Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 03 Juli 2014

Waspada Billing Internet AXIS


Saya pengguna internet axis lebih dari 3 tahun. Selama itu saya menggunakannya tanpa masalah. Koneksi cukup cepat dan tanpa hambatan. Namun setelah masuknya operator XL sebagai pemilik Axis berbagai masalah mulai muncul. Seperti signal yang sering terganggu, dan terakhir yang paling menjengkelkan adalah billing internetnya yang "mengerikan". Mengapa saya bilang mengerikan? Karena billing tersebut ngaco. Hanya dalam waktu 2 hari penggunaan internet sudah mencapai FUP. Suatu hal yang sangat janggal dimana selama 3 tahun penggunaan internet selama satu bulan maksimal hanya lebih kira-kira 10% dari batas FUP. Pada bulan lalu (juni 2014) penggunaan internet sudah mencapai 11GB lebih, padahal di cek via data usage di android penggunaan masih dibawah 1GB. Kemudian saya komplain habis-habisan via email atau chat. Pertama komplain ke axis, namun tanggapannya sangat-sangat mengecewakan. Malah waktu chat, CS mendisconect chat. Kemudian saya coba komplain via XL. Kali ini penanganannya lebih baik. Beberapa kali saya di telpon oleh CS dan via email. Namun jawaban mereka masih belum memuaskan. Mereka tidak memberikan penjelasan mengenai kenapa penggunaan bandwidth seperti itu. Saya tetap tolak jawaban mereka dan meminta list pembuktian bahwa saya memang menggunakan internet sebanyak 11 GB lebih. Di blog-blog saya baca kita bisa meminta list aktivitas browsing jika datang ke gerai XL. Namun jawaban email mereka tidak mengatakan seperti itu.

Mungkin karena sudah gerah dengan komplain saya, akhirnya XL memberikan penawaran untuk mengganti paket internet dengan yang baru (reset) tanpa biaya. Ok, saya terima. Sekalian saya ingin cek apakah penyakit billing masih bermasalah. Maka dengan blog ini saya akan monitor day-by-day.

Hari ke-2: Paket aktif sejak 3 Juli 2014 16.31 terlihat per tgl 4 juli sudah sampai 406 MB, namun hasil pengukuran andorid hanya 13 MB! (31x lipat)



Hari ke-3: Pada tanggal 5 Juli penggunaan naik 100MB menjadi 500MB an dalam 1 hari.
Sedang pengukuran dari HP menunjukkan masih 53MB an (10x lipat lebih kecil dari laporan axis).



Hari ke-5, per tanggal 7 Juli 2014 saya ukur kembali. Hasilnya:
Penggunaan paket internet sudah lebih dari 50% kuota yaitu 940.7 MB.
Sedang hasil pengukuran via HP masih menunjukkan  102 MB (9x lipat lebih kecil dari yang dilaporkan)


Hari ke-8, per tanggal 10 Juli 2014:
Sudah mencapai 1.44 GB dengan perbandingan data usage via HP hanya 192 MB

Hari ke-14, per tanggal 16 Juli 2014:
Sudah mencapai 2.14 GB dengan perbandingan data usage via HP hanya 265MB.
Kenaikan 100MB pada hitungan HP, namun hampir 1GB pada hitungan billing internet axis.
Pada grafik usage juga terlihat kenaikannya mulai melandai, menandakan bahwa kecepatan intenet telah turun.


Hari ke 15, per tanggal 17 Juli 2014 (1 hari) pertambahan data sesuai hitungan android adalah hanya 16MB, namun hitungan di billing axis mencapai 80MB. Total penggunaan versi android vs axis 1:8 (axis menghitung lebih besar 8x lipat).




Hari ke 19, 21 Juli 2014. Saya mencoba komplain via XL Center. Berharap mendapatkan solusi jitu, minimal mendapatkan list akses saya ke situs apa saja. Namun apa dikata, ternyata hanya diberikan penggantian kartu dengan logo XL, namun tidak efek apa-apa terhadap akses internet. Internet tetap lambat.
Dengan internet selambat itu ternyata pada billing axis bertambah  210MB. Wah banget itu, bisa download 200BM an dengan kondisi internet seperti ini. Karena kartu saya diganti, maka data usage monitor ter reset. Hasil data usage: 32.60 MB sejak tanggal 19 Juli 2014 pukul 17.10

Hari ke 20, 22 Juli 2014. Kondisi akses internet sudah sangat sulit. Hanya WA dan BBM yang bisa digunakan. Sehingga membuat malas untuk browsing. Dengan kondisi seperti itu maka seharusnya tidak ada pertambahan data yang signifikan.
Dari data billing axis, ternyata bertambah 0.04 GB (~40 MB) , sedang versi hitungan android bertambah sekitar 9 MB. Ternyata billing masih selisih 4x lipat.

Hari ke 21, 23 Juli 2014. Hari ini sangat sedikit akses internet, karena koneksi data baru dinyalakan sekitar jam 04:00 sejak jam 19:00
Dari laporan billing axis penambahannya adalah 0.02GB (~20MB) sedang versi internal penambahannya hanya 7MB. Jadi tetap selisih hampir 3x lipat perhitungannya.

Hari ke-22, 24 Juli 2014. Hasil billing internet axis menunjukkan kenaikan sebesar 0.03 GB (~30MB)
Dibandingan dengan hasil perhitungan internal ada kenaikan sebesar 21 MB. Cukup mendekati.
Semoga saja akan normal.
 

Hari ke-25. Hasil report di axis saya sudah mencapai 3.33 GB, naik sekitar 0.81 GB (~810 MB).
Dicek secara internal hp hasilnya  dari 70.95 naik menjadi 185MB (naik 114 MB). Kali ini perhitungan kacau lagi yaitu selisih 8x lipat.

 

Hari ke-26 penggunaan internet sesuai billing axis bertambah  0.25 GB (~250MB). Sedang sesuai report internal android bertambah 18MB. Berarti kesalahan hitungnya sekitar 13x lipat.

 

Hari ke-27 penggunaan internet via axis.net mencapai 3.68GB atau  naik sebesar  0.1 GB (~100MB), namun hasil perhitungan internal android hanya naik 30 MB. Berarti selisihnya lebih dari 3x lipat. 
Selisih ini menurun dibanding 2 hari sebelumnya.

 

Hari ke-28 penggunaan internet axis mencapai 3.94 GB, bertambah sekitar 0.26GB atau sekitar 260 MB. Sedang sesuai hitungan internal bertambah hanya 22 MB (selisih 11x)

 

Hari ke-29 internet sudah tercatat diaxis digunakan sampai 4.36GB (naik setara 420 MB).
Sedang menurut perhitungan internal hanya naik 17 MB (selish 25x)
Ternyata selisihnya makin besar di akhir masa valid.

 

Dengan hasil akhir seperti ini, kesimpulannya sistem billing axis masih kacau balau dan merugikan konsumen. Untuk internet bulan depan saya putuskan untuk mencoba provider lain.



Kamis, 24 April 2014

Dynamic AX 2012: BO tidak dapat di RAF

Hallo, ini postingan pertama tentang AX.

Ada sebuah BO. Sudah ada journal beberapa journal RAF yang diposting. Namun saat akan menjadikan BO menjadi status Report as Finished, muncul error:

Quantity n cannot be received because inventory transactions with status Registered are insufficient.

Dicek pada Inventory Transaction (InventTrans) ternyata ada transaksi sebanyak n dengan status Registered. Jadi pesan error tersebut harusnya tidak ada.

Namun setelah di telusuri lebih lanjut, ternyata InvenTrans tersebut telah di reference oleh lot lain.

Padahal tidak ada lot tersebut. Kemungkinan karena lot tersebut/reference transaction nya sudah di hapus.

Solusi untuk masalah ini yang saya lakukan adalah menghapus Inventoryreference dan Inventory Number (LOT)

Minggu, 09 Maret 2014

Object Oriented Programming (OOP) di dunia nyata

Sewaktu kuliah dulu di ITATS, sangat banyak mahasiswa yang masih bingung dengan konsep OOP. Memang di kuliah semua ilmu diajarkan sebagai bentuk teori. Kalau pun ada praktek, namun berupa praktek yang mengikuti dari acuan buku tanpa bisa mengerti apa yang sebenarnya dikerjakan.

(Sok tau mode: ON)

Konsep

Konsep OOP adalah konsep dimana saat membuat program kita berpikir seperti membuat benda nyata. Ya seperti membuat kerjinan tangan. Dulu sebelum ada OOP, programming berkonsep struktural dan procedural. Yaitu berbasis pada function-sub prosedur kecil-kecil. Tujuannya utamanya agar program dapat di trace dengan lebih mudah. Selain itu jika ada perubahan pada suatu fungsi, programmer bisa langsung mengubah pada fungsi tersebut. Kalau di dunia nyata, dapat dianggap seperti cerita novel. Dimana dalam satu buku terdapat beberapa BAB, dimana tiap BAB membahas hal tertentu namun masih bisa disatukan dalam satu buku.  

Berbeda dengan konsep OOP, dimana programmer dibuat berpikir secara object. Membuat aplikasi bisa diibaratkan merakit komputer. Dalam tampilan general, yang terlihat adalah 1 set PC. Agar PC tersebut dapat digunakan dengan sempurna, maka harus ada: Monitor, Computer, Keyboard, Mouse. Pada bagian Computer jika dilihat lebih dalam harus ada: Main board, Processor, Memory, VGA, PSU. Nah, pada konsep OOP setiap part tersebut adalah object. Untuk setiap object programmer harus membuat code-code sehingga object tersebut siap digunakan oleh component/object lain di atasnya.

Istilah-istilah di OOP

Dalam OOP ada beberapa istilah penting, yaitu: class, interface, inheritance, method, overrides.
Class adalah object. Benda  yang sedang dibuat. Jika mengambil analogi PC tadi, maka class adalah component-component pc. Sedang interface, adalah jenis dari benda. Bisa dikatakan sebagai object secara umum. Jika keyboard PS/2 disebut class, maka interface nya adalah Keyboard. Setiap PC butuh keyboard, tapi tidak dijelaskan keyboardnya itu PS/2, Serial, atau USB. Interface dibuat untuk design awal dari object/class. Pada design interface kita perlu memikirkan input/output apa yang akan timbul pada sebuah class. Tetapi tidak perlu memikirkan detail bagaimana proses input/output yang dilakukan. Yang penting butuh input A dengan output B, terserah nanti B = A*100 atau B= A/100. Interface sangat penting jika kita merencanakan sebuah aplikasi yang nantinya dapat berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya ya keyboard itu. Dari jaman awal munculnya PC, keyboard sudah di design harus ada di tiap PC. Perkembangannya muncul dari Keyboard serial sampai keyboard wireless. Contoh penggunaan interface di program: Aplikasi yang mensuport multi database engine.

Inheritance adalah penurunan sifat atas suatu object. Contoh: terdapat object Keyboard Standart. Dibutuhkan sebuah Keyboard Multimedia dimana ada semua fungsi keyboard umum namun ditambah fungsi multimedia. Untuk membuat keyboard multimedia ini, tidak perlu membuat dari awal. Cukup menurunkan sifat keyboard standart ditambah fungsi multimedia. Keuntungan metode ini adalah programmer tidak perlu coding ulang/copy paste object keyboard standart, namun tinggal menambahi fungsi-fungsi baru. Selain itu, ketika object keyboard standart terjadi modifikasi (contoh tiba-tiba ada tombol baru), maka object-object turunannya akan ikut berubah. Jadi tidak perlu coding hal yang sama di banyak object.

Method diartikan sebagai fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu object. Contoh Keyboard memiliki fungsi tombol A, B, dst. Method juga dapat diartikan jalan input/output.

Overrides adalah pengambilalihan fungsi dari object/class induk oleh class anak. Contoh pada object USB port. Fungsi standartnya tidak ada, namun akan berbeda-beda tergantung object yang menggunakannya.