Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 17 Februari 2020

Error Deploy SSRS Report (AX). The network path was not found.

Setelah install ulang server database AX (beserta SSRS server nya) terjadi masalah saat mencoba deploy SSRS report dari luar server tersebut. Sebelumnya saya biasa mendeploy report via Laptop kerja. Namun saat ini tidak bisa. Keluar error:

Error 1 An error occurred : The network path was not found.
If User Account Control (UAC) is enabled on the machine, close the application, right-click the application, and then click Run as administrator.

Error 2 The deployment was aborted. You do not have privileges to deploy to server:....

Padahal untuk proses Build atau Rebuild normal-normal saja. Manun error saat deploy baik via Visual Studio Shell, Powershell, atau AOT Ax itu sendiri. Ketika saya coba deploy di server langsung ternyata berhasil. 

Saya cari di internet belum menemukan cara yang ampuh. User sudah saya tambahkan sebagai administrator di server, begitu pula di SSRS Manager. Tetap tidak bisa deploy dengan error yang sama. Termasuk pula saya coba disable UAC.

Akhirnya setelah ber minggu-minggu saya lupakan masalah ini dikarenakan sudah jarang membuat atau mengedit report SSRS, saat ini saya mendapatkan jawaban yang tepat!

Saya teringat saat mencoba menginstall Veeam di server coba-coba. Saat akan menambah server keluar error yang mirip: The network path was not found.
Dan permasalahannya adalah karena service file sharing nya tidak menyala!

Ketika saya nyalakan service file sharing yang yang terletak di Network Device, maka semua berjalan dengan normal.
Centang ini untuk enable file sharing

Kamis, 11 Juli 2019

View - (View of Life) #Mata Uang

Beberapa waktu yang lalu heboh berita mata uang Venezuela terjun bebas. Hiper inflasi melanda negeri tersebut. Untuk membeli 1 ekor ayam diperlukan 14juta matauang Bolivar. Mengambil gambar dari internet, maka akan terlihat gambarannya seperti ini:
A 2.4 kg chicken is pictured next to 14,600,000 bolivars

Bandingkan dengan Rupiah. Untuk membeli ayam utuh cukup 35ribu rupiah (ayam kampung 90ribu rupiah). Berarti 400x lipat dari nilai rupiah. Selain Venezuela ada juga negara yang mengalami hiperinflasi, yaitu Zimbabwe.

Saya akan membahas masalah 400x lipat. Jika dibandingkan di USA, maka harga ayam adalah USD 2. Artinya Rupiah 17500x lipat lebih rendah. Woowww. Disinilah carapandang berperan. Kita di sodorkan gambar dimana diperlukan setumpuk uang untuk membeli seekor ayam. Mungkin saat itu satuan uang kertas tersebut kecil. Misal per 1 Bolivar. Bagimana jika satuan uang rupiah juga kecil, misal 1 lembar sama dengan Rp 1. Maka untuk membeli 1 ekor ayam diperlukan 35 ribu lembar.


Foto diatas adalah tumpulkan uang sebesar 173 milyar hasil korupsi. Terlihat banyak sekali bukan. Namun jika di uangkan menjadi dinar, maka akan didapatkan 60rb dinar.
Penampakannya akan seperti foto dibawah ini namun 3 tumpukan.
Tumpukan uang koin yang dipakai untuk membeli motor Ninja


Kamis, 24 Januari 2019

Belajar Arrow 1

Oleh: Syaikh Semut Kecil

Bab.1  

Bahan shaft anak panah


Shaft anak panah natural , ada berbagai banyak macam. Utamanya dari kayu dan bambu.


Bahan shaft dari Kayu:

1. Kayu Syauhat / Naba'
Jenis pohon ini tidak bisa kita temukan di daerah beriklim tropis. Dan Kayu Naba' ini disepakati oleh para Ulama sebagai bahan arrow terbaik.

2. Kayu Ramin
Shaft dari Kayu ramin mudah ditemui di Indonesia. Banyak pedagang online (tokopedia) yg menjual shaft jenis ini. Harganya pun sangat terjangkau.
Diameter minimal dari kayu Ramin yg layak dijadikan anak panah adalah 8mm. Dan masalah berat, dia paling berat dari shaft2 kayu pada umumnya. Berat shaft 8mm dg panjang 80cm, berada di kisaran 24 - 32 gram (hanya shaft) semakin gelap warna kayu, maka semakin berat dan semakin kaku. Bahan shaft kayu ramin tidak cocok untuk busur dibawah 35lbs



3. Kayu Pinus
Shaft dari pohon pinus, ini yg menjadi trend dan kegemaran para pemanah tradisional saat ini. Selain harganya yg relatif terjangkau, shaft ini juga mudah didapati di Indonesia.
Tingkat keringanan bobotnya menjadi nilai + ketimbang kayu ramin. Namun kelemahan di kayu pinus ini ialah dia sangat tidak tahan terhadap benturan. Kena benturan keras dikit aja, dia udah k.o
Shaft bahan pinus, biasa dipakai dalam perlombaan / kompetisi. Apalagi bahan pinus yg di import dari German (Spruce), mungkin karena iklim.. shaft pinus yg dari German memiliki bobot yg lebih ringan dan tingkat kekakuan yg lebih tinggi dari pinus lokal. Dan harga shaft pinus import-pun juga luar biasa.


4. Kayu Waru
Ini adalah penemuan baru dari pemanah jawa timur. Khususnya di daerah Malang.
Dia bisa dijadikan shaft alternatif bagi pemanah dengan busur lbs rendah.
Ringannya luar biasa, namun kelemahannya tingkat kelenturannya juga luar biasa. Sehingga untuk meminimalisir kelenturan, diameter shaft dibuat 9mm.
Gemuk sekaleee... 😆
Pengrajin shaft waru, domisilinya sekitar Malang dan Blitar raya.


Bahan shaft dari Bambu

1. Bambu Qosob (tonkin)
Jenis bambu ini anan'e ning cino. Harganya sangat murah sekali (bila beli langsung ke China)
Jadi mahal bila sampe Indo.
Jenis shaft bambu tonkin ini, dia memiliki kekuatan yg lebih dari bambu petung. Dia juga tahan panas dan air. Krn bambu tonkin ini dipakai dengan utuh beserta kulit bambunya. Yg membuat dia tidak meresap air.
Kelemahan bambu tonkin adalah point yg cepat lepas meskipun di lem dan diameter shaft yg tidak beraturan.


2. Bambu Petung
Jenis shaft bambu ini banyak beredar di kalangan pemanah pemula. Dia memiliki kekuatan yg lebih baik daripada shaft jenis kayu. Namun bobot shaft bambu petung ini, dia paling berat dari seluruh jenis shaft yg ada di seluruh Galaxy Samsung S7. Namun dia memuliki kelebihan dalam daya tahan benturan ketimbang shaft2 lainnya. Magic Com-pun bisa jebol dg busur 25lbs dg shaft bambu petung 6mm.

Boso jowone, petung iki lentur tapi ulet