Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Cari Blog Ini

24 Januari 2018

Perjuangan di Colombo II

Astaghfirullah... Setelah hampir 3 bulan baru sadar SIM C sudah expired!
Terbayang repot dan dana yang harus disiapkan. Ya gimana lagi, semua sudah terjadi, tidak bisa diulang. Ok. Kita berjuang lagi untuk membuat SIM baru.
Pertama terbayang harus cuti, namun setelah baca di internet, ternyata Sabtu buka. Alhamdulillah.

Percobaan pertama, tangga 16 Desember 2017. Karena ada acara di pagi harinya, maka saya mampir sekitar jam 12 kurang. Saat akan parkir, petugas parkir menanyakan tujuan saya. Saya jawab membuat SIM baru. "Wah sudah tutup mas pendaftaran nya" jawab petugas parkir dengan logat Madura nya. Hmm, ok deh kalau begitu. Saya balik kanan grak. 

Datang lagi pada tanggal 23 Desember 2017. Sengaja datang pagi dengan asumsi agar dapat urutan awal. Ternyata... Tertulis jam buka:
Senin-Jumat 09:00-13:00
Sabtu 09:00-12:00
Ealah... Kadung datang jam 8.
Akhirnya duduk menunggu di kursi yang disediakan. Nunggu 20 menit an koq rasanya ada yang ganjal. Apa ya? Lihat sekeliling..Hmm koq banyak orang yang bawa keras biru. Teringat info teman kantor. "Sampean ngurus kesehatan dulu saja biar gak bolak balik". Seingat saya di perjuangan terdahulu tempat cek kesehatan ada di dalam. Baca: https://shindu-b-raditya.blogspot.co.id/2007/11/perjuangan-di-kolombo.html

Saya tanya pada orang yang duduk disebelah. "Mas itu kartu biru buat apa?". "Lho itu tes kesehatan", jawab nya. Wuik... Tenan, ga tanya tersesat ini. Saya tanyakan​ dimana lokasi test kesehata nya, mas nya nunjuk ke gang didepan pintu masuk Samsat. Dengan langkah agak terburu-buru saya pun jalan ke arah gang tersebut.


Wow ternyata penuh dengan calo!! Saya tanya berapa. Dijawab 500rb!!! Subhanallah. Saya jawab wah uang nya gak cukup.
Sampai di lokasi... Antri nya sudah panjang. Tanya bapak bapak dibilang langsung ambil antrian. Dapat nomor 105! Baru padahal nomor antrian saat itu masih 20 hahaha. Yang sabar ya boss.

Nunggu sekitar 20 menit akhirnya nomor dipanggil. Oh ya, diminta foto copy ktp satu lembar. Atau kalau ktp hilang pakai surat keterangan. Ternyata itu antrean membeli asuransi! Bayar 35rb dapat kartu biru.
Selanjutnya antri lagi di cek kesehatan. Dengan tidak ada nomor antrian, maka saya tidak tau masih lama atau tidak. Terlebih tidak ada mikrofon untuk memanggil. Jadi orang-orang pada ngumpul di ruangan sempit biar saat dipanggil tidak terlewat. Saya perhatikan tes yang dilakukan tidak sama siap orang. Ada yang di test buta warna, sedang saya sendiri di test suruh baca tulisan, tanpa test buta warna. Mungkin karena saya pakai kacamata. Selain itu ditanya apakah ngurus sediri atau tidak?? Apa ya maksudnya. Koq hasil test saya dikasih gambar Kluet Kluet...Embuh lah. 

Biaya test kesehatan sebesar 25rb.
Sekitar jam 10.30 an saya berhasil mendapatkan surat kesehatan. Langsung bergegas menuju komplek satpas Colombo, bertanya pada penjaga, ditunjukkan lokasi pendaftaran yaitu di pojok barat laut. Jadi saya melewati area test roda dua dan roda empat. Tempat yang ternyata akan saya datangi setiap Sabtu selama satu bulan....

Di loket pendaftaran akan diberikan formulir yang silahkan di isi sediri. Sekalian diberikan nomor antrian dua lembar. Simpan baik baik. Jangan hilang salah satunya.
Sambil nunggu antrian, saya sempatkan baca buku test teori lalulintas. Hati-hati, sepertinya ada jawaban yang salah. Akhirnya nomor saya dipanggil. Maju ke tempat input data. Sekitar 5 menit selesai. Lanjut ke foto dan sidik jari, sekitar 5 menit juga. Lanjut lagi ke test teori. Menunggu di sini cukup lama. 15 menit an. Sedikit nervous, takut tidak lulus teori. Alhamdulillah, test teori lancar dengan nilai 28. Artinya salah 2. Timbullah rasa pede test praktek yang akan saya hadapi selanjutnya.

Test praktek! Saya harus mengulang sampai 5x!! Test ini meliputi: test jalan lurus, kemudian jalan sempit dan belok serong, kemudian test jalan angka 8 sebanyak 3x. (Ini saja yang diminta 3x!) Kemudian test u turn di jalan sempit.
Disediakan beberapa sepeda motor untuk test. 2 supra 125, 1 MiO, 1 vario,1 Beat, 1 spacy. Di percobaan pertama saya menggunakan mio karena ada mio di rumah. Gagal di angka 8 pada putaran ke 2. Mengulangi lagi 30 Desember 2017, kali ini menggunakan Honda Supra 125. Gagal di 8 pada putaran ke 2 juga. Ulang lagi pada 6 Januari 2018, dengan kendaraan sediri. Zx130. Gagal lagi di angka 8 belum sampai 1 putaran. Rem yang terlalu keras ikut andil dalam kegagalan. Percobaan ke-4 pada 13 Januari 2018 menggunakan supra 125, gagal lagi pada angka 8 pada putaran ke 2. Percobaan ke-5 pada 20 Januari 2018, menggunakan Honda Spacy, akhirnya berhasil. Alhamdulillah! Saya tidak tau apakah benar tidak melewati garis atau tidak karena tidak kelihatan saat di kendaraan. Yang pasti semua karena bantuan Allah yang telah mengijabahi doa ibu.



Test jalan di angka 8. 

Dengan wajah berseri saya lanjutkan ke proses selanjutnya di loket 5. Nunggu sekitar 15 menit, lanjut ke proses verifikasi di ruang pendaftaran pertama. Qadarullah, system nya error, jadi verifikasi nya baru bisa hari Senin. Ya sudah lah. Yang penting sudah lulus.
Senin, 22 Januari 2018 saya kembali lagi ke Colombo sekitar pukul 13.20 WIB. Ternyata cukup sepi. Test praktik hanya diikuti 3-4 orang. Berbeda saat Sabtu, bisa sampai 20 orang lebih. Prosess verifikasi pun hanya ada 2 orang. Setelah verivikasi lanjut ke pembayaran di bank BRI yang ada di area satpas. Biayanya 100rb, dan akhirnya dicetak. Jadilah SIM saya yang baru. Semoga tidak lupa pernpanjangan lagi.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Ngga pakek tes lalu lintas setelah tes praktik d atas ?

Unknown mengatakan...

Ngga pakek tes lalu lintas setelah tes praktik d atas ?

Gue!Shindu mengatakan...

Tidak ada. Proses nya ya seperti yang posting.
1. Teori
2. Praktek