Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 29 Januari 2008

Jadwal 'Puasa Sunnah'

Berikut adalah jadual 'Puasa Sunnah' sesuai penanggalan Masehi. Tahun 2008.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.


2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - 'shaumul biidh' -


Yakni pada tanggal 13.14.15 - penanggalan Islam - (saat bulan purnama).
- 22, 23, 24 Januari 2008 / Muharram 1429 H
- 20, 21, 22 Februari 2008 / Shafar 1429 H
- 21, 22, 23 Maret 2008/ Rabi'ul Awwal 1429 H

- 20, 21, 22 April 2008/ Rabi'ul Akhir 1429 H
- 19, 20, 21 Mei 2008/ Jumadil Awwal 1429 H
- 17, 18, 19 Juni 2008/ Jumadil Akhir 1429 H
- 16, 17, 18 Juli 2008/ Rajab 1429 H
- 15, 16, 17 Agustus 2008/ Sya'ban 1429 H


Puasa Ramadhan 1429 H : 1 September 2008 - 30 September 2008.


- 13, 14, 15 Oktober 2008/ Syawwal 1429 H
- 11, 12, 13 November 2008/ Dzulqa'idah 1429 H

- 12, 13 Desember 2008/Dzulhijjah 1429H.
11 Desember 2008 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1429 H.
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa.

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.


Antara 11 Desember 2007 - 9 Januari 2008 / Dzulhijjah 1428 H
Antara 29 November 2008 - 28 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 7 Desember 2008/ 9 Dzulhijjah 1429 H


Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah/ 8 Desember 2008
Hari tasyriq - 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 9, 10, 11 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H



4. Puasa bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 (tiga) hari - tanggal 9,10,11 Muharram.

Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu'a dan 'Asyura )
Yakni : 18, 19, dan 20 Januari 2008/ Muharram 1429 H.


5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban.

Antara 3 Agustus - 31 Agustus 2008.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.

Antara 2 Oktober - 29 Oktober 2008.


Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal - 1 Oktober 2008.


7. Puasa Daud - berpuasa berselang-seling.

Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.

Ringkasan - Referensi :

Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Penanggalan Tahun 2008 - Penerbit Gema Insani.

Minggu, 27 Januari 2008

Customisasi Proses iReport dengan Scriptlet

Kemarin saya mendapat request pembuatan report baru. Yang dimaksud report adalah iReport nya Jasper. Report baru ini modelnya seperti kartu stok, tetapi produk yang ditampilkan tidak berurutan. Di kartu stok kan hanya menampilkan pergerakan satu produk dari tanggal sekian ke tanggal sekian. Jika pun ada lebih dari satu produk, maka pasti di group per produk, sehingga antara produk satu dengan yang lain tidak bercampur. Nah, report baru ini, modelnya group per Invoice, sehingga produk pasti bercampur.

Produk
Jual
Saldo
Petis ABC
100
1000
Kecap ABC
200
550
Petis ABC
300
700
Kecap ABC
500
50
Contoh Tampilan

Wah, lumayan sulit ini. Jika hanya menggunakan query, sepertinya gak bisa. Mungkin bisa sedikit permainan di iReport? Kalau kartu stok sih bisa bikin saldonya karena urut (tidak lompat-lompat). Ya di urutin juga donk! Wah tidak bisa, soalnya di group per nomor Order. Ada beberapa usul dari rekan-rekan. "Coding di Java, jadi report nya terintegrasi di Adempiere". Atau, "Pake cursor aja di postgres nya. Jadi tinggal panggil fungsi langsung jadi data mateng". Wah kalau coding di Adempiere, nantinya jadi gak customable lagi. Ubah report, ubah source code, dan akhirnya update program ke client-client di cabang. Opsi kedua, pakai cursor? Pertama, saya belum pernah sama sekali membuat script di database (di SQLServer saja belum pernah, apalagi di Postgres). Kedua, debugnya sulit setengah mati. Ketiga, maintenance juga repot karena jika update report harus update database. Sempat terlintas ide untuk menggabungkan keduanya, yaitu membuat function dalam PLJava. Mudah dalam programingnya dan terintegrasi di database. Tapi saya masih kurang sreg dengan cara ini....

Di saat pusing itu, tiba-tiba teringat bahwa di iReport terdapat Scriptlet. Suatu fasilitas untuk customisasi proses pengisian data. Karena iReport menggunakan Java, maka scriplet put menggunakan pure Java. Scriptlet di iReport adalah dalam bentuk satu class yang diturunkan dari obyek it.businesslogic.ireport.IReportScriptlet. Ada beberapa method yaitu:
  • afterColumnInit
  • afterDetailEval
  • afterGroupInit
  • afterPageInit
  • afterReportInit
  • beforeColumInit
  • beforeDetailEval
  • beforeGroupInit
  • beforePageInit
  • beforeReportInit
Kita dapat melakukan customisasi proses-proses diatas dengan bebas. Untuk mengakses field-field, variable atau paramter, kita tinggal menggunakan fungsi:
getFieldValue("")
getVariableValue("")
getParameterValue("")


Sedang untuk mengeset, tinggal ubah get menjadi set, dan parameter fungsi ditambah dengan value yang akan di masukkan. Selain itu, kita dapat menambah fungsi sendiri di dalam class Scriptlet nya, dan untuk mengakses fungsi tersebut dengan cara:
$P{REPORT_SCRIPTLET}.()

Untuk menggunakna scriptlet di iReport, kita harus menambah tools.jar di classpath iReport (tools.jar terdapat di JAVA_HOME\lib). Setelah itu, kita dapat menggunakan scriptlet editor milik iReport.


Tampilan Scriptlet Editor

Selain menggunakan internal editor, kita juga dapat menggunakan editor lain dan menggunakan langsung binnary class nya. Namun kita harus mengcopy binnary class pada folder cache iReport setiap kali kita mengubah scriptlet, karena ketika kita mencompile report di iReport, scriptlet tidak ikut terkompile ulang.

Contoh Scriptlet:
import net.sf.jasperreports.engine.*;
import java.util.*;
import java.math.*;

public class testScriptlet extends it.businesslogic.ireport.IReportScriptlet {

/** Creates a new instance of JRIreportDefaultScriptlet */
private HashMap saldo;
private BigDecimal lastSaldo;
public testScriptlet() {
saldo = new HashMap();
lastSaldo = new BigDecimal(0);

}
public BigDecimal getLastSaldo(){
return lastSaldo;
}

/** Begin EVENT_AFTER_COLUMN_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void afterColumnInit() throws JRScriptletException
{
super.beforeColumnInit();
}
/** End EVENT_AFTER_COLUMN_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_AFTER_DETAIL_EVAL This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void afterDetailEval() throws JRScriptletException
{
super.afterDetailEval();
}
/** End EVENT_AFTER_DETAIL_EVAL This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_AFTER_GROUP_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void afterGroupInit(String groupName) throws JRScriptletException
{
super.afterGroupInit(groupName);
}
/** End EVENT_AFTER_GROUP_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_AFTER_PAGE_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void afterPageInit() throws JRScriptletException
{
super.afterPageInit();
}
/** End EVENT_AFTER_PAGE_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_AFTER_REPORT_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void afterReportInit() throws JRScriptletException
{

}
/** End EVENT_AFTER_REPORT_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_BEFORE_COLUMN_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void beforeColumnInit() throws JRScriptletException
{

}
/** End EVENT_BEFORE_COLUMN_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_BEFORE_DETAIL_EVAL This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void beforeDetailEval() throws JRScriptletException
{
BigDecimal prd = (java.math.BigDecimal)getFieldValue("kode_produk");
BigDecimal stok = (java.math.BigDecimal)getFieldValue("stok");
BigDecimal trans = (java.math.BigDecimal)getFieldValue("trans");
if(!saldo.containsKey(prd))//Berarti blm ada stok
saldo.put(prd,stok);
//
BigDecimal tmpStok = (BigDecimal) saldo.get(prd);
stok = tmpStok.add(trans);
saldo.remove(prd);
saldo.put(prd,stok);

lastSaldo = (BigDecimal) saldo.get(prd);
}
/** end EVENT_BEFORE_DETAIL_EVAL Please don't touch or move this comment*/

/** End EVENT_BEFORE_DETAIL_EVAL This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_BEFORE_GROUP_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void beforeGroupInit(String groupName) throws JRScriptletException
{

}
/** End EVENT_BEFORE_GROUP_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_BEFORE_PAGE_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void beforePageInit() throws JRScriptletException
{

}
/** End EVENT_BEFORE_PAGE_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
/** Begin EVENT_BEFORE_REPORT_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */
public void beforeReportInit() throws JRScriptletException
{

}

/** End EVENT_BEFORE_REPORT_INIT This line is generated by iReport. Don't modify or move please! */

}

Pengumuman

Blog Gue!Shindu menyatakan:

USAZionistBritish
sebagai POROS IBLIS

Ehud OlmertGeorge W BushCondoleeza Rice
sebagai PENJAHAT PERANG (UTUSAN IBLIS)

CIAMossadMI5
sebagai ORGANISASI TERORIS / MEMBANTU TERORIS

Jika Anda menjumpai bendera, simbol, atau orang-orang di atas segera laporkan pada pihak kepolisian karena akan sangan berbahaya bagi keselamatan dunia.
Jika terpaksa, Anda boleh main hakim sendiri.
Waspadalah...waspadalah....

Kamis, 24 Januari 2008

Jalur Surabaya Kediri



Karena saya "berasal" dari Kediri, maka jalur Surabaya-Kediri sudah pasti merupakan jalur luar kota yang sering saya lalu. Entah itu dengan Bus, Mobil, atau Sepeda Motor. Bahkan dengan kereta api pun pernah. Jalur sepanjang kurang lebih 120km ini dapat ditempuh selama 2.5 jam jika menggunakan kendaraan umum, dan 2 jam jika menggunakan kendaraan sendiri (termasuk sepeda motor). Saya membagi jalur ini menjadi empat phase. Phase pertama Surabaya Mojokerto, kedua Mojokerto - Jombang, ketiga Jombang - Kertosono, dan terakhir Kertosono - Kediri.
Klo naik sepeda motor, maka di tiap phase tersebut ada keunikan sendiri. Phase SBY-MJK adalah phase full kendaraan. Karena biasanya jalan masih rame dan udara terasa panas. Kualitas jalan juga buruk, tetapi kemarin saya terkahir lewat sudah di aspal baru (Jalur pinggir kali antara Kiran - Mojokerto). Syukur deh, padahal dulu sangat tidak menyenangkan dan tidak aman melalui jalur itu. Di jalur ini kecepatan motor rata-rata 60 - 100 km/jam. Range nya lebar karena jalur ini banyak tikungan tetapi lebar.

Phase kedua dimulai setelah keluar "tol (bekas)" Mojokerto. Di phase ini ada dua daerah yang saya sebut "Jalan 100km/jam", yaitu setelah jembatan timbang Trowulan sampai jembatan sebelum Mojoagung. Jalur ini sedikit sekali belokan, selain itu juga ada pembatas jalur, dan tiap jalur memiliki 3 lajur. Di jalur ini dijamin para pengendara motor memacu kendaraannya secara maksimal (terutama yang suka ngebut). Saya sudah pernah coba 4 jenis motor di jalur ini, Kaze, Smash, Shogun 125 lama, dan ZX130. Untuk Kaze saya ga tau kecepatan berapa mentoknya, soalnya gak ada spedometer :) Klo smash, mentok di 100km/jam. Sedangkan Shogun 125, saya berani geber sampai 110km/jam. Terakhir, ZX130 ku mampu melaju lebih dari 120Km/jam. Namun kemarin hanya mampu sampai 120 km/jam. Kira-kira saya berkebut ria sekitar 20menit sampai akhirnya harus menurunkan kecepatan ketika masuk Mojoagung.
Setelah Mojoagung, kita masuk ke area "Jalan 100km/jam" bagian II. Di sini kondisi jalan juga bagus, lurus, dan lebar, dan berakhir di Peterongan. Setelah peterongan sampai keluar kota Mojokerto kondisi jalan ramai tapi santi. Enak lah buat melepas lelah setelah ngebut.

Phase III dimulai dari pertigaan jalur Bus. Kondisi jalan bagus tetapi tidak lebar. Di jalur ini seringkali Bus atau truck memakan jalur kita ketika akan mendahului kendaraan lain. Di trek ini kecepatan berkisar antara 80 s/d 100 km/jam. Perlu hati-hati saat melewati pasar Perak, karena seringkali orang-orang menyeberang sembarangan.

Phase terakhir adalah Kertosono - Kediri. Jalur ini sebenarnya jalur maut. Karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Jalurnya sempit, pas 2 lajur. Kondisi jalan pun buruk, bolong dan bergelombang. Selain itu ada beberapa titik jalan berkelok-kelok, yaitu di area Purwoasri. Di jalur ini saya biasanya jalan dengan kecepatan idle 80 km/jam. Mungkin gara-gara tubuh sudah capai dan udara yang segar. Tapi pernah juga sampai 120 km/jam karena ngejar new Shogun 125 :) Untuk pengendara yang melalui jalur ini harap selalu berhati-hati karena sering terjadi kecelakaan.

Selasa, 22 Januari 2008

Janji Bujang

Dulu sewaktu masih bujang, saya berjanji pada diri sendiri ketiga sudah menikah tidak akan menjadi malas untuk melakukan aktifitas rumah tangga yang biasanya dilakukan ketika masih bujang. Contoh ya cuci baju, strika, masak sendiri (kadang).
Tapi akhirnya...setelah menikah koq jadi malesss banget nyuci baju. Kadang hati ini beralasan kita gak ada waktu, capek. Sebenernya gak juga, kadang saya cuma nonton TV, atau tidur-tiduran.

Bener kata temen istri saya, "Halah teori". Hehehe bener juga.
Eh tapi jangan menyerah dengan kemalasan ya. Seorang suami harus membantu istrinya. Rasul aja membantu mencuci baju. Walau kita sesiangan bekerja, luangankan waktu untuk membantu istri. Ok.. :)

Kamis, 17 Januari 2008

Tahu dan tempe juga berbahaya...

Awas! Makanan Transgenik di Sekitar Kita... PDF Print E-mail

ImageTahukah Anda, jika tempe atau tahu bisa membahayakan kesehatan kita? Tempe dan tahu memang makanan khas Indonesia yang sarat gizi, dan cukup digemari. Namun, bisa jadi, makanan favorit semua kalangan itu terbuat dari kedelai transgenik. Kedelai transgenik adalah kedelai yang dikembangkan melalui proses rekayasa genetik. Proses rekayasa genetik dilakukan dengan menyisipkan sel asing ke dalam tumbuhan tersebut.

Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir, banyak produk pertanian impor yang merupakan hasil rekayasa genetik. Produk tersebut antara lain kedelai, jagung, dan kentang. Menurut YLKI, produk makanan transgenik dapat mengakibatkan kelambanan pertumbuhan dan kegagalan reproduksi bagi manusia. YLKI bahkan sudah melakukan pengujian terhadap produk-produk tersebut.


“Tahun 2002 lalu beberapa
tempe dan tahu kita uji. Kemudian (ditemukan) ada beberapa turunan lain. Itu positif transgenik. Tahun 2005 kita konsens ke produk kemasan dan kita temukan ada tiga sampel yang positif dua turunan kentang dan satu turunan jagung pada produk impor jadi. Ada (merek) Prinsley, Mister Potatoes, dan Honig. Dan itu dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat sama kegagalan di reproduksi,” kata Huzna Zahir dalam sebuah konferensi pers.

YLKI juga memaparkan bahwa pengujian terhadap produk makanan transgenik pernah dilakukan di Jerman. Percobaan itu dilakukan dengan memberikan makanan hasil rekayasa genetik terhadap tikus. Anak-anak tikus yang diberi makanan hasil rekayasa genetik memiliki peluang kematian enam hingga delapan kali lebih besar dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makanan produk rekayasa genetik.

“Kalau kita melihat potensi bahaya, penelitian di luar itu ada beberapa contoh yang biasanya dicobakan ke hewan tikus yang dilakukan beberapa kali ke tikus di Rusia. Anak-anak tikus yang diberi makan transgenik peluang matinya itu enam sampai delapan kali dari yang tidak diberi makanan mengandung transgenik,” tambahnya.

Menurut Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan, Husnia, semua produk kedelai impor asal Amerika Serikat merupakan kedelai transgenik. Dengan demikian semua produk turunan kedelai impor, seperti tahu,
tempe, kecap, dan tauco juga merupakan bahan makanan transgenik yang berbahaya.

Tempe gorengan, tempe yang Anda makan di rumah, keripik tempe yang dijual di Purwokerto, Bandung, tahu Sumedang, semua makanan yang mengandung kedelai ya berasal dari kedelai impor. Karena bahan baku untuk tempe, tahu yang ada di Indonesia dari kedelai impor. Kalau bahannya transgenik, produknya transgenik,” katanya kepada VHR.

Indonesia mengimpor produk transgenik seperti kedelai, jagung, dan kentang dari Amerika Serikat, Kanada, Argentina, dan Australia. Produk itu melenggang masuk ke Indonesia secara bebas, tanpa proses penelitian dan uji keamanan, sebagaimana impor beras dan gula.

Menurut Thamrin Latuconsina, Kepala Divisi Barang Modal Direktorat Impor Departemen Perdagangan, impor kedelai, jagung, ataupun kentang hanya dikenai bea masuk dan beberapa pajak.

“Selama ini, yang kita tangani beras dan gula itu biasanya dilakukan verifikasi di negara muat barang oleh surveyor yang ditunjuk oleh Menperindag. Kepada perusahaan yang bersangkutan, sebelum melakukan impor, harus barangnya diperiksa oleh surveyor. Dan surveyor menerbitkan laporan atas kebenaran barang tersebut baik jumlah, kualitas, atau aspek-spek lain di dalamnya. Kalau terhadap kedelai, kentang, itu impornya kita tidak atur. Itu impornya bebas. Mekanismenya bebas,” kata Thamrin.

Sebenarnya sudah ada perjanjian internasional mengenai perdagangan produk pertanian transgenik, yang tertuang dalam Convention of Bio Diversity atau Konvensi mengenai Keragaman Hayati. Namun, karena Amerika Serikat tidak mau menandatangani konvensi tersebut, negara itu tidak bisa diikat dengan konvensi ini.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak peraturan mengenai makanan transgenik. Dalam UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan Pasal 13 Ayat (1) menyebutkan bahwa pangan rekayasa genetika wajib diperiksa keamanannya sebelum diedarkan. Ini diikuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Pasal 35 Ayat (1) PP tersebut mewajibkan pencantuman keterangan “pangan rekayasa genetika” untuk pangan transgenik.

Pemerintah
Indonesia sebenarnya sudah menandatangi Protokol Cartanegra mengenai keamanan hayati. Indonesia juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik. Peraturan ini mengamanatkan berdirinya komite keamanan pangan transgenik yang hingga hari ini belum berdiri. Menurut peraturan pemerintah tersebut, ketua komite itu dijabat oleh Menteri Lingkungan Hidup. Namun, ketika ditanya mengapa komite tersebut belum dibentuk, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal ini terhambat masalah teknis.

“Karena antara lain pengumpulan nama jadi masalah teknis saja,” kata Rachmat Witoelar.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen berhak atas keamanan, mendapatkan informasi, memilih, dan mendapatkan ganti rugi, namun hal itu belum sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah. Pelabelan produk makanan transgenik juga tidak diwajibkan terhadap produsen. Menurut Ketua Badapan Pengawasan Obat dan Makanan, Husnia, pelabelan produk makanan transgenik dilakukan oleh komite keamanan pangan transgenik yang belum juga terbentuk.

“Didalam PP 28 itu tertera untuk itu ditentukan oleh Komite Pangan Hayati produk rekayasa genetik. Jadi, itu berdasarkan rekomendasi dari komite. Setelah diberikan rekomendasi, kita baru memberikan label. Karena itu, sampai sekarang kita belum melakukan itu,” tambah Husnia.

Sangatlah sulit membedakan antara produk makanan transgenik dan makanan biasa. Apalagi bagi masyarakat awam. Perbedaan itu hanya dapat dilihat melalui uji laboratorium. Tanpa pelabelan, para konsumen tidak bisa membedakan. Tiadanya pelabelan ini membuat masayarakat selalu waswas dalam membeli makanan.

“Saya denger tuh di teve. Saya aja kaget banget! Sekarang mau makan apa-apa jadi bingung!” kata Dodon, seorang warga.

Kekawatiran masyarakat seperti yang diungkapkan Dodon hanya bisa terjawab dengan adanya pelabelan semua produk makanan yang dibuat dari bahan pertanian transgenik dan pembentukan Komite Keselamatan Pangan Transgenik. Semakin lama Pemerintah menundanya, semakin banyak warga yang akan menjadi korban. (Fathiyah Wardah Alatas/E2)

Sumber: vhrmedia.net

Rabu, 16 Januari 2008

"Serangan" di Kediri

Lagi-lagi persepak bolaan Indonesia tercoreng. Kali ini melibatkan Aremania. Mereka mengamuk dan membakar sarana stadion Brawijaya Kediri. Iya, Kediri, bukan di Malang. Bisa-bisanya mereka merusak milik kota lain. Untung saja warga kediri bukan kaum korak sehingga tidak terjadi tawuran massal. Penyebab kerusuhan ini adalah di anulirnya 3 buah gol Arema. Pada babak pertama, ada 2 gol yang dianulir. Gol pertama memang terlihat tidak off set, seharusnya ini menjadi gol. Namun gol kedua, terlihat dengan jelas off set. Nah pada saat itulah hakim garis di gampar dari belakang oleh Aremania yang tiba-tiba masuk ke lapangan. Saat itu pertandingan di tunda sampai 15 menit.
Di babak kedua saya tidak menonton karena bermain winning :), tetapi pada sesi ulasan pertandigan terlihat memang seharusnya gol ke 4 Arema bisa sah. Namun wasit menyatakan offset, dan akhirnya...kerusuhan besar terjadi. Namun, bagaimanapun juga seharusnya para kera-kera ngalam itu gak boleh merusak stadion Brawijaya. Stadion ini dibangun dengan dana pemkot Kediri, jadi milik warga Kediri. Bagaimana jika warga Kediri tidak terima? Bisa terjadi perang kota!! PSSI harus tegas menyikapi ini. Jika Bonek merusak stadionnya sendiri saja di hukum keras, bagaimana dengan Aremania?
17/01/2008 00:20 Liga Indonesia
Pertandingan Arema-Persiwa Rusuh

Liputan6.com, Kediri: Pertandingan delapan besar Liga Indonesia antara Arema Malang melawan Persiwa, Wamena, di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/1), diwarnai kerusuhan. Keributan terjadi pada menit ke-75 saat suporter Arema masuk ke lapangan dan memukul hakim garis Suparman. Aksi tersebut memancing ribuan Aremania turun ke lapangan.

Suasana semakin memanas saat sekelompok pendukung Arema mencari wasit, namun petugas keburu memblokade jalan. Kecewa karena dilarang, pendukung fanatik Arema menyerang petugas dan merusak tiang gawang serta papan reklame. Merasa kurang puas, mereka kemudian membakar bangku cadangan dan bendera PSSI. Aksi anarkis itu dapat diantisipasi setelah polisi melakukan pendekatan persuasif. Agar kerusuhan tidak semakin meluas polisi menggiring suporter Arema keluar dari stadion.

Kerusuhan ini dipicu kekecewaan Aremania terhadap wasit karena dua gol kesebelasan kesayanganya tidak disahkan wasit Jajat Sudrajat. Keributan sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama. Pada menit ke 36 asisten wasit Yuli Suratno dipukul oleh suporter Arema hingga pingsan sehingga harus ditandu keluar oleh petugas medis.

Akibat kejadian ini, pertandingan sempat terhenti sekitar 15 menit. Namun, akhirnya pertandingan tak dilanjutkan dalam kedudukan 2-1 untuk Persiwa Wamena. Berkaitan dengan insiden tersebut, Badan Liga Indonesia mencabut pelaksanaan semua pertandingan yang dimainkan di Stadion Brawijaya karena prasarananya rusak.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Senin, 14 Januari 2008

Tempe dan Tahu pun Terimbas harga minyak...

Akhir-akhir ini ramai sekali diberitakan bahwa tempe dan tahu sulit ditemukan. Gara-gara harga kedelai import naik 100%, dan kenaikan itu akibat harga minyak yang melambung. Wah wah wah, bisa segitunya. Saya heran, padahal tempe dan tahu itu adalah makanan paling level bawah dalam segi harga. Klo ada orang miskin pasti dianalogikan makannya hanya tahu tempe. Menurut saya tahu dan tempe adalah makanan yang tahan guncangan ekonomi. Jarang sekali ada masalah dengan tahu dan tempe, tidak seprti minyak goreng, telur, beras, dll.

Dari berita diulas jika lebih dari 50% kebutuhan kacang kedelai adalah hasil import. Berarti tempe yang kita makan adalah makanan import. Keren tuh. Padahal bila kita makan di McD ayam nya paling ayam lokal, hahahah. Trus, karena import, maka sudah pasti kedelai mengurangi devisa negara. Ternyata tahu tempe bukan makanan sembarangan ya. Sekarang tempe dan tahu, jangan-jangan nati kerupuk pun jadi sulit dicari...aya aya wae....

Dicari: Istri Suka Shopping

Joke ini saya terima dari Milis IT di EEPIS ITS, kenapa saya post di blog? Karena bisa membuat saya spontan tertawa. Berarti lucu buat saya.

Sekumpulan pria berada di ruang ganti di salah satu tempat gym
terkemuka dan eksklusif di pusat kota. Tiba2 terdengar deringan hp di
penjuru ruangan itu. Salah satu dari pria itu menjawab panggilan
tersebut dan terjadilah obrolan berikut:

"Hallo?"
"Abang, ini ayang."
"Eemmmmm...."
"Abang masih di tempat gym ya?"
"Iya..."
"Ayang sekarang lagi ada di mall dekat tempat gym abang. Ayang liat
Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, cuma 7 juta
aja... Boleh beli nggak, Bang?"
"O.K, beli aja kalau kamu memang suka."

"Ahhhhh....thanks abang, dan tadi sebelon ayang kesini, ayang ke
pameran mobil dan liat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget
dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya, dia
setuju mau kasi 'good price'. Lagian kan bagus juga kalo mobil BMW yg
kita beli tahun lalu itu ditukar dengan yang baru."
"Berapa harga yang dia kasih?"
"Lagi harga promo, jadi cuma 550 juta aja, bang..."
"O.K lah, pastikan harga itu sudah 'on the road'."

"Great, ada 1 lagi, bang."
"Apa?"
"Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agent real estate dan ternyata
rumah yang kita liat2 kemarin itu ternyata dijual..!!! Abang ingat
ga?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang ada kolam renang
berbentuk love, trus ada taman orchidnya dibelakang rumah yang
berhadapan lapangan tennis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil
itu....Cantik kan bang?"
"Berapa harganya?"
"Cuma Rp 10 milyar aja. ok kan harganya?"
"Ya sudah, kalo kamu bisa tawar jadi Rp 8,5 milyar, beli aja..."
"OK abang sayang, terima kasih bang. Sampai nanti malam ya?? I luv u."
"Bye...i luv u too."

Pria itu berhenti ngomong dan menutup flip hp nya.
Sambil mengangkat tangan dan memegang hp itu, dia bertanya pada orang2
yang di ruangan tersebut dan dengan suara keras dia bilang gini :
"ADA YANG TAU NGGAK, INI HANDPHONE PUNYA SIAPA !!???"


Dari Milis IT EEPIS ITS

Minggu, 13 Januari 2008

Nonton TV

Nonton TV kan biasa aja, kenapa koq di ulas? Ya memang biasa aja, tapi kebetulan hari minggu kemarin koq ada hal yang ingin saya ulas. Sembari membuat program di laptop, saya menonton TV. Saya menonton mulai pukul 1 siang. Pertama yang kebetulan saya tonton adalah acara dokumenter di Metro TV. Judulnya lupa, bahasa inggris sih, tapi yang pasti artinya "Kebangkitan Terror melalui TV". Acara ini mengulas penggunaan media TV dan Internet oleh "teroris" untuk "propaganda" mereka. Pertama mereka menceritakan kejadian penyanderaan yang terjadi di gedung opera di Moscow, Rusia. Kemudian di selingi dengan penyanderaan wartawan perang di Iraq, kemudian kembali lagi ke Moscow. Yang saya ingin komentari dalam acara ini, sangat jelas sekali jika informasi yang diberikan memihak barat. Atau dengan kata lain acara ini dibuat untuk propaganda barat! Lihat saja cara mereka menyebut pejuang muslim Chechnia dengan sebutan teroris. Begitu juga dengan pejuang Iraq. Padahal mereka berjuang untuk kemerdekaan yang di rampas, dan menyiarkan perjuangannya di Internet atau TV! Bukan hanya iseng berbuat "onar" kepada orang lain. Bukankah yang "iseng" itu malah Amerika atau Rusia?? Bagaimana dengan perjuangan pejuang kita waktu melawan Belanda? Apakah itu juga disebut aksi teroris?
Karena sudah mengerti arah acara ini, maka saya tidak melanjutkan menontonya, saya ganti ke chanel RCTI. Saat itu ada film indonesia yang judulnya tidak tau juga, hanya ceritanya tentang tiga anak SMA yang membuat film dokumenter untuk acara perpisahan mereka. Lumayan gambarnya, gak berkualitas sinentron, ceritanya juga bisa dinikmati. Satu jam kemudian, saya beralih kembali ke Metro TV untuk menonton Diary Kick Andy. Acara ini saya bilang bagus. Menceritakan dan menjelaskan beberapa episode, seperti mengapa seorang buronan militer Timor-timor bisa tampil di Kick Andy. Begitu pula mengapa kick andy menampilkan preman Pasar Abang, Hercules, sebagai bintang tamu? Semuanya dijawab cukup memuaskan oleh Andy. Yang menarik lain buat saya adalah ketika Andy menjelaskan mengapa menampilkan Kangen Band? Padahal menurut sebagian besar orang Kangen Band tidak bagus kulaitas permusikan mereka. Ternyata team Andi memilih mereka karena perjuangan setiap personelnya. Tahu tidak? Vokalisnya adalah anak tukang becak (yang masih tetap membecak, walau tidak sering lagi). Begitu juga personel lainnya, ada yang anak tukang cendol, atau malah bekerja sebagai tukang semir. Andy mengatakan, "Kita tidak membahas kualitas musik di acara ini, tetapi perjuangan seseorang untuk sukses". Ada satu hal lain di akhir acara yang menarik buat saya. Andi mengatakan bahwa banyak pemirsa yang menganggap Andy terlalu kaku dalam membawakan acara, tidak seperti presenter lainnya yang lebih "ceria". Dan apa kata Andy, "Ya, mau bagaimana lagi". Hihihihi kapok mu kapan.
Acara selanjutnya, masih di Metro TV, adalah biografi Ahmadinejjad. Presiden Iran. Mengigat acara dokumenter sebelumnya mengecewakan, saya menduga acara ini juga akan mengecewakan. Dan memang benar, bisa dikatakan itu adalah biografi negatif tentang Ahmadinejad. Melihat dua acara yang menjelekkan Islam tersebut saya menjadi illfill terhadap Metro TV. Sebelumnya saya juga lihat film-film dokumenter di Metro memang seperti itu. Pernah dulu membahas senjata jenis baru yang dikembangkan Israel. Tentu saja, siapa "musuh" Israel? Ya anak-anak, wanita-wanita, penduduk sipil di Palestina. Dan tentu saja juga mereka menyebutnya untuk melawan teroris. So, hati-hati bung dalam menerima informasi. Perang pembelokan informasi sudah terjadi!
Sore hari di ANTV menyiarkan perebutan tempat 3 dan 4 Copa Indonesia. Pertandingannya diselenggarakan di stadion utama Gelora Bungkarno. Hal yang menarik bukan di pertadingannya, walau memang lumayan seru, tetapi saya lebih tertarik terhadap sekitar pertandingan. Di Gelora Bungkarno sudah ada papan iklan elektronik, seperti di liga Inggris atau Italia tuh! Eh tapi hanya di area tengah lapangan. Trus, saya lihat polisi yang berjaga berdiri menghadap penonton, tidak menghadap ke lapangan seperti di pertandingan liga biasa. Yah walau hanya sedikit peningkatan, tapi saya berharap persepakbolaan kita makin maju.

Selasa, 08 Januari 2008

My First Sego Krawu

Sejak tinggal di Surabaya (lebih dari 5 tahun), baru kali ini saya mencicipi apa yang disebut "Sego Krawu". Padahal hampir tiap pagi melewati jalan yang penuh penjual Nasi Krawu ini, dan selama itu pula saya bertanya-tanya, "Apa sih nasi krawu itu?" Kadang di benak saya terlitas nasi krawu adalah seperti nasi pecel, atau nasi gudeg jogja. Pingin nyoba koq gak sempat-sempat, walau harga murah, tapi kok malas untuk berhenti dan membelinya.
Akhirnya, hari ini katering kantor menunya: "NASI KRAWU". Akhirnya, saya bisa juga merasakan nasi Krawu. Bentuknya bungkusan koran, ada daunnya. Saya buka, dan....loh koq? Cuma nasi sama daging, trus ada srundeng sedikit. Wah ternyata sego garingan. Ah, mungkin rasanya enak. Gigitan pertama, dagingnya lumayan alot, rasanya juga biasa aja. Gak terlalu gurih seperti yang di iklankan. Nasinya juga nasi putih biasa, bukan seperti nasi uduknya Jakarta. Jadi...? Gak kepingin makan lagi deh....
Tapi teman-teman bilang emang nasi Krawu nya gak enak, Klo yang enak itu beda rasanya. Karena penasaran, saya coba cari di Internet informasi tentang nasi Krawu. Kebanyakan bilang memang enak, dagingnya empuk, trus gurih. Yah, mungkin kapan-kapan saya akan berburu nasi krawu asli di Gresik.

SELAMAT TAHUN BARU 1429

Minggu, 06 Januari 2008

Hari 4: H2C (Harap-harap Cemas)

Hari ini adalah hari bebas di Singapore, tidak ada agenda khusus kecuali ke Air Port untuk menjemput istri bos sekalian untuk mengurus tas saya yang tertinggal. Nah disitulah harap-harap cemasnya, apakah tas saya yang tertinggal sejak hari minggu masih dapat di kembalikan, mengingat sekarang sudah hari Kamis! Pagi-pagi saya dan rekan meng-agenda-kan untuk membeli oleh-oleh di Lucky Plaza. Kami memilih di situ karena harganya murah-murah, dan memang disitulah tempat yang terkenal untuk membeli oleh-oleh. Tempatnya tidak terlalu mewah, tetapi juga tidak kumuh. Mungkin kalo di Surabaya sekelas Jembatan Merah Plaza. Di situ saya sempatkan untuk menukar uang US$ 8 milik teman saya, dan mendapatkan S$11. Kami berkeliling sebentar, sampai akhirnya sampai toko baju. Harganya lumayan murah mulai S$ 4. Saya tertarik untuk membeli sweeter merk Adidas, dan kaos. Tidak tau juga apakah baju-baju di situ asli atau hanya bajakan, tapi memang kualitasnya bagus, walau tipis tetapi enak dipakai, tidak panas. Sayangnya, ternyata sweeternya terlalu kecil, yah saya bingung, di toko itu ukurannya aneh-aneh. Saya beli ukuran M terlalu kecil, tetapi jika ukuran L terlalu besar.
Ternyata memilih baju yang akan dibeli cukup membingungkan, cukup lama saya dan rekan berputar-putar mencari baju yang cocok. Sembari menunggu rekan memilih baju, saya mencoba untuk menelepon istri dirumah menggunakan telepon coin. Wah kagum saya, karena dengan telepon coin seperti itu saya bisa bertelepon ke Indonesia! Tarif telepon ke Indonesia adalah 20c per menit untuk telepon lokal (rumah), dan 30c per menit untuk telepon HP. Jika menggunakan kartu telepon milik singtel, maka tarifnya 30c untuk semua jenis panggilan ke Indonesia (HP atau lokal). Saya habiskan S$ 1,7 untuk bertelepon ria. Selesai menelpon, ternyata rekan saya masih sibuk memilih baju, maka saya coba berjalan-jalan sendiri untuk mencari barang lain yang mungkin bagus. Saya coba ke toko sepatu. Wah harganya cukup mahal-mahal juga. Mulai dari S$ 30. Saya pikir lebih baik beli di Indonesia saja kalo begitu, untuk harga segitu dapat sepatu yang lumayan.
Sebelum kembali ke hotel saya sempatkan membeli 5 buah gantungan kunci, seharga S$ 0.7.
Saya dan rekan kembali di hotel sekitar pukul 12. Istirahat sebentar, kemudian langsung pergi kembali untuk makan siang di Wisma Aria. Tujuan selanjutnya adalah ke Pasar Bugis, yaitu pusat perbelanjaan rakyat. Di situ kita harus pintar-pintar menawar. Lokasi perbelanjaan ini cukup nyaman, walau agak sumpek karena jalan sempit dan penuh sesak. Tidak terasa panas juga, setiap toko menyediakan kipas angin besar yang mengarah ke lorong jalan untuk membuat nyaman pengunjung.
Ah, sayang sekali, jalan-jalan kami di Bugis terhambat oleh hujan yang turun sangat deras. Kami terpaksa berteduh di toko swalayan "ABC". Barang-barang di toko ini cukup murah-murah. Saya membeli 1 pack battery AA yang berisi 48 buah. Harganya hanya S$ 1.9 atau sekitar Rp 12.350. Di Surabaya dengan Rp 15.000 hanya mendapat 12 buah batery ABC. Tapi memang batery nya gak bermerek, tapi klo cuma untuk jam, remote tv, atau sejenisnya sih tidak masalah.


Hujan dan Becak-becak di Bugis Junction

Hampir 1 jam kami menunggu hujan reda, wah lumayan membuang waktu yang lama. Selanjutnya kami berjalan kaki menuju Sim Lim square untuk membeli memory laptop, kemudian kembali lagi ke Bugis Junction untuk makan sore.
Malam pun tiba, dengan MRT kami berangkat menuju Changi Airport. Perjalan membutuhkan waktu 45menit dari Bugis menuju Changi airport dan harus sekali berganti MRT. Selanjutnya dari MRT Station kita menggunakan skytrain untuk menuju terminal 1. Tiba di terminal 1, mulailah pengalaman yang tak terlupakan di negeri singa ini. Perburuan tas dimulai. Pertama saya bertanya di bagian informasi bandara. Untungnya mereka dapat berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan saya dalam mendapatkan informasi. Petugas informasi memberikan saya nomor telepon untuk dihubungi, karena kasus tertinggalnya tas saya sudah cukup lama. Saya pun menghubungi no telepon yang diberikan, ternyata saya diberikan lagi nomor telepon lain. Alhamdulillah, ternyata tas saya masih ada, tetapi ada banyak prosedurnya untuk mendapatkannya. Pertama saya harus menuju kantor polisi di bandara. Di sana saya akan diberikan tanda pengunjung agar bisa masuk ke dalam area dalam bandara. Kantor polisi terletak 2 lantai dibawah lantai utama. Dengan hati berdebar saya berbicara pada polisi yang nampaknya suku malayu. Saya dimintai passport, dan ah...! kenapa saya tadi tidak membawa passport, betapa bodohnya, passport adalah tanda identitas universal. Untung saja pak polisinya tidak mempersulit saya, saya hanya di suruh menunjukkan KTP atau kartu identitas lain. (ingat, di Singapore KTP tidak berlaku, jadi sang polisi bertanya "Kartu apa ini?", saya bilang "Indonesian Identity Number".) Karena saya tidak membawa passport, maka saya tidak diberikan tanda pengunjung, dan maka dari ini pak polisi itu mengantar saya ke dalam area bandara. Wah baru pertama ke Singapore, sudah di kawal polisi. Saya dan pak polisi itu menuju tempat pelaporan barang tertinggal. Setiap bertemu petugas lain, polisi itu mengatakan jika saya tidak membawa passport, makanya dia mengantarkan. Jadi gak enak nih... . Di pos barang tertinggal, saya di tanya nomor penerbangan, dan tanda bagasi. Semuanya mudah dan tidak berbelit. Kemudian saya di dampingi pak polisi disuruh menunggu di tempat pengambilan barang. Lama juga sih menunggunya, apalagi bersama dengan polisi. Hampir 15 menit saya dan pok polisi itu berdiri. Ingin juga mengajak ngobrol tetapi kok sepertinya gak enak. Jadinya ya diam-diaman saja. Ahh...akhirnya tas saya sudah datang. Alhamdulillah sekali, saya berkali-kali berterimakasih dengan pak polisi itu. Sudah mau menunggu cukup lama, tanpa pamrih lagi. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan...

Rabu, 02 Januari 2008

Catatan Akhir Tahun

Tahun 2007 telah lewat, digantikan dengan tahun 2008 yang telah menginjak hari ke-3. Banyak hal yang terjadi di malam pergantian tahun baru. Ada orang yang merayakan dengan berkeliling kota, atau hanya nongkrong-nongkrong. Di tempat lain ada yang tinggal di pengungsian, malah ada pula yang di rumah sakit. Klo gue?? Gue sakit bro!!!! Kacian deh gue!
Gue udah merasa gak enak badan sejak tanggal 27 Desember 2007. Badan udah pegel-pegel, capek, agak panas. Malamnya tidur kedinginan, wah gak enak sama sekali. Trus besoknya tanggal 28 tak paksain masuk kerja, soalnya rasanya udah agak mendingan. Ternyata di kantor AC nya kerasa dingin banget, jam 10an gue gak kuat, kaki rasanya kram, kayak mau jatuh. Akhirnya daripada terjadi apa-apa, pak manager nganter gue ke RS. Mitra Keluarga.
Gue langsung ke bagian UGD, check darah, check urin, and nunggu sampe jam 12 sekalian istirahat. Di RS rasanya koq makin lemes ya, padahal udah di injeksi vitamin. Apa gara-gara di RS sehingga merasa klo diri ini sakit. Setelah 1 jam menunggu, hasil test akhirnya keluar. Alhamdulillah, semuanya normal. Tidak ada tanda-tanda DB. Namun gw jadi bingung, kena apa gue nih? Dokter juga bingung, dia bilang mungkin kena infeksi, makanya dikasih antibiotik. Selain itu, gw dikasih obat anti mual, vitamin, dan parasetamol. Karena gak tau sakit apa, maka kita putusin balik ke kantor aja deh.
Di kantor, gue pindah tempat duduk menjauhi AC. Lumayan lah, jadi gak kedinginan lagi, tapi ada rasa yang gak enak baru, yaitu mual. Rasanya gak enak banget!, sampe akhirnya jam 3 gak kuat duduk, harus tiduran, trus masa tiduran di kantor, ya ijin pulang lah gue. Gue di antar sama OB kantor. Di rumah gw langsung tidur, itu pun rasanya gak enak. Makin malam, rasanya makin gak enak, walau udah tertidur, tapi sering terbangun karena rasa mual.
Sabtu 29 Des 2007, gw putusin untuk gak masuk kerja. Tubuh rasanya gak makin baik, jadi daripada maksain dan akhirnya bikin repot orang lain, mending gak masuk sekalian. Sampai malam rasa mual masih ada walau pusing, demam dan nyeri otot sudah gak kerasa lagi. Gw jg kena mencret-mencret. Wah, kenapa lagi nih. Ya udah deh, besok minggu periksa lagi di RS.
Minggu 30 Des 2007 gw periksa di RS Al Irsyad. Emang agak jauh, tapi daripada buang uang di Mitra Keluarga! Karena minggu, maka gue langsung masuk ke UGD (minggu gak ada klinik dokter umum yang buka). Gue ceritain semuanya ke dokter, trus disuruh cek darah ulang, dan kali ini hasilnya...tetap normal. Alhamdulillah. Dokter bilang ternyata gw kena infeksi usus. Lega juga deh, karena gak kena penyakit yang aneh-aneh. Dokter ngasih resep baru, jadi resep mahal yang lama di buang begitu aja.
Besoknya, Senin 31 Des 2007 gue gak masuk lagi, buat istirahat, biar sembuh total. Akhirnya, malam tahun baru gue hanya dikamar nonton tv (filmnya bagus-bagus), sama dengerin mercon yang silih berganti meletus di antara alunan musik dangdut.