Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 05 Oktober 2016

Temperature & Humidity Monitoring

Ruang server seharusnya memiliki suhu ruangan antara 18-27 derajat celcius. Tentu untuk mencapai range suhu tersebut dibutuhkan sistem pendingin. Baik itu mengguakan AC, atau pun pengaturan aliran udara. Kadangkala sistem pendingin tersebut tidak berjalan dengan baik. Terutama jika pendingin ruang server menggunakan AC standart. Saya sendiri pernah mengalami kejadian dimana AC yang digunakan tidak bekerja dengan baik, sehingga tidak dapat mendinginkan suhu ruang server. Akibatnya fatal, server overheat dan menshutdown dirinya.
Dengan pengalaman tersebut, saya terpikir untuk implementasi Temperature & Humidity Monitoring, sehingga suhu ruang server dapat dimonitor 24 jam. Langkah pertama, saya membutuhkan display yang dapat menampilkan suhu ruang server. Display tersebut harus dapat dilihat oleh team security yang rutin melakukan patroli di area pabrik dan dicatat dalam log book. Saya juga buatkan SOP terkait suhu ruang server. Apa yang harus dilakukan team security ketika suhu ruang server pada tiap levelnya.

Dari beberapa penawaran vendor, ada satu vendor yang cukup menarik penawarannya. Selain display (dan sensornya tentunya) temperature dan humidity, terdapat fitur wifi di alat tersebut. Sehingga mengambil data dari alat melalui jaringan komputer.
Penampakan alat

Secara tampilan dan fungsional alat ini cukup baik. Pengerjaannya masih belum terlalu profesional. Terlihat pemasangan plat-plat nya tidak sempurna. Selain itu, tidak disertakan buku paduan/petunjuk mengenai alat ini. Paduan dan petunjuk akhirnya diberikan via email setelah saya komplain. Itu pun masih kurang jelas. Saya harus kontak berkali-kali untuk dapat membuat alat ini dapat tersambung dengan jaringan kantor.
Penampakan software nya
Untuk sofware bawaannya, secara fungsi sudah ok. Bisa menampilkan data. Namun tidak user firendly. Karena setiap kali buka aplikasi nya, saya harus ganti IP address nya. Harusnya ada fasilitas simpan setting. Dan ada hal penting buat saya yang tidak ada di aplikasi ini. Yaitu fasilitas logging atau menyimpan data-data yang telah lalu. 

Sayapun memutuskan untuk membuat sendiri aplikasi monitoring ini. Dengan melakukan koneksi (socket programming) ke port 80, kemudian menjalankan command tertentu, maka response nya berupa tampilan "Temperature : xx || Humidity : yy". Saya tinggal melakukan parse atas hasil tersebut untuk mendapatkan nilai temperatur dan humidity. 

Buatan sendiri
Cara kerjanya adalah pada setiap waktu tertentu akan menampilkan data, dan pada waktu tertentu lainnya menyimpan value tersebut ke database. Jadi tidak semua value disimpan. Pertimbangannya untuk penghematan dan tidak perlu juga harus menyimpan data terlalu banyak. Saya setting 10 menit sekali data disimpan. Saya pilih database nya menggunakan MySQL karena rencananya saya akan integrasikan ke website internal perusahaan. Saat ini saya sudah membuat web page untuk menampilkan secara grafis history temperature dan humidity.



Oh ya, alat ini menggunakan Ardunio sebagai processornya. Referensi yang berguna:
http://www.instructables.com/id/Temperature-and-Humidity-Datalogger-Webserver

Dengan cara diatas tidak perlu lagi membuat program logger sendiri, karena sudah di kerjakan langsung di perangkatnya.




Tidak ada komentar: