Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 29 Agustus 2010

Situs media indonesia dianggap situs berbahaya

Saat coba membaca berita di Media Indonesia via http://m.mediaindonesia.com muncul tampilan:
















Wah ada apa nih? jangan2 kena HACK

Jumat, 13 Agustus 2010

Comment atas tulisan: Abdul Munir Mulkhan -- Puasa ketika Malaikat Tersenyum Kecut

Di sabtu yang panas, kesempatan membaca tulisan Abdul Munir Mulkhan, seorang Guru besar UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, yang jugaanggota Komnas HAM. Tulisannya di muat di: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=150437

Saya pun terterik untuk mengomentari, tetusaja komentar berdasarkan pendapat saya sendiri.

Di awal tulisan, pikiran saya menerka-nerka, maksud dari tulisan
Puasa terasa berbeda ketika Pemda DKI di negeri sejuta masjid ini tahun ini meminta bantuan FPI untuk mengamankan jalannya ibadah puasa. Karena itu, muncul sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan reputasi ormas tersebut, yang lebih dikenal dengan tindak kekerasannya.
Saya tangkap dari tulisan itu, kesaanya sipenulis sangat benci dengan FPI sehingga merasa sakit hati ketika FPI dijadikan oleh Pembda DKI untuk mengamankan jalannya ibadah puasa. Ditambah lagi tulisan di bawahnya:

Karena itu, dengan puasa sebulan penuh, seorang muslim diharapkan menjadi lebih santun, mendahulukan dialog dan logika daripada kekuatan fisik dalam menyelesaikan berbagai masalah hubungan sosial.
 Tulisan tersebut lebih menguatkan dugaan bahwa penulis memang benci dengan FPI. Padahal anggota FPI juga manusia, yang harus nya Hak-Hak nya termasuk Hak terbebas dari penyakit masyarakat. (Sebagai anggota HAM harusnya tau lah)

Beberapa paragraf setelah itu tetap membahas masalah sepak terjang FPI, walau tidak secara terang-terangan membahasnya. Kemudian
Adalah hal biasa di bulan suci, semua orang cenderung membersihkan segala yang maksiat dengan menutup kafe-kafe yang selama bulan-bulan lain seperti diizinkan beroperasi dan dibiarkan ingar-bingar. Jadilah banyak orang yang kehilangan pendapatan di bulan suci ini, sementara anak dan keluarga mereka juga butuh makan untuk takjil dan sahur serta berlebaran nanti.

Dari tulisan tersebut kesannya penulis tidak menginginkan adanya penutupan kafe-kafe selama bulan ramadhan. Dengan alasan hilangnya pendapatan orang-orang yang membuka kafe. Kenyataanya selama ramadhan malah penjual makanan/minuman tambah menjamur di pinggir jalan ketika waktu berbuka. Harusnya omset mereka tidak bermasalah, malah mungkin naik. Saya heran kenapa orang-orang pembela HAM selalu membela sesuatu yang merupakan hasil dari sesuatu yang berhubungan dengan Islam. Seperti masalah nikah siri, poligami, korban pengeboman. Mereka tidak mau bersuara ketika acara TV telah membuat remaja yang free sex makin banyak, atau ketika tersangka teroris yang namanya pun tidak tau di tembak polisi tanpa ada peradilan. Termasuk ketika HAM masyarakat non Hindu ketika hari raya Nyepi di bali.

Rabu, 11 Agustus 2010

Bilangan Rakaat shalat tarawih

Rasulullah Saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Berikut adalah bilangan raka’at shalat tarawih dan cara melaksanakannya menurut sunnah Rasulullah Saw.

1. Bilangan raka'at shalat Tarawih Rasulullah saw. adalah 11 raka'at, yaitu 4 raka'at, kemudian 4 raka'at, kemudian 3 raka'at witir.

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا

Rasulullah saw. tidak pernah mengerjakan shalat pada bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan lebih dari sebelas raka'at. Beliau shalat empat raka'at, maka janganlah engkau tanyakan tentang baiknya dan lamanya beliau berdiri. Selanjutnya beliau shalat lagi empat raka'at, maka janganlah engkau tanyakan tentang baiknya dan lamanya beliau berdiri. Selanjutnya beliau shalat tiga raka'at. (Hadits riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzy, dan Nasa'i dari Aisyah, istri Rasulullah saw.)

2. Dalam riwayat tersebut hanya disebutkan bilangannya saja, tanpa menyebutkan cara yang dilakukan Rasulullah saw. dalam shalat Tarawih 4 raka'at, 4 raka'at dan 3 raka'at itu. Akan tetapi dalam hadits lain dari 'Aisyah yang juga diriwayatkan oleh Muslim disebutkan caranya, yaitu:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Aisyah, sungguh Rasulullah saw. dahulu biasa shalat antara sesudah shalat 'Isya' sampai datangnya waktu Shubuh sebelas raka'at dan setiap dua raka'at beliau salam.

3. Dari uraian 'Aisyah pada point 2 tersebut kemudian disimpulkan atau dipahami, bahwa shalat Lail maupun Tarawih 8 raka'at itu dilakukan 2 termin atau 2 tahap. Yaitu termin pertama 4 raka'at dengan cara 2 raka'at salam, 2 raka'at salam lalu istirahat lama. Kemudian termin kedua 4 raka'at lagi dengan cara 2 raka'at salam, 2 raka'at salam, lalu istirahat lama. Kemudian 3 raka'at witir. Pemahaman ini sesuai dengan hadits Ibnu 'Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Nasa'i:

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ فَتَوَضَّأَ وَاسْتَاكَ وَهُوَ يَقْرَأُ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى فَرَغَ مِنْهَا "إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ" ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ عَادَ فَنَامَ حَتَّى سَمِعْتُ نَفْخَهُ ثُمَّ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَاسْتَاكَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَاسْتَاكَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَأَوْتَرَ بِثَلَاثٍ

"Saya dulu pernah bermalam di rumah Nabi saw. lalu beliau bangun malam, lalu wudhu' dan bersiwak, lalu baca ayat "inna fi khalqissamaawaati ... (Ali 'Imran:190), kemudian beliau shalat 2 raka'at, kemudian kembali ke tempatnya lalu tidur sampai aku dengar suara dengkurannya. Kemudian beliau bangun, lalu wudhu' dan bersiwak kemudian shalat 2 raka'at, kemudian tidur, kemudian bangun, lalu wudhu' dan bersiwak dan shalat 2 raka'at dan witir 3 raka'at."

4. Sahabat Ibnu Abbas juga menyebutkan lebih jelas lagi pada hadits riwayat Nasa'i tentang hal yang sama yaitu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَمَانَ رَكَعَاتٍ وَيُوتِرُ بِثَلاَثٍ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

"Dahulu Rasulullah saw. biasa shalat lail 8 raka'at dan witir 3 raka'at dan 2 raka'at shalat sebelum shubuh."

Dengan penjelasan hadits Aisyah dan Ibnu Abbas tersebut di atas, maka kita mendapatkan kepastian cara melakukan 4 raka'at yang dimaksudkan oleh hadits Aisyah itu, yaitu 4 raka'at adalah termin atau tahap, dan setiap tahap 4 raka'at itu cara melakukannya adalah 2 raka'at salam, 2 raka'at salam, lalu istirahat lama. Bahkan dalam istirahat itu Nabi saw. kembali ke tempat tidurnya, lalu tidur, seperti keterangan point 3.

5. Mengerjakan shalat Tarawih empat raka'at dapat juga dilakukan dengan duduk tasyahud awal setelah raka'at kedua, sesuai dengan hadits lain dari 'Aisyah yang juga diriwayatkan oleh Muslim:

... وَ كَانََ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ ...

" ... dan adalah (Nabi) bersabda : "Pada tiap-tiap dua raka't mengucapkan at-tahiyyat ...."

Dengan riwayat ini berarti bahwa bila suatu shalat dikerjakan 4 raka'at, setelah mengerjakan 2 raka'at pertama ada duduk tasyahud awal, bukan 4 raka'at langsung tanpa duduk tasyahud awal. Jadi mengerjakan shalat Tarawih 4 raka'at yang benar ialah dengan duduk tasyahud awal seperti shalat Zhuhur, 'Ashar atau 'Isya'.

Mengerjakan shalat Tarawih maupun Lail dengan 4 raka'at sekali salam tanpa duduk tasyahud awal tidak ada contohnya dari Nabi saw. Cara seperti itu hanya berdasarkan reka-reka akal.

Cara melakukan witir 3 raka'at salam dijelaskan dalam hadits 'Aisyah, yaitu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ اِلاَّّ فِي آخِرِهِنَّ

"Dahulu Rasulullah saw. biasa witir 3 raka'at tanpa duduk kecuali pada raka'at terakhir." (HR Baihaqy)

Dengan hadits ini jelas, bahwa shalat witir 3 raka'at dikerjakan langsung tanpa duduk tasyahud awal, tetapi hanya sekali duduk tasyahud pada raka'at terakhir. Sedangkan mengerjakan witir 3 raka'at dengan 2 raka'at salam, kemudian ditambah satu raka'at lagi lalu salam, tidak terdapat dalam hadits-hadits yang shahih.

6. Mengerjakan shalat Tarawih maupun Lail dengan 4 raka'at sekali salam tanpa duduk tasyahud awal tidak ada contohnya dari Nabi saw. Cara seperti itu hanya berdasarkan reka-reka akal.

7. Cara melakukan witir 3 raka'at salam dijelaskan dalam hadits 'Aisyah, yaitu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ اِلاَّّ فِي آخِرِهِنَّ

"Dahulu Rasulullah saw. biasa witir 3 raka'at tanpa duduk kecuali pada raka'at terakhir." (HR Baihaqy)

Dengan hadits ini jelas, bahwa shalat witir 3 raka'at dikerjakan langsung tanpa duduk tasyahud awal, tetapi hanya sekali duduk tasyahud pada raka'at terakhir. Sedangkan mengerjakan witir 3 raka'at dengan 2 raka'at salam, kemudian ditambah satu raka'at lagi lalu salam, tidak terdapat dalam hadits-hadits yang shahih.

Wallahu'alam Bish Showab...

Maraji'/Pustaka rujukan

  1. Majlisul A'la li Syu'unil Islamiyah: Al Muntakhab minas Sunnah, jilid V, Qahirah, tahun 1992.
  2. Abu Abdur Rahman, Ahmad bin Syu'aib an Nasa'i: Sunanun Nasa'i, juz III, hal 237, Darul Fikri, Beirut, tahun ...
  3. Nashiruddin al Albani: Irwaul Ghalil, fi takhriji ahaadiitsi manaaris-sabiil, jilid II, hal: 151, alMaktab al Islami, Beirut, tahun 1985
  4. Jamaluddin az Zaila'y: Nashbur-Raayah, jilid II, hal 158-159, Daarul Hadits, Qahirah, tahun 1995
  5. Abdullah bin Abdur Rahman al Bassam: Taudhihul ahkaam min Bulughil Maram, jilid II, hal 200-204, an Nahdhah al Haditsah, Makkah al Mukarramah, tahun 1994

Source : abujibriel.com

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/8698/bilangan-rakaat-shalat-tarawih-dan-cara-melaksanakannya#ixzz0wMHwACjq

Selasa, 10 Agustus 2010

Ucapan Selamat dengan Datangnya Bulan Ramadhan al-Mubarak

Ucapan Selamat dengan Datangnya Bulan Ramadhan al-Mubarak

]شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ[

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS al-Baqarah [2]: 185)

Setelah mencari hilal Ramadhan al-Mubarak pada malam ini, malam Rabu, maka telah terbukti ru’yat hilal syar’i di beberapa negeri kaum muslim. Atas dasar itu maka besok Rabu, (11/08/2010), adalah hari pertama bulan Ramadhan al-mubarak.

Sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/11/pengumuman-hasil-pencarian-hilal-1-ramadhan-1431-h/


Rabu, 04 Agustus 2010

Postgres error: libpq.so.5

pg_ctl: error while loading shared libraries: libpq.so.5: cannot open shared object file: No such file or directory

Setiap kali memindahkan directory postgres di linux maka akan muncul error diatas. Dan setiap kali pula saya minta rekan saya untuk memperbaikinya, tanpa memintanya untuk menjelaskan bagaimana mengerjakannya sendiri. Kebetulan pada suatu pagi, ada komplain server postgres tidak bisa dipakai. Setelah di cek ternyata karena HD nya penuh. Saya putuskan untuk memindah directory postgres ke partisi root, karena sisanya masih banyak. Kemudian saya pindah satu directory, dan seperti yang sudah-sudah, muncul error ketika start postgres.

Error tersebut akibat sistem tidak meneumkan file libpq.so.5 pada direcory lib (sesuai settingan LD_Library). Untuk itu coba dibuatkan soft link pada directory lib yang telah ditentukan.

Saya cari dulu posisi file aslinya:
[root@ lib]# find / -name libpq.so.5
/u01/postgres/postgresql/8.2.0/lib/libpq.so.5

Kemudian dibuat softlink ke directory /lib
ln -s /u01/postgres/postgresql/8.2.0/lib/libpq.so.5 /lib/libpq.so.5

Start postgres, beres