Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 29 Juli 2009

Bermimpilah...



Sampai saat ini, jika saya melihat kepada ZX-130 hijau itu. Rasa syukur ku ucapkan. Bagaimana tidak, sejak motor gambot itu pertama diluncurkan saya dah merasa ingin memilikinya. Dengan fitur tangki bensin di depan dan CC besar rasanya mantap motor ini di jamannya. Tapi apa daya, saat itu sebagai fresh graduate yang belum memiliki pekerjaan tetap, terpaksa keinginan itu cukup diangankan saat akan tidur.

Tahun demi tahun berlalu. Sebulan setelah menikah, mendapakan pekerjaan yang lebih baik, kemudian lima bulan selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk membeli secara kredit sepeda motor. Dan sepeda motor itu adalah Kawasaki ZX-130. Sepeda motor yang dulu saya idam-idamkan.

Alhamdulillah! Nikmat Alloh memang terpancar ke seluruh alam semesta!
Memang seringkali keinginan kita tidak bisa langsung tercapai saat itu juga. Bisa jadi beberapa tahun lagi tercapai, atau berpuluh-puluh tahun kemudian. Jadi jika suatu saat kita menginingkan sesuatu dan Alloh saat itu tidak mengabulkan...sabar lah. Karena Dia tau apa yang terbaik buat kita.

Saya jadi ingat salah satu "pelajaran" saat ikut Sekolah Bisnis dulu. "Jika ingin sesuatu, pikirkanlah dengan sungguh-sungguh keinginan itu sebelum tidur. Bayangkan keinginan itu terkabul. Maka secara perlahan-lahan maka alam bawah sadar Anda akan membuat sistem yang menuntun Anda meraih keinginan itu.

Jumat, 24 Juli 2009

BMA=Bumiayu

Minggu kemarin para edan sepur Surabaya mengadakan acara gathering di Stasiun Bumiayu (BMA). Bumiayu merupakan bagian dari kota Brebes, Jateng. Stasiun Bumiayu merupakan stasiun yang cukup sibuk. Sering menjadi tempat persilangan beberapa rangkaian keretaapi. Kadang juga menjadi tempat melepas lok DT yang mengantar rangkaian melalui jalur menanjak.

CC 201 45 selepas mengantar rangkaian ketel kembali ke Purwokerto

Bagi para railfans yang suka fotografi, objek jembatan Sokolimolas adalah magnet yang menarik. Dengan tinggi kira-kira 15m dan panjang 100m, jembatan ini terlihat indah dengan kereta api lewat di atasnya.


Rombongan Surabaya berangkat 18 Juli 2009 pukul 2 siang. Saya sempat khawatir aja ada kesulitan di perjalanan karena kebetulan sehari sebelumnya 17 Juli, terjadi peledakan bom di Jakarta. Ternyata perjalanan lancar-lancar saja. Tidak ada pemeriksaan ketat di stasiun seperti yang saya pikirkan. Pukul 1 pagi sampai di Bumiayu. Di situ telah menunggu rekan dari daop lain. Setelah berbincang beberapa menit kami pun beristirahat untuk mempersiapkan kegiatan besok pagi.


Pagi telah datang, wah ternyata hawa pagi di tempat ini sangat dingin. Pemandangan indah pegunungan Slamet terlihat. Subhanallah! Beberapa warga sekitar terlihat berjalan-jalan di atas rel. Ternyata area ini juga merupakan tempat favorit untuk joging di Minggu pagi.



Beberapa rekan mengambil foto dari sisi bawah jembatan. Sebagian lagi dari posisi yang jauh sehingga dapat mengambil gambar jembatan secara penuh. Saya dan pak Tri sepakat untuk mencoba nyali melewati jembatan ini. Ternyata nyali saya belum cukup besar. Saya hanya berani 20 meter menyebrang. Kebetulan sekali ketika saya berada di safety zone ada rangkaian ketel melewati jembatan. Wah kesempatan merasakan sensasinya.


Sekitar satu jam di jembatan itu kita kembali lagi ke stasiun untuk mandi dan makan pagi. Selain itu ada acara penyerahan kenang-kenangan kepada kru stasiun Bumiayu berupa foto stasiun yang di cetak ukuran besar dan di bingkai. Setelah acara itu baru kita full team railfans kembali hunting di jembatan. Setelah puas hunting di jembatan, hunting dilanjutkan di stasiun sampai malam tiba.

Kami rombongan Surabaya kembali ke Surabaya via Yogyakarta dengan kereta Senja Solo. Saya kembali sendiri ke Surabaya naik KA Logawa, sedang yang lain menumpang Sancaka sore karena menyempatkan belanja di Yogya.


Kamis, 09 Juli 2009

Bahaya yang mengancam!

Ceritanya pas hari Rabu kemarin, selesai contrengan nemani Nizar main. Tiba-tiba Ummi manggil. "Bi, abi, koq gasnya udah abis sih. Padahal baru beli kemarin." Aku cek ternyata emang ga bisa nyala. Coba copot regulator, ternyata regulatornya rusak. Pin untuk penekan ternyata copot. Koq bisa?? Saya amati di lubang keluar tabung gas, kondisinya tidak seperti biasanya. Ternyata ada bagian regulator yang tertinggal di dalam lubang gas. Wah apa ya?!! Saya congkel...ternyata ujung regulator patah!!! Wah bahaya ga tuh? Padahal regulator itu baru beberapa hari dipasang. Yang lama (yang udah lebih dari 5 tahun bertugas) sudah mulai rewel, jadi diganti pake regulator gratisan dari pemerintah.

Serem juga ya, ujungnya bisa patah, klo patahnya pas lagi dipake (dalam kondisi gas keluar) gimana tuh?


Ujung regulator yang patah, sehingga pin nya terlepas


Ini patahannya...


Regulator dari program kompor gratis