Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 24 Mei 2008

Adempiere, open ERP

Adempeire ERP
Kenal Adempiere kira-kira setahun yang lalu. Awalnya sih "dikenalin" oleh Compiere, trus karena ternyata banyak yang bilang klo Compiere sedikit "matre" akhirnya lebih deket sama Adempiere. Malah sekarang gak berhubungan dengan Compiere lagi.

Hal sangat menarik dari Adempiere/Compiere adalah struktur programnya yang benar-benar rumit. Dengan semangat fully customized maka sangat sedikit yang terdapat di source code Adempiere, termasuk design form. Design form di lakukan secara on the fly, dan layout form di simpan di database. Jadi, jika Anda ingin melakukan perubahan pada code, lebih baik berpikir dua kali, karena satu perubahan tersebut mungkin akan mempengaruhi seluruh sistem Adempiere. Fitur-fitur Adempiere sudah hampir lengkap. Dengan meliputi Sales, Material Management, Accounting, maka tinggal modul HRD dan Manufacturing untuk menjadiakan Adempiere benar-benar ERP yang sempurna. Selain itu ada fitur Multi yaitu multi currency, multi Organization, Multi Company, Multi Price List, Multi Language, dan multi-multi lainnya.

Saat ini, perusahaan tempat saya bekerja sudah menggunakan Adempiere sebagai software penjualan. Ya, hanya sebagai software penjualan. Hal ini karena proses accounting di perusahaan ini masih belum standart, sehingga akan sulit jika di applikasikan menggunakan Adempiere. Selain itu, dengan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia maka sulit dalam melakukan kolaborasi data. Perlu di ingat, bandwidh di Indonesia masih mahal.

Beberapa masalah yang sering kita jumpai dalam penggunaan Adempiere antara lain kesalahan penggunaan oleh user. User perlu di training dengan detail. Karena user adalah pemain utamanya. Ada juga faktor teknis yang sering mengganggu. Penggunaan Posgresql di PC non server menurunkan performansi postgresql itu sendiri, yang pada akhirnya juga menurunkan performansi Adempiere. Begitu juga penggunaan PC dengan spesifikasi rendah di sisi client akan membatasi kecepatan Adempiere.

Seperti yang telah di bahas di atas, struktur kode Adempiere sangat sehingga sulit untuk melakukan trace atau debug, atau saat kita ingin mengubah code. Sebaiknya, programmer meminimalkan oprek-oprek code Adempiere. Jika ingin melakukan penambahan fitur, atau edit rule bisnis, gunakan Adempiere itu sendiri. Karena Adempiere sudah bersifat customable. Namun, jika terpaksa harus coding, lakukan coding yang aman, yaitu lewat Callout. Tapi klo tetap gak bisa? Terserah anda, yang penting berpikirlah code yang akan diubah dapat mempengaruhi seluruh sistem.

Selasa, 13 Mei 2008

Tidak ada subsidi BBM????

Hari ini dapet file PDF dari milis. Isinya bahwa ternyata pemerintah selama ini tidak pernah subsidi BBM!! Subsidi BBM itu bohong! Malah harusnya pemerintah mendapatkan keuntungan dari kilang minyak!
Benarkah ini???


Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya
US$ 15/barrel serta impor 200 ribu bph maka pemerintah
Indonesia dengan harga Rp 4.500/liter (US$ 77/brl) untung
US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun dalam
setahun (1US@=Rp 9.200).
Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun!
Bohong besar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun!

Wah jika hal ini benar terjadi,....sungguh teganya pemerintah pada rakyat!

Point-point penting:

Energi Untuk siapa?
Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri
Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunia
Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak
Sementara listrik sering padam, rakyat antri gas, minyak
tanah dan bensin. Energi Indonesia untuk siapa? (Kompas)
Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan
Pembangkit listrik PLN yang memakai BBM dialihkan ke
PLTA, PLTG, atau batubara, maka Indonesia tak perlu
impor BBM sama sekali. Indonesia butuh pemimpin
cerdas!

90% minyak Indonesia dikelola perusahaan asing!
Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun 2007 sebesar US$ 40,6
milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).
Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong “Cost
Recovery” yang besarnya ditetapkan perusahaan asing.
Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.
Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006)
Transparansi International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery (DetikFinance.com)

Solusi Pro Rakyat
Kenakan PPN 20% untuk Pertamax. Pajak masuk negara.
Kenaikan harga BBM masuk ke perusahaan minyak.
Menaikkan harga Premium menyusahkan rakyat kecil dan menguntungkan perusahaan minyak
Kendaraan pribadi harus beli Pertamax
Premium hanya boleh dibeli angkutan umum
Jika pemerintah tidak bisa mengawasi ribuan pom bensin, apalagi penyaluran BLT ke puluhan juta rakyat
Pajak STNK Mobil Mewah 10% dari harga jual
PPN Ekspor 20% untuk Perkebunan (Kelapa Sawit) dan Barang Tambang
Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing di Indonesia

Perbandingan Harga BBM
Negara US$/Ltr Rp/Ltr Populasi GNP/Kapita
Venezuela 0,05 460 26.000.000 3.490
Turkmenistan 0,08 736 5.000.000 1.120
Iran 0,09 828 68.000.000 2.010
Nigeria 0,10 920 129.000.000 350
Kuwait 0,21 1.932 2.400.000 17.960
Mesir 0,25 2.300 78.000.000 1.390
Indonesia 0,49 4.500 220.000.000 810
Malaysia 0,53 4.876 24.000.000 3.880
Cina 0,64 5.888 1.300.000.000 1.100
AS 0,92 8.464 296.000.000 37.870
Jepang 1,01 9.292 128.000.000 34.180

Perbandingan Konsumsi BBM
Negara Ranking Konsumsi GNP/Kapita
Singapura 1 59,5 21.230
AS 7 25,8 37.870
Jepang 23 15,6 34.180
Jerman 36 12,4 25.270
Malaysia 47 7,8 3.880
Botswana 87 3,7 3.530
Namibia 98 2,6 1.930
Indonesia 116 1,7 810



Selasa, 06 Mei 2008

Pertamax oh pertamax


Haaa! Pertamax 8900! Ya Alloh ampunilah hambamu ini.
Selama ini gue berusahan untuk selalu membeli pertamax karena: ingin mesin lebih awet, dan berusaha tidak memakan uang subsidi karena saya merasa masih mampu hidup tanpa subsidi BBM. Tetapi, gak lagi deh. Gue balik ke premium lagi!! Gak kuat deh beli pertamax. Selain itu juga gue iri sama tuh orang-orang kaya. Gak malu dia ya tetep beli premium padahal mobilnya mewah. Sama aja orang kaya yang lagi makan di resto hotel ternama tapi minumnya beli di warung kopi pinggir jalan. Hahahahaha, mending sekalian makan di warteg aja om.
Orang-orang mampu itu padahal pendapatannya berlipat-lipat dari pendapatan gue. Harga bendanya pun berlipat-lipat dari harta benda gue, tapi koq sama-sama beli premium subsidi ya? Jika pun harga premium naik 2x lipat pun pasti bukan masalah bagi mereka. Anggap aja gaji standar kita-kita 1jt s/d 2jt, dan buat BBM kira-kira 5000 x 30 = 150.000 jika BBM naik 2x maka akan menjadi 300ribu, itu adalah 15 s/d 30% dari pendapatan. Nah klo orang-orang kaya itu, pendapatan kira-kira 20jt s/d tak terbatas. Jika konsumsi BBM nya adalah 50.000 x 30 = 1.500.000 maka jika naik 2x maka menjadi 3jt, setara dengan 15% pendaptan. Berarti tetap saja mereka lebih makmur!

Senin, 05 Mei 2008

Hemat donk!


"BBM bakal naik". "Semua kebutuhan pasti akan ikut naik". Hampir semua orang sekarang membicarakannya. Pasti ada rasa khawatir dihati akan kelangsungan hidup. Memang, saat ini kondisi ekonomi dunia sedang kritis. Tidak hanya minyak yang naik, tetapi bahan pangan (beras, gandum, jagung, dll) ikut naik. Sebenarnya sangat patut bangsa Indonesia untuk khawatir dan waspada, karena hal itu menunjukkan kemampuan kita menganalisa kondisi disekeliling. Dan juga menyadarkan dari keterlenaan subsidi!
Harga petamax terakhir adalah Rp 8900. Pertamax adalah BBM non subsidi, jadi selisihnya Rp 4300 (dari harga premium 4500). Wah hampir 100%! Tentu sangat besar nilai subsidi yang diberikan pemerintah. Parahnya lagi, yang menikmati subsidi tersebut malah bukan golongan rakyat miskin. Kira-kira yang mampu membeli kendaraan bermotor siapa? Tentu bukan golongan miskin, tetapi menengah ke atas (ingat, jika sudah dapat mebeli/kredit kendaraan berarti tidak masuk golongan miskin). Sangat disayangkan, kita-kita yang sebenarnya masih mampu (walau bisa disebut sedikit mampu), masih berharap disuapi oleh pemerintah. Lebih parah jika orang-orang yang sudah sangat mampu masih mengemis ke pemerintah!!
Pemberian subsidi BBM sudah dilakukan pemerintah sejak bertahun-tahun lalu. Ingat ketika premium naik dari 900, kemudian 1200, trus 1500, 3500, dan terkahir 4500? Tetapi sebenarnya kenaikan harga minyak tidak mengikuti kenaikan harga premium. Kenaikan harga minyak lebih besar daripada kenaikan premium. Sampai saat ini sebagian besar rakyat tidak mengetahui keadaan sesunggunya harga BBM yang mereka beli. Mereka tetap membeli premium seharga 4500 walau sesungguhnya seharga 8900. Kondisi berat mungkin hanya muncul beberapa bulan awal setelah harga naik, namun selanjutnya biasa. Coba kita lihat kondisi jalan raya saat malam minggu. Berjuta-juta kendaraan memenuhi jalanan. Berapa juta ton BBM yang dibakar? Apakah itu menunjukkan kondisi sulit? Tentu tidak.


Sudah saatnya rakyat tarbangun dari kondisi nyaman. Bukan saya anti kemapanan, tetapi kita harus sadar kondisi sebenarnya yang terjadi. Ancaman inflasi sudah menghadang di depan. Kita harus siap sedia. Biarkan kenaikan BBM sebagai cambuk untuk menyadarkan kita. Mulailah kita hidup hemat. Gunakan kendaraan bermotor secara optimal. Budayakan berjalan kaki di trotoar. Seharusnya uang subsidi yang sangat besar tersebut dapat dipakai untuk membangun kota agar lebih hijau dan nyaman bagi pejalan kaki. Selain itu, sudah saatnya pemerintah memulai fokus pembangunan transportasi masal yang layak.

Kamis, 01 Mei 2008

Sensasinya Sensasi Delight ber dua di Delta Plaza



Kamis kemarin mumpung libur, Gue, Hanifa, dan Ahza jalan-jalan keliling kota. Dengan maksud menikmati udara pagi di jalanan yang lengang karena libur. Tapi ternyata di pusat kota terjadi kemacetan sehingga mirip kondisi malam minggu. Ada apa gerangan? Ternyata iring-iringan demonstran MayDay.
Setelah putar-putar dan mampir di beberapa tempat, gue koq jadi laper ya, dan pingin makan pizza. So, meluncurlah ke Delta Plaza, sekalian belanja di Matahari, karena lagi diskon. Wah, leganya merasakan sejuknya udara di mall (karena AC tentunya). Lihat-lihat ini-itu di Matahari, eh hanya beli celana 1 biji, trus lanjut deh ke Pizza Hut yang ada di lantai 1.
Lumayan rame, mungkin karena libur. Kita harus ngantri meja kira-kira 15 menit. Kami dapat meja 29, lokasinya paling ujung dekat dapur. Jadi gitu deh, suasanya "romantis" dengan alunan peralatan dapur, atau kadang piring dan sendok yang jatuh! Setelah merenung untuk memilih menu, akhirnya gue putusin milih Sensasi Delight 1 yang harganya 30ribu.
Dengan kalimat yang sudah sangat dihapal, mbak pelayan menanyakan menu yang sudah saya pilih.
"Saya pilih paket ini (sambil menujuk di buku menu pada halaman paket Sensasi Delight 1)"
"Mau tambah ... (gak denger gue) ?"
"Enggak deh", dengan yakin gue jawab.
"Trus pilihan pizzanya apa?", dia tanya lagi.
"Tuna Melt sama Egg Sunshine", gue tunjuk gambarnya yang letaknya di sebelah kiri halaman itu.
"Pake pinggiran keju atau sosis?"
Wah gue mulai bingung. Perasaan paket yang gue pilih tuh pizzanya gak pake pinggiran. Klo pake pinggiran pake paket yang Stuffed Crust, dan harganya 42rb. Apa mungkin pizza yang biasa juga pake pinggiran? (Ingat, gw setahun paling hanya makan 2x di pizza hut, jadi klo gak ngerti gpp ya :D)
Untuk amannya, akhirnya gue bilang lagi:
"Pilih yang ini", sambil tunjuk gambarnya.
Eh dia tanya lagi, "Pake pinggiran keju atau sosis?"
Logika ku: Udah tak tunjuk gambarnya, klo dia tanya lagi berarti gambar yang tak tunjuk itu juga ada pilihan pinggirannya. Atau waktu dia tanya gitu dia gak liat apa yang tak tunjuk!. Atau lagi, dia pura-pura bego!.
Jadi gue bilang aja, "Keju"
Trus dia bilang, "Jadi pesanannya..bla..bla..bla." Nah ini dia juga kali salah gue. Gak denger jelas apa yang dia bilang, atau jelas cuma karena pengetahuan tentang produk di Pizza Hut gak banyak jadi ya...ya...ya aja.
Nunggu...
Nunggu...
Datang Garlic Bread. Dalam 5 menit abis.
Nunggu...
Nunggu...
Datang 2 pizza. Tapi koq minumnya belum datang?
Udah deh makan dulu dikit.
Pelayan yang bajunya hitam lihat dan tanya, "Minumannya belum datang pak?"
"Belum nih", kata gue sambil senyum sumringah.
"Tadi pesannya apa pak?", tanya dia lagi.
"Coca cola".
Akhirnya datang minuman dingin yang kami tunggu-tunggu.

Ditengah-tengah makan tiba-tiba pelayan yang pake baju hitam ngasih Garlic Bread di meja ku, dan pergi tanpa berkata-kata. Wah apa nih. Trus Hanifa bilang, "Dia lupa kali klo kita udah dikasih". Pikiran gue langsung menelaah lebih jauh. Oohhhh, ini hanya jebakan, seperti rumah makan padang. Gue panggil aja sang pelayan itu.
"Mas, rotinya udah tadi"
"Oh maaf pak", sambil senyam-senyum.
Makan...
Makan...
Selesai, menuju kasir.
"Meja 29 mbak", ke mbak kasir.
Tret...tret...tret, suara mesin kasir.
Hasilnya...total Rp 42.000
Loh koq.
Di situ tertulis Deligh Ber-2 SC Rp 38,182
Padahal kan tadi pesannya bukan yang SC? Trus disitu juga tertulis Ice Cream Small Scoop. Koq tadi gak dapet?!!
Wah, pelanggaran nih!
Untuk masalah es krim, gak masalah karena kita dikasih, walau makannya di meja tunggu. Tapi yang gak abis pikir, kenapa pesanan saya beda!
Memang sih tadi yang gue makan pizza SC, tapi kan gue pesan yang bukan SC.
Yah akhirnya ngerti juga, kenapa si mbak pelayan tadi nanyain pake pinggiran keju atau sosis. Ternyata termasuk salah satu strategi jebakan bagi orang yang tidak ngerti. Harusnya jika udah milih paket pertama, si pelayan gak perlu tanya apakah pake pinggiran keju atau sosis!

Tapi, gak papa lah, akhirnya ngidam pizza ku keturutan. Paling-paling gue pingin lagi tahun depan :)