam sistem ini bagaimana rakyat itu mendaulatkan kekuasaan kepada pemimpin dengan rasa percaya, rasa kerjasama dan kompromi. Sehingga pemimpin itu bisa membawa negara bersama-sama rakyat, untuk bergerak secara terorganisasi demi mencapai cita-cita bersama.
Setuju, ini penting. Rakyat menyerahkan kekuasaan pada pemimpin dengan rasa percaya. Kompromi? Perlu sebuah ketegasan agar sesuatunya bisa berjalan.

* Pemimpin itu tidak perlu menonjolkan ambisi dan kelebihannya walaupun dirinya memiliki sekian banyak kelebihan. Melainkan hanya menjalankan keinginan rakyat bukan keinginannya
sendiri.
Sepertinya ini sebuah kesalahan. Seorang pemimpin hanya menjalankan keinginan rakyat? Jadi pemimpin itu = boneka. Bukankah arti pemimpin adalah orang yang memimpin, yang mengarahkan, yang mengantur. Di sebuah perusahaan apakah seorang pemimpin (Direktur) menjalankan usahanya atas keinginan para karyawan? Tentu tidak. Pemimpin harusnya memiliki kemampuan di atas rata-rata rakyatnya. Dia harusnya bisa berpikir selangkah lebih maju dari rakyat-rakyatnya. Seandainya di sebuah tempat mayoritas rakyatnya bodoh, bukankan tugas seorang pemimpin untuk membuat rakyatnya pintar? Masa dia menuruti kata-kata bodoh dari rakyat yang bodoh?

* Tanggungjawab kemajuan dan keutuhan negara bukan sekedar tanggungjawab pemimpin, melainkan tanggungjawab bersama; pemimpin dan masyarakatnya.
Tentu saja tanggung jawab kemajuan dan keutuhan adalah tanggung jawab pemimpin. Jika sebuah negara menjadi turun derajatnya, maka yang paling patut disalahkan adalah pemimpinnya. Jika memang dia memiliki arah jelas dapam membangun suatu negara, kenapa tidak dijalankan? Jika alasannya karena rakyat tidak mau menjalankan, itu juga merupakan kesalahan seorang pimimping. Tidak dapat mengendalikan rakyat!!!

* Pemimpin juga ikut mengajak rakyat untuk memikirkan bagaimana sulitnya mengambil suatu kebijaksanaan, sehingga dengan cara demikian tidak akan pernah ada janji-janji kosong.
Harusnya tidak pernah ada janji-janji kosong! Karena jika hanya bisa maju memimpin jika memang sifatnya mulia. Bukan pembohong

* Pemimpin memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memberikan ide, input; untuk pembaharuan demi kemajuan bersama. Sehingga lebih cepat terjadi pembaharuan.
Untuk itu harus berpihak pada rakyat, dan tentu merakyat. Bantu lah rakyat maka rakyat akan membantu mu.

* Pemimpin bisa memberikan kepada rakyatnya suatu pengharapan akan masa depan yang lebih baik, dengan adanya pengharapan maka semangat orang akan terbangun.
Makanya pemimpin harus memiliki inisiatif dalam bertidak, bukah hanya mengikuti kemauan rakyat!

Sistem ini membuat perjalanan seorang pemimpin dalam memimpin negara menjadi lebih mudah, persatuan kesatuan, rasa kebersamaan dan tanggungjawab dipikul bersama sehingga tidak ada saling menyalahkan lagi. Semangat berjuang membangun untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
Perlu dibuat suatu sistem yang dapat menyatukan seluruh rakyat. Sistem kompromi berlebihan terhadap rakyat akan menjerumuskan negara ini. Sistem ini menjadikan negara tidak akan maju, karena semuanya harus di kompromikan pada rakyat. Pemimpin harus tegas dalam menjalankan keputusan yang telah dibuatnya, walau itu menyakitkan rakyat. Jika nantinya menjadi rakyat yang lebih baik dan beradab mengapa tidak? Seperti pahitnya obat untuk kesembuhan.
Harusnya kita kembali pada tujuan awal kemerdekaan ini. Yaitu Pancasila. Sebuah negara yang berdasarkan pada Tuhan, pada Agama. Bukan negara sekular. Mana ada agama yang memperbolehkan pelacuran? Perjudian? dll. Tapi nyatanya masih bisa kita saksikan dengan mudah.
Dengan pancasila negara menjadi negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Harusnya tidak ada lagi demo-demo buruh, karena buruh dianggap sebagai rekan kerja, bukan sebagai budak. Tidak adalagi kelaparan, karena negara akan mengeluarkan peraturan yang mengharuskan orang yang mempunyai harta lebih untuk membagi kepada orang yang tidak mampu.
Negara adalah negara yang bersatu, bukan hanya kumpul jadi satu. Tetapi bersatu. Tidak adalagi penjilat-penjilat atas kepetingan asing.
Negara juga menggunakan azaz musyawarah untuk mufakat, bukan mekanisme voting. Voting adalah representasi suara mayoritas, tetapi belum tentu suara yang benar. Dengan musyawarah, maka dapat dilakukan suatu tukar pikiran, dimana yang salah di benarkan, bukan sebaliknya yang benar kalah dengan mayoritas yang salah.
Terkahir, negara menjamin adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Tidak ada lagi rasisme di segala bidang termasuk pekerjaan. Tidak ada lagi pelecehan terhadap orang-orang kecil oleh para hartawan. Tidak ada lagi gap antara perbedaan suku.



Minggu, 31 Agustus 2008

Met Berpuasa



Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan Syahrul Mubarok.
Kami Shindu dan Keluarga Mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa.

Selasa, 19 Agustus 2008

Bahaya di Google

Di kantor saya sedang ngerjain riset replikasi dengan MySQL. Gampang sih, cuma karena belum pernah ya harus cari-cari info di internet. Tentu saja andalannya om Google. Hari ini lagi butuh info mengenai parameter replicate-do-table. Ketik di toolbar google nya firefox, trus muncul hasil


Link pertama dan kedua ok-ok aja, tapi begitu klik link ke 3! Benar-benar jurang! Langsung keluar halaman atau kadang msgbox yang mengatakan bahwa komputer kita terkena virus.


Alamat di web browser nya adalah http://scanner.antivir64.com/?aff=1064, jika kita klik dimana pun atau klik silang untuk menutup "dialog" maka langsung melakukan download file

Wah untung proses download tidak otomatis, jika otomatis bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.
Saya ingin melaporkan bahaya situs ini, tapi bagaimana caranya ya? Bisa banyak korban, karena berada di urutan no 3 hasil pencarian google.