Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 18 Juli 2012

Tutorial GLPI: 1. Entitas dan User

Setelah berhasil meng-install GLPI, selanjutnya saya mencoba membuat lagkah-langkah implementasinya.
Tahap pertama yang perlu di setting adalah Entitas, User, dan Profile.

Entitas

Entitas dalam GLPI dapat dianalogikan sebagai organisasi. Jadi GLPI ini telah disiapkan sebagai aplikasi kelas enterprise yang dapat digunakan dalam seubah group organisasi. Contohnya dalam perusahaan group.

Entitas paling tinggi adalah Root. Root ini default sistem tidak dapat diubah. Dibawah root tersebut kita dapat membuat entitas lainnya.

Dari contoh ini, saya membuat 3 entitas. Yaitu Perusahaan A, Perusahaan B, dan Anak A. Perusahaan A dan B merupakan anak langsung dari Root. Sedang Anak A ada dibawah Perusahaan A. 
Perlu untuk menyiapkan dari awal struktur organisasi entitas yang akan digunakan. Karena nanti semua hal di GLPI berdasarkan entitas/organisasi. Ada banyak settingan yang dapat diisi di level entitas ini. Dapat dilihat di gambar dibawah ini.

User

User adalah identitas pengguna dari GLPI. User ini adalah gambaran person-person yang terlibat dalam sistem tiket. Mulai dari pembuat tiket, pelaksana tiket, yang menyetujui tiket dan lainnya.
Setelah install GLPI maka akan disediakan 4 user standart, yaitu: glpi, normal, post-only, dan tech. 
Untuk melakukan setting, gunakan user glpi, karena merupakan user level administrator.

Hak akses user diatur melalui Profile. User dibatasi oleh entitas. Jika user di set entitasnya Perusahaan A, maka user tersebut hanya bisa mengakses data-data dari entitasnya itu sendiri. Kecuali jika di set Recursive=Yes, maka user tersebut dapat mengakses entitas lain yang menjadi anak entitasnya.
Dari gambar diatas, user akan memiliki akses di entitas Perusahaan A dan anak-anaknya dengan profile Admin. Dengan hak akses ini, user dapat mengakses juga entitas Anak  A
Field-field lain yang perlu diperhatikan juga adalah email, yang nantinya digunakan sebagai sarana pengiriman notifikasi. Menu-menu yang ada dalam master user dapat dilihat di gambar ini:

Dalam tingkat selanjutnya, user dapat dihubungkan dengan LDAP.

Profile

 Digunakan sebagai batasan hak akses dari user. Profil sangat berguna untuk memisahkan user sebagai pembuat tiket, validator, atau yang mengerjakan tiket. Secara default akan ada 7 profil seperti dibawah ini.
Ada 2 pembeda dasar dari profil, yaitu Profile's Interface. Pilihannya: Standard interface atau Simpified interface. Standard interface akan menampilkan web GLPI dalam kondisi normal. Sedang simpified akan menampilkan web dalam mode ringkas. Hanya field-field yang penting yang akan di tampilkan.
Tampilan Standard interface

Tampilan Simpified interface

Didalam profile ini nanti kita bisa setting hak akses terhadap menu-menu yang ada. Selain itu juga diatur lifecycle ticket/problem. Misal setelah tiket dibuat, user dengan profil tertentu tidak dapat mengubah status tiket.

Untuk detail dari Entitas, User, dan Profile nanti akan dijelaskan lagi ditahap selanjutnya. 
bersambung....

Tutorial GLPI: 2. Inventory

Kali ini kita membahas fitur inventory pada GLPI. Inventory yang dimaksudkan adalah asset berbetuk IT, seperti komputer, printer, software, dan lainnya.
  




Menu asset di GLPI


Computer adalah item utama untuk inventory. Item-item lain dapat di set melekat pada item computer.
Untuk inventory komputer, field yang disediakan sudah sangat lengkap. Meliputi component apa saja yang menempel di komputer tersebut seperti monitor, mouse, keyboard, printer, scanner, dan juga network. Kemudian software-software beserta nomor lisensinya juga bisa di-attach. Selain itu juga terdapat pula informasi financial yang berisi data-data yang berhubungan dengan pengakuan asset dan budget.
Tampilan detail inventory computer


Beruntung bagi yang biasa menggunakan OCS Inventory karena di GLPI sudah ada add-on nya.
http://plugins.glpi-project.org/#/plugin/ocsinventoryng

Setelah proses pemasangan/install add-on maka pada menu Plugins akan muncul menu OCS. Tampilannya seperti gambar dibawah ini:



Pertama yang dilakukan adalah konfigurasi server OCSNG. Masukkan nama server, nama database, serta user dan password untuk akses ke  database OCS. Jika semua data benar maka akan terlihat status Connection to database sucessful.

Untuk settingan yang lain dapat di lihat di tab-tab selanjutnya. Termasuk ada opsi saat proses import. Disitu bisa di berikan limit atau filter. Pada tab general information digunakan untuk setting field-field apa saja yang akan di tampilkan 

Setelah server dipastikan sudah tersambung, maka langkah selanjutnya adalah melakukan import komputer ke dalam data inventory GLPI. Gunakan menu Import new computers. Secara otomatis maka akan ditampilkan daftar inventory yang belum ada di inventory GLPI.

Setelah server dipastikan sudah tersambung, maka langkah selanjutnya adalah melakukan import komputer ke dalam data inventory GLPI. Gunakan menu Import new computers. Secara otomatis maka akan ditampilkan daftar inventory yang belum ada di inventory GLPI.

Menu lainnya adalah sinkronisasi data inventory yang sudah ada, serta melakukan mapping dari data yang sudah ada ke data baru di OCS Server.

Install GLPI

GLPI adalah aplikasi ticketing berbasis web. Cara install nya sebenarnya cukup mudah, tinggal download sourcenya, kemudian taruh di base directory dari web servernya, maka saat pertama kali membuka web pagenya akan muncul langkah-langkah installnya termasuk membuat database di mysql.
Lengkapnya bisa di lihat di: http://www.glpi-project.org/spip.php?article61

Nah di sini saya menceritakan masalah yang terjadi saat install GLPI. Saya install GLPI pada sistem Centos  5.5 dimana versi php nya masih 5.1. Sedang GLPI membutuhkan php yang support json. Di internet saya cek ternyata json ada di php 5.2 ke-atas.


Tampilan error
Selain masalah json, perlu juga adalah ektensi mysql pada php.Untuk upgrade php di Centos 5.5 ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Setelah browsing di internet, tidak ada cara yang berhasil. Coba compile source juga tidak berhasil karena ada komponen yang dianggap tidak ada (walaupun sudah di install)

./configure: line 21532: php_enable_: command not found
checking whether to enable LIBXML support... yes
checking libxml2 install dir... no
checking for xml2-config path...
configure: error: xml2-config not found. Please check your libxml2 installation.


Akhirnya saya dapat solusi dari rekan IT. Coba gunakan XAMPP. Ada versi linux nya. Kita dapat download di http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-linux-1.8.0.tar.gz untuk versi 1.8. Setelah download, extract file ke directory /opt  Mungkin bisa di pindah ke directory yang lain, tapi sepertinya harus mengubah semua script yang ada.

Sekarang coba di start lampp dengan command: ./lampp start
Namun sebelumnya harus dipastikan service httpd dan mysql bawaan centos harus di stop.

Starting XAMPP for Linux 1.7.7...
XAMPP: Starting Apache with SSL (and PHP5)...
XAMPP: Starting MySQL...
XAMPP: Another FTP daemon is already running.
XAMPP for Linux started.


Lakukan test dengan membuka localhost. Ternyata berhasil, muncul tampilan XAMPP.
Selanjutnya copy folder glpi ke web path xampp. Dalam hal ini berarti berada pada
/opt/lampp/htdocs

Selanjutnya, lakukan lagi proses install via web. Ternyata masih ada error.

Error ini menyatakan bahwa directory yang disebutkan tidak bisa diakses. Sesuai manual install, directory glpi harus di chown dulu menjadi milik user apache. Sudah dilakukan ternyata tetap muncul error tersebut.
Kemudian saya coba chmod 777 pada directory /config. dan /files. Ternyata hasilnya ok. Artinya user yang dipakai apache bukanlah apache, melainkan nobody. Wah kok bisa! Ternyata settingan di httpd.conf nya pada bagian User. Di situ tertulis User=nobody, maka ganti saja menjadi User=apache. Setelah restart service maka proses installasi akan berhasil.