Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 24 April 2009

Liburan pemilu

Goa Akbar

Rencananya hari ini kita jalan-jalan ke Tuban kota. Jadi setelah jalan-jalan bentar di sawah, para anak-anak dan orang tua mandi dan sarapan. Jarak tempat kami menginap ke kota Tuban sekitar 30km. Kami tempuh selama 30menit. Tujuan pertama kami adalah ke Goa Akbar. Iseng aja sih pingin main ke situ, sekalian sedikit mengenang masa lalu. Cie....
Nih tentang goa akbar, dulu tuh tempat katanya buat ngumpet maling paling terkenal di Tuban. Udah itu dulu pernah juga buat tempat sampah. Goa ini lumayan dalam dan panjang. Ada juga sungai yang mengalir didalam goa ini. Di beberapa tempat malah ada ribuan kelelawar yang bergelantungan di atas goa. Jadi harap maklum dengan aroma khas dari hewan ini ^_^ Udah itu siap-siap kaki untuk kotor karena kadang ada lantai goa yang becek.

Jalan masuk yang sempit


Ratusan kelelawar bergelantungan

Oh ya, di satu bagian goa ada sebuah ruangan yang pintu masuknya sempit seukuran tubuh manusia. Begitu kita masuk ruangan ini, serasa kita masuk di dalam perut bumi karena pintu keluarnya ga terlihat. Sensasinya kita di rejebak di dalam. Ngeri juga sih bayangin kalau terjebak beneran.
Setengah jam an kita dah selesai mengaruni goa ini. Hmmm, itu aja sih yang ada di goa ini. Ga ada yang menarik lain. Yang pasti kita akan jumpai beberapa pasang muda-mudi yang memadu kasih di dalam goa ini. Padahal ada tulisannya loh di dinding goa ini


Senin, 20 April 2009

Java icedtea 7 dan iReport

Pagi ini gw spaneng! Tiba-tiba iReport di ubuntu gue trobel. Gak mau nampilin list jasperserver! Padahal lagi butuh banget. Untung bawa laptop, jadinya bisa pake laptop. Nih screen shotnya:

Itu yang di lingkari merah seharusnya adalah list server yang ada. Ketika saya lihat di file confignya, server-server itu ternyata masih ada. Begitu pula ketika saya add baru, server baru masuk ke file config. Hanya saja ga muncul di tampilannya.
Saya coba install ulang jasper server beserta iReport nya. Ternyata masih tetap tidak muncul. Hmmm apa ya. Saat lagi ngelamun, baru terlintas di pikiran klo beberapa hari waktu pake aplikasi berbasis java koq tampilanya beda. Saya coba cek versi java.

java version "1.7.0"
IcedTea Runtime Environment (build 1.7.0-b21)
IcedTea Client VM (build 1.7.0-b21, mixed mode, sharing)

Waduh, koq tiba-tiba jadi java ku berubah. Aneh. Akhirnya aku balikin aja ke java 1.5 pake command sudo update-alternatives --config java

Setelah itu iReport saya run lagi. Hasilnya:


Dah muncul kan.

Kamis, 16 April 2009

Liburan pemilu

Wong nDeso ra tau ndelok sawah

Setelah menghabiskan waktu untuk istirahat semalaman. Pagi-pagi rasanya fresh. Apalagi susana "pedesaan" yang khas. Para lelaki dengan membawa peralatan pertanian terlihat beriringan berangkat menuju ladang-ladang tempat mereka bercocok tanam. Mas Kisno berinisiatif mengajak saya dan Ahza untuk jalan-jalan melihat persawahan. Kami pun menyusuri jalan kecil kampung itu dengan berjalan kaki. Perlu diketahui aja, jalanan di kampung ini sudah full aspal semua. Kata mas Kisno sih gara-gara bupatinya pro pada pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang PU. Jadi banyak proyek yang di bagi-bagi ke mereka.

Lumayan jauh kami berjalan, sampai akhirnya masuk ke jalan tanah. Untung bukan musim hujan jadi tidak becek. (dah itu ga ada ojek pula ^_^) Wah pemandangannya cukup membuat hati merasa damai. Dikelilingi oleh hamparan persawahan. Dengan sedikit kabut tipis dan sinar matahari yang baru bangun dari tidurnya. Berulang kali orang-orang yang berangkat ke sawah menyapa mas Kisno. Mereka terlihat bertanya-tanya apa yang sedang kami lakukan. Memang kebetulan saya asik mengambil gambar pemandangan di pagi itu. Mungkin mereka berguman "dasar orang kota, ga pernah liat sawah" hehehe
Jalan desa
Jalan Desa

Pohon
Pohon rindang

Tak mengenal lelah
Pak tani
Pak Tani

Ciri lain daerah Tuban adalah adanya kebun siwalan. Di persawahan ini juga ada beberapa group pohon siwalan. Kalau di lihat dari jauh jadi ingat pemandangan Beverly Hills.
Pohon tuak
Tuban punya


Beverly Hills

bersambung...

Senin, 13 April 2009

Liburan pemilu

Pemilu

Libur dua hari kemarin saya manfaatkan buat jalan-jalan ke Tuban. Sebenarnya kita sudah merencanakannya sejak lama. Hanya saja belum dapat waktu yang tepat. Pagi-pagi kita udah siap-siap buat nyontreng, biar cepet selesai. Ternyata contrengan baru siap pukul delapan lebih. Antri sebentar nama saya dipanggil, kemudian istri. Butuh waktu sekitar 5 menit. Selesai contreng kita langsung berangkat. Jadi kira-kira berangkat jam 8:30 an.

Jalanan masih sepi, jadi perjalanan lancar. Sekitar pukul 10an sampai juga di Tuban. Tetapi bukan Tuban kota, karena tujuan kita memang kecamatan Plumpang. Ternyata teman saya masih belum mencontreng, akhirnya saya ikut dia ke TPS. Wah memang beda dengan Surabaya. Di sana lokasi TPS berjauhan satu dengan yang lainnya. Tidak seperti di Surabaya, dimana lokasi TPS bisa berdampingan. Nungguin teman nyontreng, saya pun mengisi waktu dengan berfoto ria.
From Nizar Ahza

From Nizar Ahza

Tidak ada acara setelah nyontreng. Karena masih capek, saya pun beristirahat hingga pukul 2 siang. Om Kisno, nama teman saya, mengetahui saya sudah bangun, ngajak saya memantau hasil suara di TPS. Kebetulan kakak om Kisno adalah salah satu caleg. Di TPS tadi proses perhitungan suara sedang berlangsung. Tidak banyak warga yang hadir. Kebanyakan adalah anggota KPPS dan saksi dari partai atau caleg. Selesai di TPS itu, saya dan om Kisno pindah ke TPS lain. Nah di TPS ini sedang berlangsung pembacaan kertas suara. Cukup menghibur juga melihat pembacaan kartu suara. Ada aja prilaku para pemilih. Ada pemilih yang menggambar kertas suaranya dengan gambar hati (love) yang besar. Dengan lantang petugas KPPS berkata "I Love You". Tentu saja disambut tertawa oleh petugas KPPS lain dan warga yang hadir.

bersambung...

Selasa, 07 April 2009

Hyme ITS

Tadi malam ga bisa bobo. Ga tau tiba-tiba jam 11 malam kebangun. Akhirnya nonton TV. Di sela nonton TV koq bisa-bisanya ngelamun. Sayup-sayup terbayang alunan hymne ITS. Heran deh, ngapain juga lagu itu bisa terngiang-ngiang. Eh lamunan ku makin dalem. Jadi teringat saat-saat awal kuliah di Poltek. Awal-awal menginjakkan kaki di bumi Surabaya yang panas. Memang kenangan ga selalu yang indah-indah aja yang bisa buat kita rindu. Rasanya rindu saat-saat orentiasi kampus dulu. Walau saat itu rasanya penuh "siksaan". Masih aku ingat rasanya gundul ^_^ dan di jemur panas-panas. miss u masa lalu...

Pingin dengerin? Ni link nya: http://www.4shared.com/file/48252399/632699ac/Hymne_ITS.html

Senin, 06 April 2009

RUU ala Taliban Kerangkeng Wanita

Pagi liat berita di jawapos, eh ada berita yang nyeleneh. Terlihat ditulis dengan hati yang penuh kebencian.
RUU ala Taliban Kerangkeng Wanita
KABUL - Kabar buruk bagi wanita Afghanistan. Hari-hari kelam ketika hak-hak mereka dihabisi kaum Taliban bakal kembali terjadi. Itu seiring ditekennya rancangan undang-undang (RUU) tentang hak-hak perempuan oleh Presiden Hamid Karzai pekan lalu.

Selain mengizinkan pernikahan dini, dalam RUU itu, pemerintahan Karzai juga mendukung praktik "pemerkosaan" dalam ikatan perkawinan. Seperti dikutip harian Inggris The Times, RUU tersebut juga melarang keras perempuan meninggalkan rumah tanpa izin pria yang berkuasa di rumahnya (ayah, suami, atau saudara laki-laki, Red).

"Tugas utama seorang istri adalah melayani kebutuhan seksual suaminya," tulis pemerintahan Karzai dalam RUU yang dalam waktu dekat bakal disahkan sebagai undang-undang (UU) tersebut.

Lebih jelasnya, kecuali suaminya berada di luar kota, seorang istri tidak boleh menolak ajakan untuk berhubungan badan. Itulah yang oleh masyarakat Barat disebut sebagai legalisasi pemerkosaan dalam pernikahan.

Dalam salah satu pasal juga disebutkan bahwa pernikahan dini legal. Setiap gadis yang sudah menstruasi (akil balig), berapa pun usianya, sah untuk dinikahi. Sedangkan usia minimal pria untuk menikah adalah 15 tahun. Pada usia tersebut, seorang pria Afghanistan sudah dianggap dewasa dan layak menikah. Aturan tersebut bakal kembali meningkatkan jumlah pernikahan dini di sana.

Sebenarnya, RUU itu sudah diajukan ke parlemen sejak dua tahun lalu. Namun, karena dirahasiakan dan tidak dibahas dalam debat terbuka, RUU ala Taliban itu tidak terlalu menyedot perhatian publik. Kasus tersebut mencuat ke permukaan saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Rodham Clinton mengetahuinya di sela konferensi internasional Afghanistan di Belanda pekan lalu.

Sebelumnya, seperempat anggota parlemen Afghanistan yang terdiri atas politikus perempuan sudah menentangnya. (hep/ttg)
Kalau berita itu menulis seperti itu, sebenarnya sama aja memberi judul : UU Alloh Kerangkeng Wanita. Karena isi dari RUU itu memang berasal dari Hukum Islam (Al Quran & Hadits). Masalah nikah memang tidak dibatasi umurnya selama udah akil baligh tidak masalah. Kalau mereka mempertanyakan masalah kedewasaan, memang ini faktor yang tidak bisa diukur secara fisik. Kenyataannya di Afghanistan, remaja 17th sudah biasa berjuang mengorbankan nyawanya. Point lainnya yang di ekpose besar-besaran adalah masalah wanita tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa seijin dari ayah, suami atau saudara laki-laki. Padahal tujuannya mulia sekali. Wanita di mata Islam sangat mulia. Dosa yang mereka lakukan pun ternyata harus di tanggung oleh orang yang di berikan tanggung jawab untuk nya. Jika dia sudah mempunya suami, maka suami akan menanggung dosanya. Jika belum, maka ayahnya atau sudara lelakinya yang akan menanggung dosanya. Dapat di analogikan, sebuah kerajaan jika runtuh, maka yang pertama di salahkan adalah sang raja. Dalam hal ini, maka tentu wajib seorang wanita minta ijin ke orang yang menanggungnya. Seperti halnya seorang panglima perang akan meminta ijin ke raja untuk setiap apa yang dilakukan.

Jaman ini memang jaman edan, orang-orang edan itu ingin semua orang di dunia ikut dengan ke-edanan mereka. Merka ingin dunia menjadi dunia super bebas. Padahal mereka hanya orang-orang yang ga tau atas diri mereka sendir. Apa yang baik bagi mereka sendiri. Kadang bingung juga, mereka yang di luar Islam sepertinya tau banget tentang Islam sehingga merasa berhak untuk mencampuri hukum-hukum Islam dengan alasan HAM.

Kenapa kasus pemerkosaan di Afganistan oleh pengecut prajurit USA tidak di ekpose? Apakah hukum mereka lebih baik?