Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 21 Maret 2018

Cabai/Lombok untuk Rakyat (Menanam cabai untuk keluarga)

Pernah pada sudatu kali, di negeri ini terjadi "huru-hara" akibat harga cabai/lombok yang mahal. Kemudian muncul statement dari menteri perdangan:
Kalau menurut saya pribadi, buat konsumsi rumah tangga memang masuk akal untuk menjalankan ide pak mendag. Saya bayangkan jika semua rumah tangga di kota Surabaya melakukan tanam cabai di rumah, sepertinya tidak ada lagi orang yang membeli cabai di pasar. Mungkin nantinya petani cabai hanya menjual cabai ke Industri atau ke usaha makanan.

Sebelum ada berita ini, sebetulnya saya sudah memulai menanam cabai di pot, di deck atap rumah. Namun setelah munculnya berita ini, saya jadi tambah semangat, dan menambah jumlah tanaman cabai.


Saya menanam cabai dari biji. Cukup ambil jenis cabai yang ingin ditanam, ambil bijinya kemudian di semaikan. Jajan langsung tanam biji di pot. Dari pengalaman saya sering tidak tumbuh. Pindahkan bibit dari persemaian setelah mencapai tinggi 3-5cm. Namun tetap tidak di tanam di pot tujuan. Taman di pot kecil dulu. Baru setelah tinggi mencapai 10 cm dipindah ke pot akhir. Tanah pot diusahakan gembur agar akar dapat berkembang dengan baik.


Perawatan pohon cabai tidak sulit. Saya lakukan penyiraman satu hari sekali. Lokasi pot ada di dek rumah. Pastinya panas. Namun dengan penyiraman sehari sekali itu sudah cukup. Hama cabai biasanya kutu pucuk daun dan kutu putih. Saya semprot dengan pestisida saat hama sudah meluas penyebarannya. Jika dibiarkan, maka lama-kelamaan pohon akan mati. Pemberian pupuk juga perlu dilakukan karena media pot terbatas. Unsur hara nya bisa habis.

Jika kondisi ideal, maka cabai akan berbuah setelah 2 bulan. Dari pengalaman kadang cabai hanya bisa berbunga tetapi tidak jadi buah. Jika terjadi seperti itu saya pangkas pohon tersebut. Tunas baru nya insya Allah dapat berbuah. Dengan pot ukuran 30cm maka dapat ditahan 3 pohon sekaligus. Satu pohon bisa menghasilkan s.d 5 cabai yang sudah merah. Saya memiliki sekitar 15 pohon, hasil sekali panen seperti gambar dibawah. Setiap satu sesi bunga yang lebat, maka panen dapat dilakukan 1-2 Minggu sekali.


Setelah itu, pohon akan istirahat. 
Jadi silahkan menanam cabai di rumah. Cukup 5-10 pohon. 15 pohon jika panen terlalu banyak, jadi harus dibagi ke tetangga. Namun ketika pohon istirahat ya tidak bisa menghasilkan.




Senin, 29 Januari 2018

AOS Crash setelah membuat view

Lagi mau buat inquiry baru di AX, dimulai dengan membuat Query-nya, kemudian dimasukkan ke view baru. Tapi tidak seperti biasanya! Jika biasanya di data source nya bisa di lihat struktur query nya. Hmm, dicoba synchronize dan compile tetap tidak bisa muncul.

Akibatnya saya ga bisa memilih field untuk ditampilkan di view itu. Kemudian saya pilih field yang sudah tersedia (standart, seperti recId, createdBy), dan disimpan. Dan...AX nya muter-muter proses...lamaaaa, dan akhirnya putus. Wow! Cek di server nya, ternyata mati service nya. Dicoba start lagi, ok bisa nyala. Terus coba buka view yang bermasalah tadi. Belum sempat buka viewnya, baru buka tree node view ax nya hang lagi dan mati.

Browsing2 di internet, nemu ini:
https://dynamicsuser.net/ax/f/developers/74092/how-to-delete-form-without-clicking-on-it?pi2195=1



Sepertinya secara tidak sengaja membuat view itu menjadi circular reference. Trus solusinya? Setelah browsing2 lagi, ketemulink ini:
https://dynamicsuser.net/ax/f/developers/65072/aos-crashing-again-and-again-after-creating-a-query-and-a-view-help-me


Saya langsung saja eksesuksi via database, karena memang nama view nya juga tidak ingat betul. Pertama saya perlu tau element pastinya. Saya query dulu elememnt yang dibuat pada tanggal 29 Jan 2018 oleh saya:

select * from modelelementdata where CreatedDateTime >= '2018-01-29'

Dari situ saya dapat ElementHandle nya. Kemudian saya cek di tabel ModelElement

select * from ModelElement where ElementHandle IN( 984094,984098,984101,984102,984103,984105)

Disitu terlihat view yang bermasalah dan field-fieldnya. Akhirnya saya hapus langsung ModelElement dan ModelElementData atas view yang bermasalah itu.

Dan Alhamdulillah, AX kembali seperti sediakala.

Note: Kejadian ini berlangsung di AX Development, bukan Production. Jadi jikapun gagal, saya masih ada opsi restore database. Jika ada yang mencoba cara ini namun ternyata tidak sesuai, maka resiko ditanggung sendiri.

Sabtu, 27 Januari 2018

Review busur bambu laminasi pvc

Sebelum membuat busur bahan fiberglass sendiri, saya memiliki busur bambu lapis PVC. Busur yang saya beli seharga 300 ribu dari produsen busur di kota Malang. 

Busur ini memiliki banyak dua lapisan limb. Pertama kalian bambu yang cukup tebal bagian tengah. Kemudian lapisan PVC.




Bambu yang digunakan sepertinya dalam kondisi masih basah. Pengeleman pun kurang bagus, sehingga baru satu kali pakai beberapa bagian lapisan sudah terbuka. Perlu di lem lagi.
Penggunaan bahan bambu memiliki kelemahan. Yaitu tidak sempurna kembali ke kondisi semula ketika di lengkungkan. Pertama kali tarik busur ini akan berbeda setelah 1 bulan. Karena saya pegas nya sudah berkurang drastis.
Sebab beban tarikan sekitar 30 lbs Busur ini baik pada jarak 10m. Di atas itu sudah harus mengatur sudut panah agar lintasan parabolic nya pas. Jarak diatas  30 m cukup sulit saya mengendalikan laju anak panah. Saya berkesimpulan lentingan busur ini tidak bagus. Penggunaan busur ini juga harus menggunakan teknik katra. Jika tidak akan melenceng ke kanan.
Busur ini saya gunakan hanya selama kurang lebih 3 bulan. Karena busur ini patah. Informasi dari rekan rekan, PVC memang memiliki umur sekitar 3 bulan. Setelah itu mudah patah.