Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 01 Februari 2017

Review Panah Busur Pvc Untuk Anak /Tk/Sd

Alhamdulillah, akhirnya bisa memiliki busur panah sendiri. Walau untuk saat ini adalah busur anak. Ya..busur anak hi hi hi.

Saya beli di buka lapak (https://www.bukalapak.com/p/olahraga/hunting/tgng7-jual-panah-busur-pvc-untuk-anak-tk-sd). Dengan harga yang cukup murah. 150 ribu kurang seribu. Sebelum ongkos kirim tentunya.


Saya order (bayar) pada hari hari rabu 12 Oktober 2016 jam 3 sore. Dengan harapan hari sabtu sudah datang (latihan panahnya hari sabtu). Dari pelapak proses pengiriman dilakukan hari kamis jam 5 an sore (data dari JNE). Namun apa daya ternyata barang datang di hari senin 17 Oktober 2016. Yah, ga bisa buat latihan tanggal 15. 

Sekarang saya akan bahas mengenai busur dan anak panah ini. 
Bahan busur ini adalah PVC. Saya tidak tahu apakah PVC biasa atau Rucika. Secara ketebalannya memang lebih tebal dari PVC yang saya miliki di rumah.


Dengan model knockdown, atau bongkar pasang, akan memudahkan saat dibawa menggunakan kendaraan roda dua.
Paket yang diberikan adalah sebuah busur, string, 2 anak panah bambu, dan target panahan.



Tarikan busur ini saya belum sempat menghitung. Yang pasti anak saya yang usia 9th dan 6th tidak mampu full draw busur ini. Perkiraan saya dibawah 25lbs. 



Busur ini dengan full draw bisa melesatkan anak panah dengan baik sampai jarak 10m.
Sebaiknya menggunakan anak panah bambu dan vanes bulu karena arrow rest nya cukup sempit.





Busur ini saat ini kondisnya sudah patah karena saya tarik terlalu keras (over draw). 


Rabu, 12 Oktober 2016

Problem koneksi eksternal database (SQL Server 2012) melaului AX 2012.

Saya ada kebutuhan untuk melakukan query terhadap data di luar database AX yang kemudian dimasukkan ke dalam data AX. Membaca dari Google, ada dua contoh. Yaitu melalui Odbc dan NET.Framework (SQLClient). Namun saya hanya berhasil mencoba yang ODBC. Dan memang contoh yang diberikan oleh Microsoft sendiri melalui ODBC karena sudah bawaan AX sendiri. Gambaran proses yang akan saya buat: AX melakukan proses query terhadap database ekseternal yang dilakukan terjadwal (via batch process). Hasil query disimpan di database AX. 

Maka saya perlu membuat class dan mendaftarkan batch nya seperti yang ada di tutorial: https://msdn.microsoft.com/en-us/library/cc636647.aspx. Di dalam class tersebut saya isikan proses query terhadap database eksternal yang tutorialnya ada di: https://msdn.microsoft.com/en-us/library/ee677510.aspx

Namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Job menghasilkan pesan error: "Data source not found and no default driver specified"

Dari searching di google, disebutan karena tidak ditemukannya DSN di system. Karena kita menggunakan ODBC maka kita harus membuat DSN sebagai settingan koneksi. Setelah saya tambah terjadi error yang berbeda: "The specified DSN contains an architecture mismatch between the Driver and Application"

Kali ini error tersebut karena masalah ODBC 32 bit yang digunakan untuk 64 bit. Jika kita menjalankan class itu di sisi client (via job manual) maka kita harus setting DSN di ODBC 32 bit. Namun karena kita jalankan melalui batch maka yang dipakai adalah ODBC 64 bit. Penjelasannya di: http://dynamics-ax-live.blogspot.co.id/2009/09/error-data-source-name-not-found-and-no.html

Selanjutnya ternyata masih error sebagai berikut:[Microsoft][ODBC SQL Server Driver][SQL Server]Cannot open database "DB_finger" requested by the login. The login failed.

Error ini cukup lama saya cari solusinya. Karena saya tidak berhasil mencari informasi jelas di google atas problem ini. Dari pesan errornya masalahnya adalah masalah login yang gagal. Di DNS saya sudah setting user/password dengan benar. (Saya check koneksinya juga ok). Saya juga sempat mengosongkan password untuk user tersebut, namun tetap tidak berhasil dengan pesan yang sama.

Akhirnya titik terang muncul setelah saya mencoba mengganti driver ODBC menjadi SQL Server Native Client 11.0 (SQL Server 2012) karena kemudian muncul pesan yang berbeda. "Login failed for ...."


Dari error ini menjadi jelas, karena ternyata batch server AX tidak menggunakan user & password yang di setting di DSN. Namun menggunakan user yang sama dengan user dimana AOS service digunakan. Dan ketika saya tambahkan hak akses user tersebut terhadap database yang saya tuju ternyata hasilnya berjalan dengan sempurna.


Rabu, 05 Oktober 2016

Temperature & Humidity Monitoring

Ruang server seharusnya memiliki suhu ruangan antara 18-27 derajat celcius. Tentu untuk mencapai range suhu tersebut dibutuhkan sistem pendingin. Baik itu mengguakan AC, atau pun pengaturan aliran udara. Kadangkala sistem pendingin tersebut tidak berjalan dengan baik. Terutama jika pendingin ruang server menggunakan AC standart. Saya sendiri pernah mengalami kejadian dimana AC yang digunakan tidak bekerja dengan baik, sehingga tidak dapat mendinginkan suhu ruang server. Akibatnya fatal, server overheat dan menshutdown dirinya.
Dengan pengalaman tersebut, saya terpikir untuk implementasi Temperature & Humidity Monitoring, sehingga suhu ruang server dapat dimonitor 24 jam. Langkah pertama, saya membutuhkan display yang dapat menampilkan suhu ruang server. Display tersebut harus dapat dilihat oleh team security yang rutin melakukan patroli di area pabrik dan dicatat dalam log book. Saya juga buatkan SOP terkait suhu ruang server. Apa yang harus dilakukan team security ketika suhu ruang server pada tiap levelnya.

Dari beberapa penawaran vendor, ada satu vendor yang cukup menarik penawarannya. Selain display (dan sensornya tentunya) temperature dan humidity, terdapat fitur wifi di alat tersebut. Sehingga mengambil data dari alat melalui jaringan komputer.
Penampakan alat

Secara tampilan dan fungsional alat ini cukup baik. Pengerjaannya masih belum terlalu profesional. Terlihat pemasangan plat-plat nya tidak sempurna. Selain itu, tidak disertakan buku paduan/petunjuk mengenai alat ini. Paduan dan petunjuk akhirnya diberikan via email setelah saya komplain. Itu pun masih kurang jelas. Saya harus kontak berkali-kali untuk dapat membuat alat ini dapat tersambung dengan jaringan kantor.
Penampakan software nya
Untuk sofware bawaannya, secara fungsi sudah ok. Bisa menampilkan data. Namun tidak user firendly. Karena setiap kali buka aplikasi nya, saya harus ganti IP address nya. Harusnya ada fasilitas simpan setting. Dan ada hal penting buat saya yang tidak ada di aplikasi ini. Yaitu fasilitas logging atau menyimpan data-data yang telah lalu. 

Sayapun memutuskan untuk membuat sendiri aplikasi monitoring ini. Dengan melakukan koneksi (socket programming) ke port 80, kemudian menjalankan command tertentu, maka response nya berupa tampilan "Temperature : xx || Humidity : yy". Saya tinggal melakukan parse atas hasil tersebut untuk mendapatkan nilai temperatur dan humidity. 

Buatan sendiri
Cara kerjanya adalah pada setiap waktu tertentu akan menampilkan data, dan pada waktu tertentu lainnya menyimpan value tersebut ke database. Jadi tidak semua value disimpan. Pertimbangannya untuk penghematan dan tidak perlu juga harus menyimpan data terlalu banyak. Saya setting 10 menit sekali data disimpan. Saya pilih database nya menggunakan MySQL karena rencananya saya akan integrasikan ke website internal perusahaan. Saat ini saya sudah membuat web page untuk menampilkan secara grafis history temperature dan humidity.



Oh ya, alat ini menggunakan Ardunio sebagai processornya. Referensi yang berguna:
http://www.instructables.com/id/Temperature-and-Humidity-Datalogger-Webserver

Dengan cara diatas tidak perlu lagi membuat program logger sendiri, karena sudah di kerjakan langsung di perangkatnya.