Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 24 Maret 2008

Jebakan Tarif Murah

Sudah gak jamannya tarif komunikasi HP mahal. Begitu bunyi iklan. Dua operator berlomba-lomba menambah jumlah nol dibelakan koma. Sampai pada akhirnya XL memberikan tarif Rp 600 sepuasnya. Sebenarnya siapa sih yang diuntungkan? Apakah kita pengguna HP sudah dianggap "Raja" oleh para operator sehingga mereka dengan baik hati memberikan tarif yang murah. Atau mereka berpikir "Yang penting kamu pake telpon ..."
Saya sebagai pengguna im3 sejak awal memiliki hp tentu pertama merasa senang karena sekarang tarif im3 (GSM) tidak berpaut jauh dengan CDMA. Telepon satu jam "hanya" Rp 1350. Terus terang saya belum pernah mencoba tarif murah tersebut karena saya memang jarang melakukan panggilan dari HP. Terlepas apakah tarif murah tersebut benar atau tidak, saya tidak sreg. Dari blog yang bernah saya baca (saya lupa detailnya), ternyata semuanya tetap kembali ke operator (maksudnya siapa yang diuntungkan). Adanya tarif murah maka akan membuat konsumen seperti saya jadi "tidak ragu-ragu" untuk melakukan panggilan dalam waktu yang lama. Dengan tarif 1350 sepuasnya (anggap saja sepuasnya, karena setelah 90 detik tarifnya menjadi 0,0000000...1 per detik) maka orang-orang cenderung melakukan telepon diatas 90 detik sekali telepon. Jebakannya adalah saat customer seperti saya mulai menikmati menelpon tanpa takut harga mahal, maka bisa-bisa dalam satu hari bisa melakuan panggilan lebih dari 1 kali. Apalagi ada rumor bahwa setiap 15 menit atau 30 menit panggilan terputus, maka akan lebih sering lagi melakukan panggilan. Jika sehari sekali panggilan maka selama sebulan = 30 X 1350 = 40500. Gila!! Padahal selama ini saya hanya membeli pulsa maksimal 20000 tiap bulan.
Operator akan sangat senang jika penggunaan pulsa maksimal, karena pakai tidak pakai mereka tetap harus mengeluarkan biaya operasional. Tidak seperti barang konsumsi biasa dimana makin banyak pakai makin banyak biaya. Tentu saja operator akan merugi jika konsumen tidak "royal" dalam membeli pulsa, karena tidak ada biaya abonemen.
Jadi, pada para konsumen seluler seperti saya, hati-hati menyikapi tarif murah. Jangan menggeser maksimal budged pulsa anda. Sebenar nya, tarif selular tidak menjadi murah, tetapi hanya turun, karena tarif selular di negara kita adalah tertinggi se Asean, bahkan Asia. Oh ya, perlu diingat baik-baik lagi, tarif "murah" tersebut hanya berlaku untuk sesama provider. Walau di iklan mereka bilang ke semua operator, tetapi itu hanya akal-akalan. Dijamin mahal!!!

Senin, 17 Maret 2008

Lingkaran setan budaya kekerasan

Pagi ini saya melihat seorang ibu dengan keras membentak anak perempuannya yang berusia 2th. Padahal anak itu masih belum bisa berbicara. Kemudian, adalagi seorang ibu malah memukul kepala anaknya dengan keras gara-gara anak tersebut terpeleset!!
Kejadian seperti itu sangat sering terjadi di sekililing kita. Padahal itu sangat buruk efeknya! Hal tersebut akan menghasilkan karakter anak yang keras. Dari ketiga contoh diatas, latar belakang ekonominya adalah menengah kebawah. Tinggal di rumah "kapung" yang berdempetan dan dengan pendidikan yang rendah. Tetapi perlu diingat, tingkat pendidikan dan status ekonomi tidak menjamin tidak terjadinya budaya kekerasan. Menurut saya yang paling berperan adalah pengetahuan tentang ilmu psikologi.
Ketika sorang anak melihat budaya kekerasan sejak bayi, maka budaya kekerasan itu akan tertanam di diri anak tersebut dan terbawa sampai dewasa. Dan, sikap kekerasan tersebut selanjutkan akan "ter turunkan" pada anaknya. Ya, sebuah lingkaran setan.
Untuk memutus lingkaran setan tersebut perlu dilakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai tatacara mendidik anak yang baik. Cara kuno mendidik anak telah lewat. Itu adalah cara penjajah.

Senin, 03 Maret 2008

"Mengaktifkan" Multi ROLE pada Jasper Intelegence 1.01

Pada Jasper Intelegence 1.01 sebenarnya sudah support multi ROLE. Di situ kita bisa membuat banyak role dan banya user, serta mengaplikasikan pada hak akses tiap report, folder, input, dll.
Namun ada catatan kecil yang harus diperhatikan. Coba anda membuat role baru di jasper, contoh: "Gudang" dan buat user baru, contoh: "AdminGudang". Pasang role "Gudang" di user "AdminGudang". Sekarang coba login dengan user baru tersebut, anda akan mendapatkan pesan kesalahan:
HTTP Status 403

Kenapa bisa terjadi hal tersebut? Jawabannya, karena defaultnya Jasper Intelegence 1.01 hanya menyediakan tiga role standart yaitu: ROLE_USER, ROLE_ANONYMOUS, dan ROLE_ADMINISTRATOR. Ketiga role tersebut di definisikan di file applicationContext-security.xml

/login.html=ROLE_ANONYMOUS,ROLE_USER
/logout.html=ROLE_ANONYMOUS,ROLE_USER
/loginerror.html=ROLE_ANONYMOUS,ROLE_USER
/home.html=ROLE_USER
/flow.html=ROLE_USER
/loginsuccess.html=ROLE_USER
/listolapviews.html=ROLE_USER
/viewreport.html=ROLE_USER
/fillparams.html=ROLE_USER
/fileview/**=ROLE_USER
/xmla=ROLE_USER
/services/**=ROLE_USER
/service/axisservlet=ROLE_USER
/view-services/**=ROLE_USER
/soapmonitor=ROLE_ADMINISTRATOR
/*.html=ROLE_ADMINISTRATOR
/*.jsp=ROLE_ADMINISTRATOR

Ketika anda login dan jika sukses, maka anda akan mengakses /loginsuccess.html=ROLE_USER dan coba anda lihat, ternyata untuk mengakses halaman tersebut anda harus memiliki ROLE_USER.
Jadi, pada Jasper Intellegence 1.01, setiap user harus mengimplementasikan ROLE_USER, walaupun itu user admin. Sistem role tiap user adalah menggunakan relasi OR, jadi jika suatu report di blok untuk ROLE_USER tetapi allow untuk ROLE_GUDANG, maka user AdminGudang dapat tetap mengakses jika user tersebut mengimplementasikan ROLE_USER dan ROLE_GUDANG

Kita dapat memberikan hak akses pada tiap resource (folder, report, dll) pada level role atau pun pada level user. Sebaiknya, root folder di berikan akses not access untuk ROLE_USER, karena setiap user nantinya mengimplementasikan role tersebut.

Ada masalah lainnya yang mengganjal di jasper intelegence versi ini. Yaitu, adanya menu repository/reports . Menu ini akan menampilkan semua report tanpa foldernya, jadi jika kita sudah set hak akses untuk semua folder, maka hak akses tersebut akan di abaikan karena semua user dapat mengakses menu repository ini. Tidak ada setting untuk membatasi hak ini, satu-satunya cara adalah dengan mengubah JI-menu.xml menjadi:

Jadi nantinya hanya ROLE_ADMINISTRATOR yang dapat mengakses menu /repository/reports

Masalah "kecil" lainnya adalah tidak adanya fungsi ganti password untuk user, sehingga jika user ingin mengganti passwordnya, maka harus menghubungi administrator.

Kabar baiknya, masalah-masalah kecil tersebut sudah di perbaiki di versi terbaru.