Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

13 Juni 2022

Perang di Era Internet

Perang Ukraina - Russia mungkin termasuk perang yang fenomenal. Walau perang terus terjadi di bumi ini, tetapi perang Ukraina - Russia terlihat lebih dominan dipemberitaan. Padahal saat ini pun perang terjadi di Timur Tengah, Afrika, Asean dan tempat lain. Namun perang Russia Ukraina berbeda. Perang ini terjadi di tanah Eropa, dan antar bangsa Eropa, dan terjadi pada era informasi datang bagai air bah ke seluruh dunia. Akhirnya beberapa detail perang bisa didapatkan di internet secara bebas. 

Hari ini (13 Juni 2022) di situs liveuamap.com terlihat informasi serangan militer Ukraina atas depo amunisi Russia di Kota Polohy (daerah Ukraina yang saat ini dikuasai Russia). 

Di posting tersebut terdapat video yang menunjukkan gambaran serangan altileri dari udara (sepertinya drone). Terlihat tembakan altileri dilakukan 5 kali. Dimana tembakan 1 dan 2 merupakan tembakan test jarak dan posisi.


Dari video itu saya tergelitik untuk memperikarakan darimana tembakan tersebut dilakukan. Maka saya cek lokasi di google map. Ternyata itu adalah sebuah kantor pertanian, yang kemudian saat dikuasai Russia dijadikan gudang senjata. Dengan mengambil garis lurus dari tembakan pertama, maka gambarannya seperti dibawah ini.

Dengan asumsi senjata yang digunakan adalah altileri buatan amerika M777 yang memiliki jangkauan 40km, maka perkiraannya adalah seperti dibawah ini.



Namun, ketika saya bandingan dengan peta liveuamap.com ternyata area yang diperkirakan dekat dengan garis depan pertempuran. Rasanya tidak mungkin altilery yang berharga dekat dengan garis depan. Yah tidak tau lah. ^_^

06 Juli 2021

Bertobat di RS Dr SOETOMO Surabaya

Dikarenakan selama satu pekan saya tidak enak badan dengan keluhan sakit kepala, otot nyeri, mual maka saya berobat dengan BPJS. Karena kondisi covid klinik pertama hanya melayani pemeriksaan secara online. Maka saya langsung dirujuk di RS Al Irsyad ke spesialis penyakit dalam. Dokter spesialis dalam setelah saya menceritakan saya di diagnosis Spondyloarthritis, maka diberikan rujukan lebih lanjut ke rumah sakit kelas A yaitu RS Soetomo. 

Melalui tulisan ini saya akan membagikan pengalaman bertobat. Tentu saya mencari informasi terlebih dulu prosedurnya. Namun di situs rumah sakit tidak terlalu jelas. Akhirnya saya bertanya ke admin IG dari RS Soetomo. Alhamdulillah mendapat informasi. Admin memberikan info bahwa poli reumatologi buka pada hari Senin, Rabu, Kamis. Sedang jadwal buka loket pendaftaran awal adalah pukul 7:00 sampai 13:00.

Kartu berobat RSUD Dr Soetomo


Saya sampai di RS sekitar pukul 7:30, langsung ke gedung Instalasi Rawat Jalan. Bertanya pada petugas bagian pendaftaran untuk pasien baru bagaimana prosesnnya. Saya diberikan kartu berobat warna kuning, dipersilahkan mengisi data di kartu tersebut. Setelah mengisi kartu, antri untuk skrining covid. Antrinya sekitar 15 menit dengan cara antri berdiri. Nanti petugas akan menanyakan terkait gejala covid, dan melakukan pengecekan berkas. Setelah antri skrining dipersilahkan mengambil antrian pasien baru yang lokasinya ada di sebelah admin skrining. Bentuknya adalah anjungan mandiri, tinggal pencet tombol keluar nomor antrian. Saya mendapat nomor antrian B-30, kemudian saya tunggu di depan loket daftar baru. Ruangannya luas dan tidak terlalu banyak yang antri. Saat saya datang nomor antrian sudah 18. Sekitar 15 menit datang giliran nomor 30. Saya mempersiapkan berkas-berkasnya yaitu: Copy BPJS, Copy Rujukan dari Fakes, dan Copy Rujukan dari RS Al Irsyad. Petugas kemudian memberikan Surat Eligibilitas Peserta (SEP). Oh ya jika belum sempat foto copy maka di gedung IRJ terdapat tempat foto copy gratis. Lokasinya di mini market IRJ. 

Copy dari SEP JKN


Saya langsung menuju Poli reumatologi yang lokasinya ada di lantai 3. Naik lift ke lantai 3, kemudian ke ujung barat gedung (di depan poli jantung). Saya tanya pasien di situ, untuk daftar polinya bagaimana? Di bilang ke loktet dulu, yang lokasinya ada di sisi timur gedung (tetap di lantai 3). Maka saya menuju ke loket tersebut dan bertanya. Untuk pasien baru ternyata tidak perlu daftar di loket, langsung serahkan ke admin di Poli yang dituju. Akhirnya balik lagi poli dan langsung menyerahkan berkas ke admin yang berjaga, dan di suruh untuk menunggu di ruang tunggu. Beberapa menit kemudian petugas keluar dan menyerahkan nomor antrian kepada pasien yang menunggu. Saya mendapat nomor antrian RHE-30. 



Saat itu nomor antrian menunjukkan nomor RHE-8. Wah lumayan lama ini. Saya perhatikan di dalam ada sekitar 6 dokter. Berarti nanti antriannya kelipatan 6. Saya menunggu sekitar 30 menit untuk ke nomor 30. Setelah masuk dilakukan pemeriksaan tensi dan data fisik seperti berat dan tinggi badan. Setelah itu menunggu lagi sekitar 5 menit untuk mendapat giliran pemeriksaan oleh dokter. Karena pasien baru, saya menceritakan riwayat sakit saya, sebelumnya ditangani siapa dan menyerakan hasil lab yang pernah saya lakukan selama ini. Dokter melakukan pemeriksaan fisik (untuk mengecek peradangan di otot). Dari pengecekan sepertinya dokter menyimpulkan saya baik-baik saja (masih belum parah). Karena saya belum ada data di RS Sotetomo maka dokter perlu melakukan konsultasi ke dokter konsultan. Kebetulan sekali, dokter konsultannya adalah dokter yang selama ini tempat saya berkonsultasi. Dokter Konsultan jadwalnya jam 10. Jadi saya harus menunggu 30 menit lagi. Sambil menunggu saya sempatkan menulis blog ini.
Sekitar pukul 10:07 dokter Konsultan datang dan pasien yang melakukan konsultasi dipanggil satu persatu. Saya tidak termasuk yang dipanggil kloter pertama. Lumayan lama proses konsultasi ke dokter konsultan, saya perthatikan ada yang dilakukan pengecekan fisik ada pula yang hanya konsultasi biasa. 
Saya hanya konsultasi biasa, sepertinya dokter hanya bertanya mengenai dosis opnbatnya.
Dokter memberikan rujukan untuk cek sintar X tulang belakang dan cek darah untuk data di RS Soetomo. Surat rujukan dibuat pukul 11:30. Dokter memberikan informasi bahwa unit Rotgent buka sampai pukul 12:30. Selain rujukan lab, dokter juga memberikan resep obat untuk diambil di unit farmasi. 

Maka saat itu saya membawa tiga berkas, yaitu berkas obat/resep, kemudian berkas pengantar/rujukan untuk Rontgen, serta rujukan untuk pemeriksaan darah. Maka langkahnya saya mengumpulkan berkas resep dulu ke bagian farmasi. Sebelumnya difoto copy dulu berkas tersebut. Langsung ke bagian fotocopy bilang fotocopy untuk farmasi, nanti petugas fotocopy sudah tau apa yang harus dilakukan. Foto copy tersebut di kumpulkan ke kerangjang yang ada di farmasi. Setelah itu pindah ke Gedung Diagnostic Center (DC). Gedung tersebut ada di sebelah kiri gedung IRJ. Di gedung ini memiliki sistem antrian sendiri. Untuk pemeriksaan darah antrian A, untuk pemeriksaan radiologi di antrian D. Maka saya ambil dua antrian tersebut. Karena sudah siang hari, maka tidak ada antrian panjang, saya langsung dipanggil, setelah di depan di suruh fotocopy dulu. Seperti biasa disitu juga terdapat tempat fotocopy gratis. Saya fotocopy berkas sesuai permintaan dan kembali ke loket pendaftaran. Pertama saya lakukan adalah pemeriksaan rontgen karena jam tutupnya sudah mendekati. Saat pendaftaran ternyata data tidak ada. Wah ada apa ya? Petugas menyarankan kembali ke poli reumatalogi untuk menanyakan. Saya langsung kembali ke poli, Alhamdulillah masih ada petugas dan dokternya. Saya informasikan masalahnya kemudian dokter melakukan input (lagi). Kembali ke gedung DC dan langsung ke loket sebelumnya (karena saya lihat tidak ada antrian). Dicek kembali, petugas bilang belum ada. Kemudian petugas meminta kartu berobat saya, ternyata nomor RM saya tidak jelas di kertas sehingga saat input tidak ada. Setelah melihat nomor RM dikartu baru datanya muncul. Alhamdulillah lanjut ke ruang rontgen yang lokasinya ada di lantai 2. Sepertinya saat itu saya pasien terakhir. Hasil rontgen bisa diambil besok di jam kerja, atau diambil saat kontrol lagi, berarti bulan depan. Setelah itu giliran untuk cek darah, namun ternyata harus cek saat puasa. Akhirnya tidak jadi. Untuk cek darah, bisa dilakukan kapan saja, karena buka 24 jam. Bisa hari Sabtu, atau Ahad, bisa malam, pagi sesuai waktu yang tersedia. 



Kembali ke pengambilan obat. Waktu menunjukkan 13:00, maka saya kembali ke farmasi. Oh ya setelah mengumpulkan resep di loket, maka tunggu sampai ada panggilan nomor antrian. Nah panggilan nomor antrian ini yang saya tinggal. Setelah kembali lagi di Farmasi saya tanya ke bagian loket apakah sudah dipanggil, ternyata belum. Ya sudah saya tinggal sholat dulu di Lt 3 (di samping poli jantung). Untuk loket farmasi tutup pukul 14:00. Setelah sholat saya tanya lagi ke loket, ternyata sudah ada, berarti sebetulnya saya sudah dipanggil. Sebtulnya tidak perlu nomor antrian tidak masalah sih, nanti juga tetap di panggil di loket penyerahan obat. Infonya sih lamanya dari ngumpulkan resep sampai dipanggil itu 2 jam lebih. Baiklah saya menunggu obat bersama ratusan orang lain. Alhamdulillah tempat tunggunya luas, jadi banyak kursi yang kosong juga, beberapa orang tampak tidur di kursi yang kosong tersebut. Sekitar pukul 15:00 an akhirnya dipanggil juga. Saya dapat se-kresek obat dari RS. Alhamdulillah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. 

Maka selesailah pengalaman periksa dengan BPJS di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Online-Online (Market Place)

Ingat lagu jadul Saykoji 10 tahun lalu. Ya lagu yang menceritakan tentang zaman dimana semua hal bisa dilakukan secara online. Saat ini hampir semua hal! Ngaji, belajar, belanja, bekerja, bahkan ada juga operasi dilakukan oleh dokter secara online!

Saya selama ini memiliki teori, bahwa hukum kekekalan energi juga berlaku pada semua perubahan di dunia ini. Apa itu maksudnya? Makudnya, energi itu bersifat tetap, jika dia berubah menjadi sesuatu bentuk yang lain, maka bentuk yang lain tersebut ditambah dengan energi untuk berubah sama dengan total energi yang berubah. Dalam bahasa sederhana setiap perubahan maka akan ada yang berkorban dan beruntung, namun sebenarnya effort yang dikeluarkan tetap.




Kita bahas mengenai market place. Saat ini pasti ada banyak market place di Indonesia, yang paling besar ya beberapa itu. Saya ingat dulu awal-awal lagu saykoji itu, orang berbelanja online masih tidak yakin. Takut barang tidak dikirim dan lainnya. Yang paling aman saat itu belanja di Kaskus kemudian pakai rekening bersama. Barang diterima dengan baik maka uang diteruskan ke penjual. Saat ini belanja online telah berhasil melibas belanja offline. Lihat berapa toko besar yang akhirnya menyerah berjualan offline. Tapi yang untung siapa sih sebetulnya? Pembeli? Penjual? atau yang lain? Nah ini yang coba saya analisa sesuai teori saya. 

Biaya-biaya yang timbul karena sistem online dari sisi Pembeli
1. Biaya Kirim
2. Biaya Internet
3. Biaya Listrik

Biaya yang hilang dari sisi Pembeli
1. Biaya transport (termasuk parkir, capek karena berpergian)

Biaya yang timbul dari sisi Penjual
1. Biaya Internet
2. Biaya packing (beli bubble warp, beli kardus, dan kegiatan mempacking)
3. Biaya marketing online

Sedang yang hilang dari sisi Penjual
1. Biaya toko (misal sewa toko, pembelian etalase untuk mempercantik toko)

Dari list diatas terlihat ada yang keluar ada yang masuk (biaya). Dalam teori saya biaya yang hilang dan masuk jika digabungkan (dari sisi pembeli dan penjual) maka akan nol. Artinya biaya-biaya tersebut tidak benar-benar hilang atau bertambah, namun berpindah ke entitas lain.

Biaya kirim berpindah dari yang sebulmnya masuk di biaya transport pembeli, berpindah ke biaya biaya kirim dan biaya internet serta listrik. Selain itu biaya packing penjual itu saya rasa juga masuk ke situ. Akhirnya perusahaan jasa pengiriman mendapatkan energi, begitu pula perusahaan produsen buble warp, kardus, isolasi dan benda-benda lain yang berhubungan dengan packing dan pengiriman. Yang "rugi" siapa? Tidak ada, karena biaya transport yang ditanggung pembeli berpindah ke biaya transport perusahaan courir/ojek online. 

Contoh biaya toko yang "hilang" dari sisi penjual, sebetulnya berpindah ke biaya internet dan marketing online, seperti mengupload foto-foto produk. Kegiatan packing yang sebelumnya tidak dilakukan (cukup masukkan ke kresek ketika di toko offline) harus dilakukan lebih berat. Hal ini mungkin juga bisa dijadikan konpensasi atas biaya toko yang mungkin berkurang.

Sedang dari sisi pemilik market place? Tentu effortnya lebih gila lagi. Mereka melakukan bakar uang ber milyar-milyar untuk membuat orang terbiasa dan mau belanja online. Dan mereka berhasil! Tapi persaingan market place akan tetap berdarah-darah. Berpindah dari toko satu ke toko lain akan sangat mudah seperti membalik telapak tangan. Tidak ada konsumen garis keras untuk satu market place. Semua tergantung harga dan cashback.

Nah market place ambil "energi" dari pihak mana? Sepertinya dia ambil energi dari biaya toko. Karena akhirnya market place offline mulai tergerus dan tutup. Mereka menghisap nyawa dari mall-mall (termasuk dalamnya perusahaan parkirnya, outsourcing pegawainya, listrik, dan lainnya).

Oh ya perusahaan internet juga mendapat energi dari perubahan ini pastinya. Sedang listrik, BBM tidak berubah karena yang menggunakan hanya berpindah.


 +  

Jadi: 





17 Maret 2021

Covid-19 setelah satu tahun... (Part 2)

Bulan Mei 2020 kenyataan mulai terlihat, bahwa corona tidak akan selesai dalam waktu dekat (satu atau dua bulan). Seperti yang diberitakan: Mohon Maaf, Virus Corona akan Terus Hidup di Indonesia (cnbcindonesia.com). Di berita itu juga disebutkan total infeksi sudah mencapai 14 ribuan orang. Kemudian pada tanggal 21, tercetak rekor infeksi virus corona dalam satu hari mencapai 900 orang sehingga saat itu total yang terkena covid sebanyak 20 ribuan kasus. 

Bulan berikutnya, Juni 2020 persebaran virus tidak terbendung. Jatim menjadi provinsi nomor satu di Indonesia dengan kasus covid terbanyak, dan Surabaya menjadi zona hitam! 

Jawa Timur Kini No 1 Kasus Terbanyak COVID-19 - Surabaya Liputan6.com


Gubernur dan walikota surabaya terlibat perseteruan masalah data: Perseteruan Risma dan Khofifah di Zona Merah Corona (tirto.id). Diakhir bulan, total kasus covid mencapai 50 ribu kasus! 

Bulan Juli sampai Oktober 2020 kasus corona tetap tidak menurun. Namun ada kabar baik, vaksin pertama  covid 19 sudah sampai di Indonesia. Vaksin sinovac dari China. Jutaan Dosis Vaksin 'Sudah di Tangan' RI, Sayonara Corona? (cnbcindonesia.com) Saat ini salahsatu solusi mengakhiri penyebaran covid adalah dengan melakukan vaksinasi. Negara-negara berlomba membuat vaksin sendiri, termasuk negara Indonesia. Vaksin COVID-19 Buatan Indonesia Diprediksi Tersedia di Pertengahan 2021 – Sehat Negeriku (kemkes.go.id) 

Grafik Jumlah kasus covid selama bulan Juli sampai November

Bulan November 2020 grafik covid di Indonesia mulai menurun. Orang-orang sudah mulai merasa akan menang. Berbagai berita "gembira" sudah menghiasi internet. Kasus Aktif COVID di Indonesia Di Bawah Rata-Rata Dunia. Termasuk kota Surabaya, warga sudah bisa bernafas lega. Surabaya dikatakan sudah bebas covid 19. Wuhannya Indonesia Kini Bebas Covid-19, Ini Cara Pemerintahan Risma Tekan Kasus Corona di Surabaya - Semua Halaman - Grid Health. Saat itu memang aktivitas warga sudah mulai bergerak lagi. Sholat di masjid sudah mulai ramai. Rencana liburan akhir tahun juga sudah mulai dipikirkan. 

Bulan Desember 2020 adalah bulan titik balik covid 2020. Setelah mulai menurun, banyak orang-orang berlibur karena selama hampir satu tahun "terkurung" dirumah. Kasus covid meningkat!
Bulan Januari 2021 kasus makin naik. Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia? Halaman all - Kompas.com. Terbukti adanya even liburan membuat penularan covid menjadi-jadi. Beberapa cluster terbentuk karena aktivitas liburan. Makin banyak keluarga dekat yang terjangkit covid. Covid sudah didepan mata! Kegilaan covid ini berlangsung hingga bulan Maret 2021.

Maret 2021..genap satu tahun covid di indonesia, namun tanda-tanda berakhirnya tidak terlihat. Kita jalani semua ini dengan sabar, semua ada hikmahnya. Semoga wabah ini hilang dari seluruh dunia.







02 Maret 2021

Covid-19 setelah satu tahun... (Part 1)

2020 adalah tahun yang tidak terlupa. Tiba-tiba seluruh dunia mengikuti tatanan dunia baru .

Diawali berita tentang virus misterius pada akhir 2019 di Wuhan, China. Virus tersebut memiliki ciri seperti SARS



Saat itu terdapat 27 orang di Wuhan yang ter infeksi virus tersebut. Kondisi di Indonesia masih tidak terpengaruh sama sekali. Malah saya sudah punya rencana liburan ke Jakarta saat lebaran tahun itu di bulan Mei.

Di akhir Januari dan awal Februari 2020 media Indonesia sudah mulai ramai menceritakan mengenai virus tersebut, sebatas cerita yang mencekam. Wuhan mulai di lockdown.



Dan saat itu masih merasa bahwa virus tidak akan masuk Indonesia, seperti kasus-kasus corona sebelumnya (SARS dan MERS) yang tidak masuk Indonesia.


Masker mulai harganya naik, namun orang-orang masih santai aja. Hanya orang-orang berduit yang memburu masker walau harganya gila-gila an. 
Sumber: https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/02/05/7a1d0d4c-4136-4fa9-b7ee-9e9f3cfefbde.jpeg?a=1

Menkes pun masih belum mewajibkan penduduk menggunakan masker


Isu-isu corona masuk Indonesia mulai bermunculan. 

Berita evakuasi mahasiswa Indonesia di China pun menjadi berita hangat saat itu. Termasuk penyemprotan cairan disinfectan.



JENG JENG!, akhirnya 2 Maret 2020 virus Corona resmi masuk Indonesia. Langsung 3 orang terinfeksi virus corona.

Syukurlah presiden sudah siap ^_^

Para netijen mulai ramai membicarakannya. Data pasien mulai dicar-cari. Di grup-grup WA mulai membahas. Teman yang tinggal di Depok mengatakan kalau barang-barang mulai diburu.

Berita kondisi lalulintas Depok saat itu. Sumber: Republika

Para netijen mulai ramai membicarakannya. Data pasien mulai dicar-cari. Di grup-grup WA mulai membahas. Teman yang tinggal di Depok mengatakan kalau barang-barang mulai diburu.

Di tengah Maret 2020, total pasien corona mencapai 134 orang. 

Kemudian di akhir Maret 2020 menjadi 1528 pasien.
Dan transportasi kereta api ke Jakarta di batalkan. Rencana lebaran di Jakarta batal. Ramadhan tahun itu tidak seperti biasanya. Masjid-masjid besar tidak mengadakan sholat berjamaah. Tarawih dikerjakan di rumah. 

Kondisi masyarakat juga telah berubah. Menggunakan masker menjadi kewajiban. Di tempat kerja mulai dilakukan pengurangan orang yang bekerja di kantor. Selang-seling bekerja di kantor dan bekerja di rumah. Aplikasi Zoom mulai banyak digunakan. 

Memasuki bulan April 2020, kota surabaya mulai diberlakukan PSBB, jalan-jalan Surabaya mulai terlihat sepi.
Sumber: Liputan 6

Sumber: Liputan 6


Jumlah infeksi virus ini mencapai 8 ribu an di seluruh Indonesia. Ada juga yang mengalisa pandemi akan habis 4 bulan lagi.

Bersambung...

11 Juli 2019

View - (View of Life) #Mata Uang

Beberapa waktu yang lalu heboh berita mata uang Venezuela terjun bebas. Hiper inflasi melanda negeri tersebut. Untuk membeli 1 ekor ayam diperlukan 14juta matauang Bolivar. Mengambil gambar dari internet, maka akan terlihat gambarannya seperti ini:
A 2.4 kg chicken is pictured next to 14,600,000 bolivars

Bandingkan dengan Rupiah. Untuk membeli ayam utuh cukup 35ribu rupiah (ayam kampung 90ribu rupiah). Berarti 400x lipat dari nilai rupiah. Selain Venezuela ada juga negara yang mengalami hiperinflasi, yaitu Zimbabwe.

Saya akan membahas masalah 400x lipat. Jika dibandingkan di USA, maka harga ayam adalah USD 2. Artinya Rupiah 17500x lipat lebih rendah. Woowww. Disinilah carapandang berperan. Kita di sodorkan gambar dimana diperlukan setumpuk uang untuk membeli seekor ayam. Mungkin saat itu satuan uang kertas tersebut kecil. Misal per 1 Bolivar. Bagimana jika satuan uang rupiah juga kecil, misal 1 lembar sama dengan Rp 1. Maka untuk membeli 1 ekor ayam diperlukan 35 ribu lembar.


Foto diatas adalah tumpulkan uang sebesar 173 milyar hasil korupsi. Terlihat banyak sekali bukan. Namun jika di uangkan menjadi dinar, maka akan didapatkan 60rb dinar.
Penampakannya akan seperti foto dibawah ini namun 3 tumpukan.
Tumpukan uang koin yang dipakai untuk membeli motor Ninja


22 Maret 2018

Cabai/Lombok untuk Rakyat (Menanam cabai untuk keluarga)

Pernah pada sudatu kali, di negeri ini terjadi "huru-hara" akibat harga cabai/lombok yang mahal. Kemudian muncul statement dari menteri perdangan:
Kalau menurut saya pribadi, buat konsumsi rumah tangga memang masuk akal untuk menjalankan ide pak mendag. Saya bayangkan jika semua rumah tangga di kota Surabaya melakukan tanam cabai di rumah, sepertinya tidak ada lagi orang yang membeli cabai di pasar. Mungkin nantinya petani cabai hanya menjual cabai ke Industri atau ke usaha makanan.

Sebelum ada berita ini, sebetulnya saya sudah memulai menanam cabai di pot, di deck atap rumah. Namun setelah munculnya berita ini, saya jadi tambah semangat, dan menambah jumlah tanaman cabai.


Saya menanam cabai dari biji. Cukup ambil jenis cabai yang ingin ditanam, ambil bijinya kemudian di semaikan. Jajan langsung tanam biji di pot. Dari pengalaman saya sering tidak tumbuh. Pindahkan bibit dari persemaian setelah mencapai tinggi 3-5cm. Namun tetap tidak di tanam di pot tujuan. Taman di pot kecil dulu. Baru setelah tinggi mencapai 10 cm dipindah ke pot akhir. Tanah pot diusahakan gembur agar akar dapat berkembang dengan baik.


Perawatan pohon cabai tidak sulit. Saya lakukan penyiraman satu hari sekali. Lokasi pot ada di dek rumah. Pastinya panas. Namun dengan penyiraman sehari sekali itu sudah cukup. Hama cabai biasanya kutu pucuk daun dan kutu putih. Saya semprot dengan pestisida saat hama sudah meluas penyebarannya. Jika dibiarkan, maka lama-kelamaan pohon akan mati. Pemberian pupuk juga perlu dilakukan karena media pot terbatas. Unsur hara nya bisa habis.

Jika kondisi ideal, maka cabai akan berbuah setelah 2 bulan. Dari pengalaman kadang cabai hanya bisa berbunga tetapi tidak jadi buah. Jika terjadi seperti itu saya pangkas pohon tersebut. Tunas baru nya insya Allah dapat berbuah. Dengan pot ukuran 30cm maka dapat ditahan 3 pohon sekaligus. Satu pohon bisa menghasilkan s.d 5 cabai yang sudah merah. Saya memiliki sekitar 15 pohon, hasil sekali panen seperti gambar dibawah. Setiap satu sesi bunga yang lebat, maka panen dapat dilakukan 1-2 Minggu sekali.


Setelah itu, pohon akan istirahat. 
Jadi silahkan menanam cabai di rumah. Cukup 5-10 pohon. 15 pohon jika panen terlalu banyak, jadi harus dibagi ke tetangga. Namun ketika pohon istirahat ya tidak bisa menghasilkan.




30 Januari 2018

AOS Crash setelah membuat view

Lagi mau buat inquiry baru di AX, dimulai dengan membuat Query-nya, kemudian dimasukkan ke view baru. Tapi tidak seperti biasanya! Jika biasanya di data source nya bisa di lihat struktur query nya. Hmm, dicoba synchronize dan compile tetap tidak bisa muncul.

Akibatnya saya ga bisa memilih field untuk ditampilkan di view itu. Kemudian saya pilih field yang sudah tersedia (standart, seperti recId, createdBy), dan disimpan. Dan...AX nya muter-muter proses...lamaaaa, dan akhirnya putus. Wow! Cek di server nya, ternyata mati service nya. Dicoba start lagi, ok bisa nyala. Terus coba buka view yang bermasalah tadi. Belum sempat buka viewnya, baru buka tree node view ax nya hang lagi dan mati.

Browsing2 di internet, nemu ini:
https://dynamicsuser.net/ax/f/developers/74092/how-to-delete-form-without-clicking-on-it?pi2195=1



Sepertinya secara tidak sengaja membuat view itu menjadi circular reference. Trus solusinya? Setelah browsing2 lagi, ketemulink ini:
https://dynamicsuser.net/ax/f/developers/65072/aos-crashing-again-and-again-after-creating-a-query-and-a-view-help-me


Saya langsung saja eksesuksi via database, karena memang nama view nya juga tidak ingat betul. Pertama saya perlu tau element pastinya. Saya query dulu elememnt yang dibuat pada tanggal 29 Jan 2018 oleh saya:

select * from modelelementdata where CreatedDateTime >= '2018-01-29'

Dari situ saya dapat ElementHandle nya. Kemudian saya cek di tabel ModelElement

select * from ModelElement where ElementHandle IN( 984094,984098,984101,984102,984103,984105)

Disitu terlihat view yang bermasalah dan field-fieldnya. Akhirnya saya hapus langsung ModelElement dan ModelElementData atas view yang bermasalah itu.

Dan Alhamdulillah, AX kembali seperti sediakala.

Note: Kejadian ini berlangsung di AX Development, bukan Production. Jadi jikapun gagal, saya masih ada opsi restore database. Jika ada yang mencoba cara ini namun ternyata tidak sesuai, maka resiko ditanggung sendiri.

24 Januari 2018

Perjuangan di Colombo II

Astaghfirullah... Setelah hampir 3 bulan baru sadar SIM C sudah expired!
Terbayang repot dan dana yang harus disiapkan. Ya gimana lagi, semua sudah terjadi, tidak bisa diulang. Ok. Kita berjuang lagi untuk membuat SIM baru.
Pertama terbayang harus cuti, namun setelah baca di internet, ternyata Sabtu buka. Alhamdulillah.

Percobaan pertama, tangga 16 Desember 2017. Karena ada acara di pagi harinya, maka saya mampir sekitar jam 12 kurang. Saat akan parkir, petugas parkir menanyakan tujuan saya. Saya jawab membuat SIM baru. "Wah sudah tutup mas pendaftaran nya" jawab petugas parkir dengan logat Madura nya. Hmm, ok deh kalau begitu. Saya balik kanan grak. 

Datang lagi pada tanggal 23 Desember 2017. Sengaja datang pagi dengan asumsi agar dapat urutan awal. Ternyata... Tertulis jam buka:
Senin-Jumat 09:00-13:00
Sabtu 09:00-12:00
Ealah... Kadung datang jam 8.
Akhirnya duduk menunggu di kursi yang disediakan. Nunggu 20 menit an koq rasanya ada yang ganjal. Apa ya? Lihat sekeliling..Hmm koq banyak orang yang bawa keras biru. Teringat info teman kantor. "Sampean ngurus kesehatan dulu saja biar gak bolak balik". Seingat saya di perjuangan terdahulu tempat cek kesehatan ada di dalam. Baca: https://shindu-b-raditya.blogspot.co.id/2007/11/perjuangan-di-kolombo.html

Saya tanya pada orang yang duduk disebelah. "Mas itu kartu biru buat apa?". "Lho itu tes kesehatan", jawab nya. Wuik... Tenan, ga tanya tersesat ini. Saya tanyakan​ dimana lokasi test kesehata nya, mas nya nunjuk ke gang didepan pintu masuk Samsat. Dengan langkah agak terburu-buru saya pun jalan ke arah gang tersebut.


Wow ternyata penuh dengan calo!! Saya tanya berapa. Dijawab 500rb!!! Subhanallah. Saya jawab wah uang nya gak cukup.
Sampai di lokasi... Antri nya sudah panjang. Tanya bapak bapak dibilang langsung ambil antrian. Dapat nomor 105! Baru padahal nomor antrian saat itu masih 20 hahaha. Yang sabar ya boss.

Nunggu sekitar 20 menit akhirnya nomor dipanggil. Oh ya, diminta foto copy ktp satu lembar. Atau kalau ktp hilang pakai surat keterangan. Ternyata itu antrean membeli asuransi! Bayar 35rb dapat kartu biru.
Selanjutnya antri lagi di cek kesehatan. Dengan tidak ada nomor antrian, maka saya tidak tau masih lama atau tidak. Terlebih tidak ada mikrofon untuk memanggil. Jadi orang-orang pada ngumpul di ruangan sempit biar saat dipanggil tidak terlewat. Saya perhatikan tes yang dilakukan tidak sama siap orang. Ada yang di test buta warna, sedang saya sendiri di test suruh baca tulisan, tanpa test buta warna. Mungkin karena saya pakai kacamata. Selain itu ditanya apakah ngurus sediri atau tidak?? Apa ya maksudnya. Koq hasil test saya dikasih gambar Kluet Kluet...Embuh lah. 

Biaya test kesehatan sebesar 25rb.
Sekitar jam 10.30 an saya berhasil mendapatkan surat kesehatan. Langsung bergegas menuju komplek satpas Colombo, bertanya pada penjaga, ditunjukkan lokasi pendaftaran yaitu di pojok barat laut. Jadi saya melewati area test roda dua dan roda empat. Tempat yang ternyata akan saya datangi setiap Sabtu selama satu bulan....

Di loket pendaftaran akan diberikan formulir yang silahkan di isi sediri. Sekalian diberikan nomor antrian dua lembar. Simpan baik baik. Jangan hilang salah satunya.
Sambil nunggu antrian, saya sempatkan baca buku test teori lalulintas. Hati-hati, sepertinya ada jawaban yang salah. Akhirnya nomor saya dipanggil. Maju ke tempat input data. Sekitar 5 menit selesai. Lanjut ke foto dan sidik jari, sekitar 5 menit juga. Lanjut lagi ke test teori. Menunggu di sini cukup lama. 15 menit an. Sedikit nervous, takut tidak lulus teori. Alhamdulillah, test teori lancar dengan nilai 28. Artinya salah 2. Timbullah rasa pede test praktek yang akan saya hadapi selanjutnya.

Test praktek! Saya harus mengulang sampai 5x!! Test ini meliputi: test jalan lurus, kemudian jalan sempit dan belok serong, kemudian test jalan angka 8 sebanyak 3x. (Ini saja yang diminta 3x!) Kemudian test u turn di jalan sempit.
Disediakan beberapa sepeda motor untuk test. 2 supra 125, 1 MiO, 1 vario,1 Beat, 1 spacy. Di percobaan pertama saya menggunakan mio karena ada mio di rumah. Gagal di angka 8 pada putaran ke 2. Mengulangi lagi 30 Desember 2017, kali ini menggunakan Honda Supra 125. Gagal di 8 pada putaran ke 2 juga. Ulang lagi pada 6 Januari 2018, dengan kendaraan sediri. Zx130. Gagal lagi di angka 8 belum sampai 1 putaran. Rem yang terlalu keras ikut andil dalam kegagalan. Percobaan ke-4 pada 13 Januari 2018 menggunakan supra 125, gagal lagi pada angka 8 pada putaran ke 2. Percobaan ke-5 pada 20 Januari 2018, menggunakan Honda Spacy, akhirnya berhasil. Alhamdulillah! Saya tidak tau apakah benar tidak melewati garis atau tidak karena tidak kelihatan saat di kendaraan. Yang pasti semua karena bantuan Allah yang telah mengijabahi doa ibu.



Test jalan di angka 8. 

Dengan wajah berseri saya lanjutkan ke proses selanjutnya di loket 5. Nunggu sekitar 15 menit, lanjut ke proses verifikasi di ruang pendaftaran pertama. Qadarullah, system nya error, jadi verifikasi nya baru bisa hari Senin. Ya sudah lah. Yang penting sudah lulus.
Senin, 22 Januari 2018 saya kembali lagi ke Colombo sekitar pukul 13.20 WIB. Ternyata cukup sepi. Test praktik hanya diikuti 3-4 orang. Berbeda saat Sabtu, bisa sampai 20 orang lebih. Prosess verifikasi pun hanya ada 2 orang. Setelah verivikasi lanjut ke pembayaran di bank BRI yang ada di area satpas. Biayanya 100rb, dan akhirnya dicetak. Jadilah SIM saya yang baru. Semoga tidak lupa pernpanjangan lagi.

02 Februari 2017

Review Panah Busur Pvc Untuk Anak /Tk/Sd

Alhamdulillah, akhirnya bisa memiliki busur panah sendiri. Walau untuk saat ini adalah busur anak. Ya..busur anak hi hi hi.

Saya beli di buka lapak (https://www.bukalapak.com/p/olahraga/hunting/tgng7-jual-panah-busur-pvc-untuk-anak-tk-sd). Dengan harga yang cukup murah. 150 ribu kurang seribu. Sebelum ongkos kirim tentunya.


Saya order (bayar) pada hari hari rabu 12 Oktober 2016 jam 3 sore. Dengan harapan hari sabtu sudah datang (latihan panahnya hari sabtu). Dari pelapak proses pengiriman dilakukan hari kamis jam 5 an sore (data dari JNE). Namun apa daya ternyata barang datang di hari senin 17 Oktober 2016. Yah, ga bisa buat latihan tanggal 15. 

Sekarang saya akan bahas mengenai busur dan anak panah ini. 
Bahan busur ini adalah PVC. Saya tidak tahu apakah PVC biasa atau Rucika. Secara ketebalannya memang lebih tebal dari PVC yang saya miliki di rumah.


Dengan model knockdown, atau bongkar pasang, akan memudahkan saat dibawa menggunakan kendaraan roda dua.
Paket yang diberikan adalah sebuah busur, string, 2 anak panah bambu, dan target panahan.



Tarikan busur ini saya belum sempat menghitung. Yang pasti anak saya yang usia 9th dan 6th tidak mampu full draw busur ini. Perkiraan saya dibawah 25lbs. 



Busur ini dengan full draw bisa melesatkan anak panah dengan baik sampai jarak 10m.
Sebaiknya menggunakan anak panah bambu dan vanes bulu karena arrow rest nya cukup sempit.





Busur ini saat ini kondisnya sudah patah karena saya tarik terlalu keras (over draw). 


13 Desember 2015

Berkelana ke Gili Labak

Rekan-rekan dari induk perusahaan berencana mengadakan liburan ke Gili Labak dengan menyewa travel (open trip). Namun ternyata pesertanya sedikit karena para ibu yang sebelumnya berniat ikut akhirnya mundur teratur begitu mengetahui route yang harus dilalui. Jadilah saya di tawari ikut trip tersebut. Biaya yang harus di keluarkan sebesar 240 ribu per orang. Dengan fasilitas transportasi ke Gili Labak pp, makan 2x,  jaket pelampung, dan snorkeling. 
Sempat terjadi perubahan rencana (ganti Travel Agent) akhirnya pada tanggal 11 Desember 2015 kita berkumpul di RS PHC sebagai meeting point area Surabaya. Dari jadwal jam 11.45 an kita berangkat ternyata mundur sampai hampir jam 2 dinihari kendaraan Long ELF baru datang. Bertambah parah lagi begitu tahu jumlah seat nya kurang 1. Akhirnya peserta perempuan yang kebetulan berbadan kecil-kecil semua mau mengalah untuk berbagi kursi (kursi 3 di dudukin 4 orang). Pak Vins sebagai koordinator acara ini sempat marah-marah dengan pihak Travel mengingat perjalanannya cukup jauh.

Stage 1: Surabaya-Kalianget ( 4 jam)

Surabaya-Kalianget
Perjalanan dini hari dengan cukup lancar karena lalu lintas sangat sepi. Hanya beberapa kali berpapasan atau mendahului truck atau bus. Jika perjalanan ini dilakukan di siang hari, maka dipastikan akan lebih lama karena di beberapa titik terdapat pasar. Seperti pada gambar di atas diambil di pukul 12:00 terlihat warna kuning di beberapa titik. Dari surabaya sekitar pukul 02:00 sampai di kalianget sekitar pukul 06:00. Di kalianget kita beristirahat sekalian makan nasi kotak. Seharusnya nasi kotak sudah di konsumsi ketika di surabaya, namun karena datangnya terlambat maka makannya di undur 4 jam kemudian. 


Stage 2: Menuju ke rumah singgah di Pulau Puteran (30 menit)

Jika travel lain kebanyakan dari kalianget langsung menuju ke pulau Gili Labak, maka travel ini harus menyeberang ke pulau Puteran dulu untuk menyeberang ke Gili Labak. Dengan menyerberang ke pulau Puteran maka waktu tempuh perjalanan laut berkurang sekitar 1 jam. Dari kalianget ke gili labak waktu tempunya 2 jam lebih dengan menggunakan kapal nelayan.
Proses menyeberang ke pulau puteran sangat cepat. Hanya 5-10 menit.
Kapal untuk menyeberang

Cukup 5 menit
Setelah menyeberang, ELF long berjalan menyusuri jalan desa yang juga cukup sepi menuju rumah singgah. Rumah singgah tersebut adalah rumah pemilik kapal yang nanti akan digunakan untuk menyeberang ke Gili Labak. Menyusuri jalan desa tersebut mengingatkan saya akan kampung halaman di Situbondo. Rumah-rumah sederhana dikelilingi oleh kebun-kebun gersang.

Pulau Puteran
Rumah Singgah di Pulau Puteran

Stage 3: Menyeberang ke pulau Gili Labak (1 jam)

Istirahat di rumah Singgah sekitar 1 jam sambil menunggu hujan yang turun cukup lebat. Sempat terpikir apakah gagal? Oh tidak....Setelah hujan reda mulai lah kita berjalan menuju bibir pantai dimana perahu untuk berangkat tertambat di tengah laut. Pada pagi hari air laut surut sehingga untuk menuju kapal harus berjalan dipantai yang surut sampai 100 meter.
Menuju perahu
Tertambat di tengah laut
Hujan di tengah laut

Perjalanan laut memakan waktu sekitar 1 jam. Menempuh jarak 12 km. Sempat hujan cukup deras diperjalanan. Bagi yang membawa barang-barang elektronik cukup merepotkan karena walaupun di perahu ada penutupnya. Saya sudah bersiap kondisi ini dengan membawa jas hujan, jadi tas yang berisi HP dan Kamera cukup aman terlindungi.
Rute ke pulau
Suasana di perahu
Cukup menyenangkan perjalanan dengan perahu ini. Mungkin karena baru pertama perjalanan dengan perahu selama 1 jam. Walau badan terasa sakit semua karena perahu tersebut memang sebenarnya perahu untuk mencari ikan. Akhirnya terlihat lah pulau Gili Labak dari kejauhan.
Kecil di kejauhan

Makin mendekat
Mendarat


@Gili Labak

Alhamdulillah sudah mendarat. Sudah cukup ramai pulau tersebut oleh pendatang. Terlihat orang-orang yang ber-snorkeling ria dihiasi jaket pelampung warna orange Kita istirahat dulu sambil makan ransum yang kita bawa. Matahari sudah cukup terik sehingga kita agak malas untuk mengexplorasi pulau kecil ini. Harus menunggu hingga pemandu mengajak berkeliling mengitari pulau (walau sebenarnya hanya separuh lingkaran). Kita lewati garis tengah pulau melalui rumah-rumah dan kebun yang ada.

Antara rumah penduduk/penginapan

Kebun
Beberapa menter kemudian terhamparlah pasir putih dengan sampan-sampan yang bersandar. Seandainya datang lebih pagi akan lebih menyenangkan lagi. Dengan sengatan sinar matahari jika tidak di lindungi dengan topi maka terasa cepat pusing.
Pasir putih
Setelah menikmati keindahan pasir, pantai, laut, dan sengatan sinar matahari saat nya mencoba pengalaman snorkeling. Saya sudah pernah sebelumnya di pantai pasir butih situbondo namun tidak terlalu berkesan karena kondisi terumbu karang yang sudah rusak. Sempat berpikir seperti itu juga kondisi di gili labak. Namun ketika mencoba sendiri, ternyata luar biasa kondisinya. Serasa melayang diatas karang-karang. Ketika agak ke tengah maka terlihat kontour dasar pantai seperti tebing .
Masyaallah

Karang alami
Lokasi untuk snorkeling cukup luas jadi jangan takut untuk kehabisan stok snorkeling. Namun biasanya untuk setiap group travel mereka berkumpul di satu area. Jika mencoba agak menjauh akan di datangi oleh pemandu untuk diingatkan agar tidak terlalu jauh dari kelompok. Sebenarnya hal ini untuk keamanan peserta sendiri karena bagaimana pun areanya adalah laut lepas dengan kedalaman bisa mencapai 3m.
Saya lupa berapa lama ber snorkeling ria. Mungkin 30-45 menit. Yang pasti setelah itu badan terasa capai sekali. Kembali ke darat, mengeringkan badan, kemudian tiduran di lincak beratapkan pohon kelapa.
Capek!



Setelah makan siang yang diberikan oleh pihak travel ditambah beli mie rebus akhirnya saya tidur beneran. Mungkin 30 menit an. Lumayan terasa segar lagi setelah bangun. Saat nya menyiapkan tenaga lagi untuk pulang. Kita tidak mandi di pulau gili labak, walaupun ada pemandian umum. Kita akan mandi di rumah singgah.

Pulang

Kira-kira pukul dua siang kita mulai meninggalkan pulau ini. 
Perjalanan pulang
Kembali dengan route yang sama, menyeberang 1 jam menuju rumah singgah. Kali ini perjalanan ditemani dengan angin yang bertiup cukup kecang sehingga ombaknya terasa cukup besar bagi kita yang cupu di dunia per lautan. Perahu terguncang sehingga membuat ada sedikit rasa khawatir. Terlebih jarak antara bibir perahu dan air hanya sekitar 30 cm. Jika ada ombah lebih besar lagi bisa saja air masuk. 
Ombak

Persimpangan
Akhirnya kita sampai lagi di darat. Kali ini air surah menggenangi area yang tadi pagi masih belum tergenang, sehingga perahu dapat merapat lebih dekat ke daratan. Namun tetap harus berbasah-basah dulu untuk sampai ke darat.

Dengan jumlah kamar mandi tiga buah, cukup mengantri karena jumlah peserta adalah sebanyak 15 orang. Segar rasanya setelah mandi, walau air nya terasa masih lengket di badan. Selesai mandi dan sholat, kita berangkat menuju kalianget. Rekan-rekan terlihat capai semua sehingga ketika menyeberang di kalianget tidak ada yang turun dari mobil. Setelah menyeberang dilanjukan perjalanan panjang menuju Surabaya. Akan lebih panjang lagi bagi peserta yang berangkat dari Pandaan. Perjalanan kembali cukup lancar, walau kondisi lalulintas lebih padat karena malam minggu. Kita sampai di surabaya sekitar pukul 21:30. Alhamdulillah